Puluhan Bhikkhu Walk for Peace 2026 Ziarah ke Makam Gus Dur Sebelum Jalan Kaki ke Borobudur

Last Updated: 26 May 2026, 01:19

Bagikan:

Bhikkhu Walk for Peace 2026
Perjalanan spiritual Walk for Peace 2026 menghadirkan pesan toleransi dan perdamaian saat puluhan Bhikkhu lintas negara melanjutkan perjalanan menuju Borobudur usai berziarah ke makam Gus Dur di Jombang. Sumber foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho.
Table of Contents

Sebanyak 57 Bhikkhu dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Laos menjalani perjalanan spiritual lintas pulau menuju Candi Borobudur dalam rangka Walk for Peace 2026. Perjalanan sejauh sekitar 660 kilometer tersebut berlangsung sejak 7 hingga 31 Mei 2026 untuk menyambut Hari Raya Waisak 2560 BE. Rangkaian perjalanan itu membawa pesan perdamaian, toleransi, dan harmoni sosial di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. (ANTARA, 2026).

Walk for Peace 2026 Jadi Simbol Perdamaian Lintas Negara

Walk for Peace 2026 menghadirkan perjalanan spiritual yang melibatkan Bhikkhu dari empat negara Asia Tenggara. Para Bhikkhu menjalani ritual berjalan kaki atau Thudong dari Bali menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah, sebagai bentuk latihan spiritual sekaligus kampanye perdamaian dunia. (ANTARA, 2026).

Perjalanan tersebut menarik perhatian masyarakat karena para Bhikkhu berjalan kaki melintasi berbagai kota sambil membawa semangat hidup sederhana, kedamaian, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kehadiran mereka juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat lintas agama di berbagai daerah. (Kabar Jombang, 2026).

Walk for Peace 2026 membawa sejumlah pesan penting kepada masyarakat, antara lain:

  • Menguatkan nilai toleransi antarumat beragama.
  • Mengajak masyarakat menjaga perdamaian sosial.
  • Menunjukkan pentingnya hidup sederhana dan disiplin.
  • Menghidupkan semangat kebersamaan lintas budaya.
  • Menjadi bagian dari rangkaian perayaan Waisak 2560 BE.

Perjalanan spiritual tersebut juga menjadi simbol hubungan harmonis antarnegara Asia Tenggara melalui pendekatan budaya dan keagamaan. Masyarakat di sepanjang jalur perjalanan terlihat ikut memberikan dukungan secara langsung kepada para Bhikkhu. (ANTARA, 2026).

Bhikkhu Walk for Peace 2026 Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang

Rombongan Bhikkhu Walk for Peace 2026 menyempatkan diri berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Para Bhikkhu memandang Gus Dur sebagai tokoh pluralisme dan pemersatu lintas agama di Indonesia. (ANTARA Jatim, 2026).

Kegiatan ziarah tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan. Para Bhikkhu memanjatkan doa serta mengenang nilai kemanusiaan yang selama ini diwariskan Gus Dur kepada masyarakat Indonesia. (Kabar Jombang, 2026).

Kunjungan ke makam Gus Dur memiliki makna simbolis bagi perjalanan Walk for Peace 2026 karena Gus Dur dikenal luas sebagai tokoh yang memperjuangkan kebebasan beragama dan toleransi sosial. Nilai tersebut dianggap sejalan dengan misi perjalanan spiritual yang sedang dijalani para Bhikkhu. (Suara Global, 2026).

Beberapa alasan para Bhikkhu memilih berziarah ke makam Gus Dur antara lain:

  • Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme Indonesia.
  • Gus Dur memperjuangkan kebebasan beragama.
  • Gus Dur menjadi simbol persatuan lintas keyakinan.
  • Semangat toleransi Gus Dur dianggap relevan hingga saat ini.

Setelah menyelesaikan ziarah di Tebuireng, rombongan Bhikkhu melanjutkan perjalanan menuju wilayah Nganjuk sebelum meneruskan perjalanan ke Jawa Tengah. Para Bhikkhu juga sempat beristirahat di sejumlah titik persinggahan yang telah disiapkan masyarakat setempat. (ANTARA, 2026).

Warga Klaten Ikut Berbagi dalam Walk for Peace 2026

Masyarakat di Klaten, Jawa Tengah, menunjukkan dukungan terhadap perjalanan spiritual Walk for Peace 2026 melalui kegiatan pindapata. Dalam tradisi tersebut, warga memberikan persembahan makanan dan kebutuhan sederhana kepada para Bhikkhu yang sedang berjalan menuju Borobudur. (ANTARA Foto, 2026).

Kegiatan pindapata melibatkan masyarakat lintas agama yang ikut berbagi secara sukarela kepada para Bhikkhu. Sejumlah warga terlihat memberikan derma sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan damai tersebut. (ANTARA Foto, 2026).

Dukungan masyarakat Klaten memperlihatkan bahwa nilai toleransi masih hidup di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Interaksi sederhana antara warga dan para Bhikkhu menciptakan suasana hangat yang memperkuat pesan harmoni sosial dalam Walk for Peace 2026. (ANTARA, 2026).

Beberapa bentuk dukungan masyarakat selama perjalanan Bhikkhu meliputi:

  • Memberikan makanan dan minuman.
  • Menyediakan tempat istirahat.
  • Menyambut rombongan di pinggir jalan.
  • Membantu pengamanan jalur perjalanan.
  • Memberikan doa dan dukungan moral.

Perjalanan Menuju Borobudur Jadi Bagian Perayaan Waisak 2560 BE

Walk for Peace 2026 menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2560 BE yang dipusatkan di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Para Bhikkhu dijadwalkan tiba di Borobudur menjelang puncak perayaan Waisak pada 31 Mei 2026. (ANTARA, 2026).

Perjalanan spiritual tersebut tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana refleksi tentang pentingnya kedamaian dan penghormatan terhadap sesama manusia. Para Bhikkhu menjalani perjalanan panjang dengan disiplin tinggi sambil menjaga kesederhanaan hidup selama berada di jalan. (Kabar Jombang, 2026).

Candi Borobudur selama ini menjadi pusat kegiatan Waisak nasional yang dihadiri umat Buddha dari berbagai daerah dan negara. Kehadiran rombongan Walk for Peace 2026 menambah makna spiritual sekaligus memperkuat pesan perdamaian dalam perayaan tersebut. (ANTARA, 2026).

Perjalanan lintas daerah tersebut juga memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat karena menghadirkan ruang interaksi antarbudaya dan antaragama. Banyak warga terlihat antusias menyambut rombongan Bhikkhu di sepanjang jalur perjalanan menuju Jawa Tengah. (ANTARA Foto, 2026).

Walk for Peace 2026 Perlihatkan Harmoni di Tengah Keberagaman Indonesia

Walk for Peace 2026 memperlihatkan bahwa nilai perdamaian dan toleransi masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perjalanan para Bhikkhu dari Bali menuju Borobudur menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan budaya dan keyakinan. (ANTARA, 2026).

Kehadiran masyarakat lintas agama yang ikut membantu perjalanan Bhikkhu menunjukkan bahwa harmoni sosial dapat tumbuh melalui tindakan sederhana dan rasa saling menghormati. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa. (Kabar Jombang, 2026).

Baca artikel menarik lainnya seputar peristiwa nasional, budaya, dan keberagaman hanya di Garap Media. Temukan berbagai informasi terbaru yang disajikan secara mendalam dan informatif untuk menambah wawasan pembaca setiap hari.

Ikuti juga perkembangan berita terkini mengenai perayaan Waisak, perjalanan spiritual, dan kisah inspiratif lainnya di Garap Media. Dukungan pembaca membantu kami menghadirkan informasi terpercaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /