Kebakaran Bar Bangkok yang terjadi di kawasan Chatuchak, Thailand, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Tragedi yang terjadi di Rong Beer Na Lat Phrao itu menjadi salah satu insiden kebakaran tempat hiburan paling mematikan di Bangkok dalam hampir dua dekade. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut (ANTARA, 2026).
Kronologi Kebakaran Bar Bangkok hingga Muncul Semburan Api
Kebakaran terjadi sesaat sebelum tengah malam waktu setempat ketika bar sedang dipadati pengunjung yang menikmati pertunjukan musik. Sejumlah saksi melihat asap muncul di dekat area panggung sebelum aliran listrik tiba-tiba padam. Tidak lama kemudian, kobaran api disertai semburan api besar muncul dari bagian depan bangunan sehingga memicu kepanikan pengunjung (detikNews, 2026).
Rekaman video yang beredar memperlihatkan para pengunjung berusaha menyelamatkan diri melalui pintu depan ketika api dengan cepat menyelimuti ruangan. Beberapa korban terlihat berlari keluar dengan pakaian yang terbakar, sementara kepulan asap tebal memenuhi seluruh area dalam bar sehingga menyulitkan proses evakuasi (detikNews, 2026).
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi berhasil mengendalikan api dalam waktu relatif singkat. Namun, sebagian besar korban ditemukan berada di area toilet dan bagian belakang bangunan yang tidak memiliki jendela. Otoritas menduga para korban berusaha berlindung dari kobaran api, tetapi akhirnya terjebak akibat asap pekat yang memenuhi ruangan (detikNews, 2026).
Dugaan Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Otoritas Thailand masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Hasil investigasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik yang berasal dari pendingin udara (AC) yang terpasang di langit-langit bangunan. Dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh (detikNews, 2026).
Selain dugaan korsleting listrik, para penyelidik juga memeriksa kemungkinan adanya faktor lain yang memperparah kebakaran. Sejumlah ahli menyoroti penggunaan dekorasi berbahan mudah terbakar, seperti busa akustik dan tanaman dekoratif sintetis, yang diduga mempercepat penyebaran api sekaligus menghasilkan asap beracun dalam jumlah besar.
Beberapa faktor yang menjadi fokus penyelidikan meliputi:
- Dugaan korsleting listrik pada sistem pendingin udara.
- Penggunaan material dekorasi yang mudah terbakar.
- Kondisi jalur evakuasi dan pintu darurat.
- Kepatuhan bangunan terhadap standar keselamatan kebakaran.
- Prosedur inspeksi keselamatan yang diterapkan sebelum insiden.
Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Menjadi Korban
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam musibah kebakaran tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi WNI di Thailand tetap aman (ANTARA, 2026; RRI, 2026).
Kemlu RI juga mengimbau WNI yang berada di Thailand agar tetap mengikuti arahan dari otoritas setempat serta segera menghubungi KBRI Bangkok apabila membutuhkan bantuan konsuler. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI di luar negeri sekaligus memastikan tidak ada warga Indonesia yang terdampak oleh insiden tersebut (ANTARA, 2026; RRI, 2026).
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Sulitnya Menyelamatkan Diri
Sejumlah korban selamat mengaku hanya memiliki waktu beberapa detik untuk menyelamatkan diri setelah api membesar. Mereka menyebut kepulan asap hitam dengan cepat memenuhi ruangan sehingga jarak pandang menjadi sangat terbatas dan banyak pengunjung tidak mengetahui arah menuju pintu keluar. Kesaksian tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan otoritas Thailand untuk mengevaluasi sistem keselamatan bangunan (detikNews, 2026).
Beberapa penyintas mengaku sempat mencoba membantu pengunjung lain keluar dari lokasi. Namun, kondisi ruangan yang gelap akibat listrik padam serta panas yang meningkat dengan cepat membuat proses evakuasi berlangsung sangat sulit dan menimbulkan banyak korban jiwa (detikNews, 2026).
Beberapa temuan awal yang menjadi perhatian dalam investigasi meliputi:
- Api menyebar sangat cepat setelah muncul dari area dalam bangunan.
- Asap pekat mengurangi jarak pandang dan menyulitkan evakuasi.
- Sejumlah korban ditemukan di bagian belakang bangunan dan area toilet.
- Otoritas masih memeriksa fungsi jalur evakuasi serta sistem keselamatan kebakaran (detikNews, 2026).
Suasana Duka Selimuti Lokasi Kebakaran di Bangkok
Beberapa hari setelah insiden, suasana duka masih menyelimuti lokasi kebakaran. Masyarakat Thailand, keluarga korban, dan kerabat datang membawa bunga, lilin, serta berbagai bentuk penghormatan sebagai ungkapan belasungkawa bagi para korban yang meninggal dunia. Lokasi kejadian juga dipenuhi pesan-pesan dukungan kepada keluarga korban (detikNews, 2026).
Pemerintah Thailand menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan berjanji mengusut tuntas penyebab kebakaran. Otoritas setempat juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah tempat hiburan lainnya untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang (detikNews, 2026).
Pemerintah Thailand Lanjutkan Investigasi Penyebab Kebakaran
Penyelidikan terhadap penyebab kebakaran masih terus berlangsung dengan melibatkan kepolisian, tim forensik, serta ahli keselamatan kebakaran. Otoritas akan memeriksa instalasi listrik, material bangunan, sistem proteksi kebakaran, dan kepatuhan pengelola terhadap regulasi keselamatan sebelum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut (detikNews, 2026).
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Bangkok terus memantau perkembangan situasi dan memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang terdampak. Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan apabila terdapat WNI yang membutuhkan layanan konsuler terkait peristiwa tersebut (ANTARA, 2026).
Tragedi kebakaran bar di Bangkok menjadi pengingat penting mengenai perlunya penerapan standar keselamatan yang ketat di tempat hiburan umum. Investigasi yang masih berlangsung diharapkan mampu mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang (detikNews, 2026).
Ikuti informasi internasional terbaru hanya di Garap Media. Kami akan terus menghadirkan berita yang akurat, mendalam, dan berdasarkan sumber-sumber terpercaya agar Anda memperoleh informasi yang lengkap dan mudah dipahami.
Jangan lewatkan artikel menarik lainnya di Garap Media seputar peristiwa dunia, kebijakan internasional, hingga perkembangan terkini yang berdampak bagi masyarakat global.
Referensi
