MARBLES resmi merilis single terbaru bertajuk “Catch Me” pada 12 Agustus 2026. Grup tersebut menggunakan permainan masa kecil petak umpet sebagai inspirasi untuk menggambarkan kisah cinta tentang seseorang yang ingin dikejar oleh orang yang disukainya. Konsep tersebut membuat “Catch Me” menghadirkan nuansa cinta yang ringan, manis, dan playful dengan sentuhan pop yang vibrant. (KapanLagi.com, 2026)
MARBLES Catch Me Mengangkat Petak Umpet sebagai Inspirasi
MARBLES menggunakan permainan petak umpet sebagai fondasi konsep “Catch Me”. Permainan tersebut memberikan gambaran sederhana mengenai seseorang yang bersembunyi sekaligus berharap untuk ditemukan. Konsep tersebut kemudian MARBLES ubah menjadi metafora mengenai perasaan seseorang yang memiliki rasa suka tetapi masih merasa malu untuk mengambil langkah pertama. (KapanLagi.com, 2026)
Anangga melihat permainan petak umpet sebagai konsep yang sesuai dengan dinamika hubungan dalam lagu. Ia menggambarkan karakter perempuan pemalu yang sebenarnya ingin mendapatkan perhatian dari laki-laki yang disukainya. Cerita tersebut memberikan “Catch Me” pendekatan romantis yang terasa dekat dengan pengalaman hubungan pada usia muda. (KapanLagi.com, 2026)
Konsep petak umpet memberikan beberapa elemen penting dalam cerita “Catch Me”:
- Permainan masa kecil menjadi sumber inspirasi utama.
- Karakter perempuan pemalu menjadi pusat cerita romantis.
- Keinginan untuk dikejar menjadi bagian dari konflik perasaan.
- Rasa suka menjadi dasar hubungan dalam lagu.
- Nuansa playful menjadi karakter utama dalam penyajian lagu.
Jebung Mengembangkan Frasa Catch Me dari Permainan Anak
Jebung menjadi salah satu songwriter yang terlibat dalam proses penciptaan “Catch Me”. Ide lagu tersebut muncul dari frasa “catch me” yang berarti “tangkap aku” dan hitungan yang mengingatkan pada permainan petak umpet. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi konsep lagu yang menggabungkan permainan anak-anak dengan cerita cinta. (KapanLagi.com, 2026)
Proses kreatif tersebut menunjukkan cara MARBLES menggunakan pengalaman sederhana sebagai bahan untuk menciptakan konsep musik. Permainan yang identik dengan masa kecil berubah menjadi gambaran mengenai seseorang yang ingin mendapatkan perhatian tanpa menyampaikan perasaannya secara langsung.
Unsur kreatif yang muncul dari proses tersebut meliputi:
- Frasa “catch me” menjadi titik awal ide lagu.
- Hitungan permainan memberikan identitas pada konsep.
- Petak umpet menjadi metafora hubungan romantis.
- Perasaan malu menjadi karakter emosional dalam cerita.
- Keinginan dikejar menjadi pesan utama lagu.
MARBLES Catch Me Membawa Warna Pop yang Lebih Vibrant
“Catch Me” membawa energi pop yang vibrant melalui perpaduan musik, lirik bilingual, dan performance yang dinamis. Pendekatan tersebut memperlihatkan sisi MARBLES yang lebih ekspresif setelah grup tersebut sebelumnya memperkenalkan diri melalui “Hompimpa”. (KapanLagi.com, 2026)
Lagu “Catch Me” juga memberikan warna yang berbeda dari karya sebelumnya. “Hompimpa” menghadirkan identitas MARBLES melalui permainan tradisional Indonesia, sedangkan “Catch Me” mengembangkan konsep permainan anak menjadi cerita romantis. Perubahan tersebut memperlihatkan upaya grup untuk mengeksplorasi karakter musik yang lebih luas.
Beberapa karakter musik “Catch Me” mencakup:
- Pop vibrant memberikan energi utama pada lagu.
- Lirik bilingual memperluas karakter musikal.
- Performance dinamis mendukung penampilan MARBLES.
- Konsep playful memperkuat identitas lagu.
- Cerita cinta ringan membuat tema lagu terasa relatable.
MARBLES Memperkenalkan Catch Me Sebelum Rilis Resmi
MARBLES sebenarnya sudah memperkenalkan “Catch Me” kepada publik sebelum single tersebut dirilis secara resmi. Grup tersebut membawakan lagu itu ketika menjadi pembuka showcase album Bernadya di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 25 Juli 2026. Penampilan tersebut memberikan kesempatan kepada penonton untuk mendengar lagu sebelum perilisan resminya. (ERA.id, 2026; IDN Times, 2026)
Penampilan tersebut juga menunjukkan respons awal terhadap lagu baru MARBLES. Kelima anggota MARBLES tampil membawakan “Catch Me” sebelum melanjutkan penampilan dengan “Hompimpa”. Penampilan tersebut memperlihatkan hubungan antara karya baru dan lagu debut mereka dalam satu rangkaian pertunjukan. (detikPop, 2026)
Catatan penampilan MARBLES di showcase tersebut mencakup:
- Lokasi: Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
- Tanggal: 25 Juli 2026.
- Lagu pembuka: “Catch Me”.
- Lagu lanjutan: “Hompimpa”.
- Status “Catch Me” saat itu: Belum dirilis secara resmi.
MARBLES Melanjutkan Perjalanan Setelah HOMPIMPA
“Catch Me” menjadi kelanjutan perjalanan MARBLES setelah “Hompimpa”. Grup tersebut sebelumnya menggunakan “Hompimpa” untuk memperkenalkan identitas mereka kepada publik melalui konsep permainan tradisional Indonesia. “Catch Me” kemudian mempertahankan unsur permainan tetapi mengubah konteksnya menjadi cerita cinta yang lebih manis. (KapanLagi.com, 2026)
MARBLES juga memperlihatkan perkembangan karakter melalui karya terbaru tersebut. Grup tersebut tidak hanya mempertahankan energi playful, tetapi juga menghadirkan sisi yang lebih lembut dan romantis. Perubahan tersebut memberikan ruang bagi MARBLES untuk menunjukkan ekspresi yang berbeda tanpa meninggalkan identitas mereka.
Perjalanan karya MARBLES dapat dilihat melalui beberapa tahapan:
- Hompimpa memperkenalkan identitas awal grup.
- Catch Me memperluas konsep permainan ke cerita cinta.
- Performance menjadi bagian penting dari penyampaian konsep.
- Lirik bilingual memperkaya karakter musik.
- Energi playful tetap menjadi salah satu ciri MARBLES.
Catch Me Resmi Dirilis MARBLES pada 12 Agustus 2026
MARBLES resmi merilis “Catch Me” pada 12 Agustus 2026. Single tersebut tersedia di berbagai platform streaming digital sehingga penggemar dapat menikmati karya terbaru grup secara resmi. (KapanLagi.com, 2026)
Perilisan tersebut melanjutkan momentum yang sudah dibangun MARBLES sejak penampilan perdana lagu di showcase Bernadya. Kehadiran “Catch Me” juga memberikan kesempatan bagi publik untuk menikmati konsep petak umpet dalam bentuk lagu pop dengan cerita romantis.
Informasi utama mengenai “Catch Me” meliputi:
- Artis: MARBLES.
- Judul: “Catch Me”.
- Tanggal rilis: 12 Agustus 2026.
- Konsep: Petak umpet dan kisah cinta.
- Genre atau warna musik: Pop vibrant.
- Karakter: Playful, manis, dan ekspresif.
- Platform: Streaming digital.
MARBLES Catch Me Menawarkan Kisah Cinta yang Playful
“Catch Me” menghadirkan cara berbeda bagi MARBLES dalam menggambarkan perasaan romantis. Lagu tersebut menggunakan permainan petak umpet sebagai simbol seseorang yang ingin ditemukan sekaligus masih menyimpan rasa malu untuk mengungkapkan perasaan. Konsep tersebut membuat cerita cinta dalam lagu terasa ringan tanpa kehilangan sisi emosionalnya. (KapanLagi.com, 2026)
Perilisan “Catch Me” juga menunjukkan perkembangan MARBLES sebagai grup yang terus mengeksplorasi konsep. Grup tersebut menghubungkan permainan masa kecil dengan pengalaman cinta yang lebih dewasa melalui musik pop, lirik bilingual, dan performance yang dinamis. Kehadiran single ini menjadi bagian baru dalam perjalanan MARBLES setelah “Hompimpa”.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan MARBLES dan kabar musik Indonesia lainnya melalui Garap Media. Informasi mengenai rilisan terbaru, perjalanan musisi, dan karya baru dapat menjadi pilihan bacaan bagi penggemar musik yang ingin mengikuti perkembangan industri hiburan.
Pembaca juga dapat menemukan artikel musik lainnya di Garap Media untuk mengetahui karya terbaru dari musisi dan grup Indonesia. Perkembangan MARBLES melalui “Catch Me” menjadi salah satu cerita musik yang menarik untuk diikuti setelah grup tersebut memperkenalkan identitasnya melalui “Hompimpa”.
Referensi
