Garap Media – Perlombaan kecerdasan buatan di Asia semakin menarik perhatian dunia. China selama ini menjadi salah satu kekuatan utama AI di luar Amerika Serikat, tetapi India mulai membangun fondasi yang membuat posisinya semakin diperhitungkan. Pemerintah India bahkan menjadikan pengembangan AI sebagai bagian penting dari strategi teknologi nasional.
Menariknya, kekuatan India bukan hanya terletak pada perusahaan teknologi besar. Negara tersebut memiliki kombinasi talenta digital, startup, pasar domestik yang luas, kemampuan pengembangan model AI, serta dukungan pemerintah yang semakin agresif. Jika strategi ini berhasil, India mengejar China di AI bukan sekadar menjadi slogan, tetapi dapat menjadi perubahan penting dalam peta teknologi Asia.
1. India Memiliki Modal Talenta dan Startup yang Besar
Kekuatan pertama India adalah sumber daya manusia. Negara tersebut memiliki basis tenaga teknologi dan komunitas pengembang yang besar, sehingga menjadi modal penting ketika AI berkembang dengan cepat. Pemerintah India melalui IndiaAI Mission juga membangun program untuk memperluas keterampilan AI, termasuk fellowship untuk mahasiswa dan peneliti. Laporan Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India menyebut program tersebut mencakup dukungan bagi 500 mahasiswa PhD, 8.000 mahasiswa sarjana, dan 5.000 mahasiswa pascasarjana. Ini menunjukkan bahwa India tidak hanya mengejar penggunaan AI, tetapi juga mencoba memperbesar basis manusia yang mampu mengembangkan teknologi tersebut.
Kekuatan kedua berada pada ekosistem startup. India memiliki perusahaan rintisan yang bergerak dalam AI generatif, model bahasa, kesehatan, layanan perusahaan, hingga aplikasi berbasis bahasa lokal. IndiaAI Mission pada 2026 menyatakan telah memilih 12 tim untuk mengembangkan foundational model atau large language model domestik. Pemerintah juga menyediakan dukungan komputasi agar startup dan akademisi dapat mengakses infrastruktur AI dengan biaya yang lebih terjangkau. Kombinasi antara talenta, startup, dan dukungan komputasi ini menjadi fondasi penting bagi ambisi India di sektor AI.
2. India Mulai Membangun Infrastruktur AI Sendiri
Kekuatan kedua yang sering kurang mendapat perhatian adalah infrastruktur komputasi. AI modern membutuhkan GPU dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model, sehingga negara yang ingin memiliki ekosistem AI mandiri harus memiliki akses terhadap kapasitas komputasi. IndiaAI Mission telah menyediakan lebih dari 38.000 GPU melalui fasilitas komputasi bersama dan menghubungkannya dengan sejumlah penyedia cloud. Pada Februari 2026, pemerintah India juga mengumumkan rencana menambah 20.000 GPU di atas kapasitas yang sudah tersedia. Angka tersebut memperlihatkan bahwa New Delhi mulai melihat compute sebagai infrastruktur strategis.
India juga memiliki AIRAWAT-PSAI, sistem komputasi AI yang digunakan oleh peneliti, institusi akademik, startup, dan industri. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India melaporkan kapasitas AIRAWAT-PSAI telah mencapai 538 AI PF setelah peningkatan, dengan lebih dari 1.300 pengguna dan lebih dari 300 proyek yang terkait dengan sistem tersebut. Infrastruktur semacam ini penting karena pengembangan AI tidak cukup hanya dengan memiliki programmer. Negara juga membutuhkan pusat data, GPU, cloud, dataset, jaringan, dan energi untuk mengubah kemampuan manusia menjadi produk AI yang bisa digunakan secara luas.
3. India Memiliki Strategi AI yang Dirancang untuk Skala Nasional
Kekuatan ketiga adalah cara India membangun AI melalui strategi nasional. IndiaAI Mission diluncurkan pada 2024 dengan anggaran sebesar 10.372 crore rupee untuk membangun ekosistem AI domestik. Program tersebut mencakup compute capacity, foundational models, dataset, pengembangan aplikasi, keterampilan, pendanaan startup, serta AI yang aman dan tepercaya. Strategi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah India tidak hanya mengejar satu perusahaan AI, melainkan mencoba membangun rantai ekosistem dari infrastruktur sampai aplikasi. Pendekatan ini dapat memberikan keuntungan ketika persaingan AI semakin membutuhkan investasi dalam skala besar.
Namun, mengejar China bukan berarti India sudah memiliki posisi yang sama. Stanford AI Index 2026 mencatat Amerika Serikat masih jauh memimpin investasi AI swasta global, sementara China memiliki posisi yang jauh lebih besar dibanding banyak negara lain dalam ekosistem AI. Bahkan Stanford menilai infrastruktur AI masih tersebar tidak merata secara global, sehingga kemampuan sebuah negara untuk membangun compute domestik menjadi semakin strategis. Karena itu, kekuatan India saat ini lebih tepat dilihat sebagai pembangunan fondasi untuk memperkecil kesenjangan dan memperbesar pengaruhnya dalam persaingan AI Asia.
Penutup
Persaingan AI Asia tidak lagi hanya berbicara mengenai China. India sedang membangun kekuatan melalui talenta teknologi, pertumbuhan startup, infrastruktur komputasi, model AI domestik, dan kebijakan nasional yang semakin terintegrasi. Lebih dari 38.000 GPU yang telah tersedia melalui IndiaAI Mission dan rencana tambahan 20.000 GPU menunjukkan bahwa pemerintah mulai memperlakukan kapasitas komputasi sebagai bagian penting dari kedaulatan teknologi.
Pertanyaan berikutnya bukan sekadar apakah India mampu mengejar China, tetapi seberapa cepat ekosistem tersebut dapat menghasilkan perusahaan AI, model bahasa, dan teknologi yang mampu bersaing di pasar global. Jika investasi infrastruktur berjalan bersama peningkatan talenta dan inovasi startup, India berpotensi menjadi salah satu pusat AI penting di Asia. Perlombaan tersebut masih panjang, tetapi satu hal sudah terlihat: peta kekuatan AI Asia semakin tidak hanya berpusat pada satu negara.
Sumber Referensi
- Press Information Bureau – Government of India: India to Add 20,000 GPUs Beyond Existing 38,000
https://www.pib.gov.in/PressReleseDetailm.aspx?PRID=2229171&lang=1®=3 - Press Information Bureau – Government of India: India AI Mission
https://www.pib.gov.in/PressReleasePage.aspx?PRID=2227612&lang=1®=3 - Ministry of Electronics & Information Technology – Annual Report 2025–2026
https://www.meity.gov.in/static/uploads/2026/04/46face7d48c8f6a97030f713ad5fdab4.pdf - Stanford Institute for Human-Centered AI – 2026 AI Index Report: Economy
https://hai.stanford.edu/ai-index/2026-ai-index-report/economy - Stanford Institute for Human-Centered AI – 2026 AI Index Report: Policy and Governance
https://hai.stanford.edu/ai-index/2026-ai-index-report/policy-and-governance
