Kebakaran Bromo Padam, TNBTS Dibuka Lagi untuk Wisatawan 20 Agustus 2026

Last Updated: 19 August 2026, 00:53

Bagikan:

Bromo Dibuka Lagi
Kebakaran Bromo berhasil dipadamkan setelah penanganan selama 13 hari, sementara kawasan TNBTS dijadwalkan kembali dibuka untuk wisatawan pada 20 Agustus 2026. Sumber gambar: Instagram @puspen_TNI.
Table of Contents

Kebakaran Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama 13 hari. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan kawasan wisata TNBTS akan kembali dibuka untuk wisatawan mulai Kamis, 20 Agustus 2026, setelah pemerintah menyatakan kondisi kawasan sudah aman untuk aktivitas wisata (IndonesiaOnline, 2026).

Kebakaran Bromo Berlangsung Selama 13 Hari di Kawasan TNBTS

Kebakaran Bromo mulai melanda kawasan TNBTS pada awal Agustus 2026. Api kemudian meluas ke sejumlah area konservasi dan membakar vegetasi yang berada di kawasan Gunung Bromo.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 520 hektare pada 9 Agustus 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa api sempat membesar dan mendorong TNBTS menutup seluruh pintu masuk wisata untuk melindungi pengunjung serta mendukung operasi pemadaman (BNPB, 2026).

Kondisi kebakaran juga membuat petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Angin kencang mempercepat penyebaran api, sedangkan medan terjal menyulitkan petugas menjangkau beberapa titik kebakaran.

Beberapa kondisi utama selama penanganan kebakaran meliputi:

  • Vegetasi kering mempercepat penyebaran api di kawasan konservasi.
  • Angin kencang meningkatkan risiko munculnya titik api baru.
  • Medan sulit menghambat pemadaman melalui jalur darat.
  • Jarak sumber air membatasi efektivitas operasi water bombing.
  • Kawasan wisata ditutup untuk menjaga keselamatan pengunjung.

Raja Juli Antoni Pastikan Kebakaran Bromo Sudah Padam

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan perkembangan terbaru kebakaran Bromo dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Raja Juli menyatakan tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran setelah melakukan penanganan selama 13 hari (IndonesiaOnline, 2026).

Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Kementerian Kehutanan, TNBTS, BNPB, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat ikut mendukung operasi pemadaman di lapangan.

Data terbaru Kementerian Kehutanan mencatat luas kawasan TNBTS yang terdampak kebakaran mencapai 1.120 hektare. Angka tersebut lebih besar dibandingkan data sementara BNPB yang mencatat sekitar 520 hektare pada 9 Agustus karena proses pemetaan dan pendataan terus berkembang selama penanganan kebakaran (IndonesiaOnline, 2026; BNPB, 2026).

Operasi Water Bombing Membantu Pemadaman Kebakaran Bromo

Tim gabungan menggunakan metode pemadaman darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran Bromo. Operasi udara menggunakan dua helikopter water bombing milik BNPB, sedangkan BPBD Jawa Timur mengerahkan helikopter drone sprayer untuk membantu menjangkau lokasi yang sulit diakses (IndonesiaOnline, 2026).

Operasi udara menghadapi kendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Jarak tersebut membuat jumlah sortie water bombing menjadi terbatas.

Penanganan darat tetap menjadi bagian penting dalam operasi pemadaman. Petugas melakukan penyisiran, pendinginan, dan pemantauan terhadap area yang berpotensi menyimpan bara.

Upaya pemadaman melibatkan sejumlah unsur, antara lain:

  • Manggala Agni menangani pemadaman di kawasan hutan.
  • TNBTS mengawasi kawasan konservasi dan aktivitas wisata.
  • BNPB memberikan dukungan operasi udara.
  • BPBD membantu penanganan kebakaran di lapangan.
  • TNI dan Polri mendukung pengamanan serta operasi pemadaman.
  • Masyarakat Peduli Api membantu penanganan di sejumlah titik.

TNBTS Dibuka Kembali pada 20 Agustus 2026

Pemerintah menetapkan 20 Agustus 2026 sebagai tanggal pembukaan kembali kawasan TNBTS untuk wisatawan. Keputusan tersebut mengikuti pernyataan Raja Juli Antoni setelah pemerintah menyatakan kebakaran telah berhasil dipadamkan (IndonesiaOnline, 2026).

Pembukaan kembali kawasan TNBTS memberikan kesempatan bagi pelaku wisata dan masyarakat sekitar untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Penutupan kawasan sebelumnya berdampak terhadap kegiatan ekowisata dan pendapatan masyarakat yang bergantung pada kunjungan wisatawan.

Raja Juli meminta wisatawan menjaga kawasan TNBTS setelah pembukaan kembali. Menteri Kehutanan juga mengingatkan pengunjung agar tidak menggunakan api secara sembarangan selama berada di kawasan taman nasional (IndonesiaOnline, 2026).

Pengunjung perlu memperhatikan beberapa hal setelah kawasan wisata kembali dibuka:

  • Wisatawan harus mematuhi aturan TNBTS.
  • Pengunjung harus menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
  • Wisatawan tidak boleh membuang puntung rokok sembarangan.
  • Pengunjung perlu menghindari penggunaan api unggun.
  • Wisatawan harus mengikuti arahan petugas di kawasan wisata.

Kebakaran Bromo Mengancam Ekowisata dan Lingkungan TNBTS

Kebakaran Bromo tidak hanya mengganggu kegiatan wisata, tetapi juga berdampak terhadap ekosistem kawasan konservasi. Api membakar vegetasi kering dan sejumlah tanaman khas kawasan Bromo selama proses kebakaran berlangsung.

Jatimnet melaporkan bahwa kebakaran yang terjadi pada awal Agustus sempat berdampak pada sekitar 520 hektare kawasan TNBTS. Tim gabungan kemudian memperkuat operasi dengan tiga helikopter water bombing, mobil pemadam, drone water spray, serta ratusan personel untuk mengendalikan penyebaran api (Jatimnet, 2026).

Pembukaan kembali kawasan tidak berarti risiko kebakaran langsung hilang. Kondisi musim kemarau tetap membutuhkan kewaspadaan karena vegetasi kering dapat kembali menjadi bahan bakar apabila terdapat sumber api.

Wisata Bromo Kembali Dibuka Setelah Kebakaran Padam

Pembukaan TNBTS pada 20 Agustus 2026 menjadi langkah pemerintah untuk mengembalikan aktivitas wisata setelah operasi pemadaman selesai. Pemerintah tetap meminta wisatawan menjaga kawasan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Pembaca dapat mengikuti perkembangan wisata Gunung Bromo dan informasi destinasi lainnya melalui Garap Media. Artikel lain di Garap Media juga dapat membantu pembaca mengetahui kondisi terbaru destinasi wisata setelah mengalami bencana.

Informasi mengenai kebakaran hutan, kawasan konservasi, dan pariwisata Indonesia juga tersedia melalui artikel lain di Garap Media. Pembaca dapat mengikuti pembaruan tersebut untuk mengetahui aturan kunjungan dan perkembangan destinasi wisata terbaru.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /