Dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Manfred Fatem tewas dalam kontak tembak dengan aparat TNI di Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026) malam. Kedua anggota yang tewas adalah Arso Aisnak dan Yohanes KY, yang disebut memiliki posisi penting dalam struktur kelompok OPM Kodap IV Sorong Raya. (detikSulsel, 2026)
Kontak Tembak OPM Maybrat Terjadi di Kawasan Hutan Distrik Aifat
Kontak tembak OPM Maybrat terjadi ketika pasukan gabungan TNI mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata di kawasan hutan bagian utara Distrik Aifat. Pasukan gabungan tersebut melibatkan Denkul IV Satgas Rajawali V Koops Habema dan Satgas Yonif Marinir yang diperkuat Yonif 764-IB di bawah kendali Kogabwilhan III. (ANTARA, 2026)
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan aparat memperoleh informasi mengenai pergerakan kelompok pimpinan Manfred Fatem melalui pemantauan intelijen. Kelompok tersebut disebut bergerak menuju kawasan permukiman warga sebelum aparat melakukan tindakan pengamanan. (ANTARA, 2026)
Aparat TNI mengutamakan pendekatan persuasif sebelum kontak senjata berlangsung. Personel gabungan meminta kelompok tersebut menyerahkan diri dan meletakkan senjata, tetapi menurut keterangan aparat, kelompok tersebut merespons dengan tembakan. (Kompas.id, 2026)
Arso Aisnak dan Yohanes KY Tewas dalam Kontak Senjata
Kontak senjata tersebut menewaskan Arso Aisnak dan Yohanes KY. Arso Aisnak tercatat sebagai Komandan Komando Wilayah Pertahanan II TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, sedangkan Yohanes KY disebut sebagai Komandan Batalyon Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya. (ANTARA, 2026)
Pihak TNI menyatakan Manfred Fatem tidak termasuk dua orang yang tewas dalam insiden tersebut. Manfred Fatem bersama anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri ke kawasan hutan setelah kontak senjata berlangsung. (ANTARA, 2026)
Pihak TNI juga menyatakan seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut berada dalam kondisi selamat. Aparat kemudian melanjutkan pengejaran terhadap anggota kelompok yang meninggalkan lokasi kontak senjata. (detikSulsel, 2026)
TNI Amankan Senjata Api dan Amunisi dari Lokasi Maybrat
Penyisiran lokasi kontak tembak menghasilkan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan kelompok bersenjata. Aparat mengamankan barang-barang tersebut sebagai bagian dari penanganan pascakejadian.
Barang yang diamankan aparat meliputi:
- satu pucuk senjata api jenis revolver;
- sepuluh butir amunisi;
- satu unit alat komunikasi HT;
- satu bendera Bintang Kejora;
- sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
Temuan tersebut memperkuat penanganan aparat terhadap kelompok bersenjata yang terlibat dalam kontak tembak. Aparat masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang meninggalkan kawasan tersebut. (detikSulsel, 2026)
Pengejaran Anggota OPM Berlanjut Setelah Kontak Tembak
Operasi aparat di Maybrat belum berhenti setelah dua anggota OPM tewas. Personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri ke kawasan hutan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan lanjutan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. (Kompas.id, 2026)
Pihak TNI menyatakan operasi tetap mengedepankan kehati-hatian dan profesionalisme. Aparat juga menempatkan pertimbangan kemanusiaan sebagai bagian dari pelaksanaan operasi keamanan di wilayah Papua Barat Daya. (detikSulsel, 2026)
Selain tindakan keamanan, aparat juga menyampaikan ajakan kepada anggota kelompok bersenjata untuk menghentikan kekerasan. Ajakan tersebut membuka ruang bagi penyelesaian melalui jalan damai dan persatuan di Papua. (detikSulsel, 2026)
Penyelesaian Konflik Papua Membutuhkan Pendekatan Keamanan dan Damai
Peristiwa di Maybrat menunjukkan bahwa aktivitas kelompok bersenjata masih menjadi persoalan keamanan di sejumlah wilayah Papua. Kontak senjata juga menunjukkan adanya risiko terhadap stabilitas dan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi. (ANTARA, 2026)
Pemerintah dan aparat keamanan perlu menjaga keseimbangan antara penegakan hukum, perlindungan masyarakat, dan pendekatan damai. Upaya tersebut dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih aman sekaligus membuka ruang bagi penyelesaian konflik secara berkelanjutan.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan isu keamanan Papua melalui berbagai berita terbaru di Garap Media. Informasi mengenai kebijakan pemerintah, dinamika politik, dan kondisi sosial di berbagai daerah juga dapat menjadi rujukan untuk memahami perkembangan Indonesia secara lebih luas.
Garap Media juga menghadirkan artikel lain yang membahas peristiwa nasional dan isu sosial dengan informasi yang disusun secara ringkas dan mendalam. Pembaca dapat mengikuti artikel terkait untuk mendapatkan konteks yang lebih lengkap mengenai perkembangan keamanan dan politik di Indonesia.
Referensi
