Eskalator Stasiun Duri, Jakarta Barat, mendadak bergerak mundur saat digunakan penumpang pada Sabtu (3/10/2026). KAI Commuter menemukan gangguan pada sistem penggerak sebagai penyebab insiden yang membuat 12 penumpang mengalami luka ringan. Tim teknis kini memperbaiki fasilitas tersebut dan akan melakukan uji kelayakan sebelum eskalator kembali digunakan. (detikNews, 2026).
Gangguan Sistem Penggerak Menyebabkan Eskalator Stasiun Duri Mundur
KAI Commuter menemukan gangguan sistem penggerak setelah melakukan pemeriksaan bersama PT KAI dan mitra terkait. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pemeriksaan menemukan masalah pada sistem penggerak eskalator. Gangguan tersebut membuat eskalator yang seharusnya bergerak naik justru bergerak mundur ketika digunakan penumpang. (detikFinance, 2026).
KAI Commuter belum menjelaskan komponen spesifik yang mengalami kerusakan pada sistem penggerak. Perusahaan memilih melakukan pemeriksaan dan perbaikan lebih lanjut untuk memastikan sumber gangguan dapat ditangani secara menyeluruh. Tim teknis juga akan melakukan pengujian setelah perbaikan selesai. (detikNews, 2026).
Insiden Eskalator Stasiun Duri Melukai 12 Penumpang
Insiden terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di eskalator yang berada pada area akses menuju jalur 5 Stasiun Duri. Eskalator awalnya beroperasi untuk membawa penumpang ke arah atas sebelum mengalami gangguan dan bergerak berlawanan arah. Perubahan arah tersebut membuat sejumlah pengguna kehilangan keseimbangan dan terjatuh. (detikNews, 2026).
KAI Commuter mencatat 12 penumpang mengalami luka akibat kejadian tersebut. Data perusahaan menunjukkan 10 korban merupakan orang dewasa, sedangkan dua korban lainnya merupakan anak-anak. Petugas Stasiun Duri kemudian mengevakuasi seluruh korban menuju Pos Kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan awal. (ANTARA, 2026).
Penanganan korban kemudian berlanjut ke fasilitas kesehatan. Rincian penanganan korban meliputi:
- Lima korban melanjutkan perjalanan setelah mendapatkan penanganan.
- Lima korban dirujuk ke RS Duta Indah.
- Dua korban menjalani observasi lebih lanjut.
KAI Commuter juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja Putera untuk menjamin biaya perawatan dan pengobatan seluruh pengguna yang terdampak. (detikNews, 2026).
KAI Commuter Menghentikan Operasional Eskalator Stasiun Duri
KAI Commuter langsung menghentikan penggunaan eskalator setelah insiden terjadi. Petugas juga mengamankan area fasilitas untuk mencegah penumpang kembali menggunakan eskalator yang mengalami gangguan. (ANTARA, 2026).
Perbaikan fasilitas masih berlangsung pada Minggu (4/10/2026). Tim teknis melakukan perbaikan secara intensif untuk memastikan eskalator kembali berfungsi dengan aman. KAI Commuter belum menetapkan waktu pasti pembukaan kembali eskalator karena perusahaan masih menunggu penyelesaian pemeriksaan teknis. (detikNews, 2026).
Selama perbaikan berlangsung, penumpang tetap dapat mengakses jalur terkait melalui fasilitas alternatif. Petugas mengarahkan penumpang menuju tangga manual untuk perjalanan ke Peron 5 arah Tangerang. Penumpang prioritas juga dapat menggunakan lift yang berada di belakang musala. (detikNews, 2026).
Uji Kelayakan Menjadi Tahap Sebelum Eskalator Kembali Beroperasi
KAI Commuter akan melakukan uji kelayakan setelah tim teknis menyelesaikan perbaikan. Pengujian tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan sistem penggerak dapat bekerja sesuai standar keselamatan. Perusahaan juga perlu memastikan eskalator tidak kembali mengalami gangguan ketika membawa penumpang. (detikNews, 2026).
Proses tersebut membuat eskalator belum dapat langsung digunakan setelah perbaikan selesai. KAI Commuter menempatkan keselamatan pengguna sebagai pertimbangan utama sebelum membuka kembali fasilitas tersebut. Langkah itu juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap fasilitas transportasi publik yang digunakan banyak penumpang setiap hari.
Insiden Stasiun Duri menunjukkan bahwa gangguan pada sistem penggerak dapat memengaruhi keselamatan pengguna fasilitas publik. Pemeriksaan teknis dan uji kelayakan menjadi langkah penting untuk memastikan fasilitas kembali beroperasi dalam kondisi aman. (ANTARA, 2026).
KAI Commuter juga masih memberikan pendampingan kepada seluruh korban yang terdampak insiden. Informasi mengenai kondisi korban dan perkembangan perbaikan eskalator menjadi bagian dari penanganan lanjutan setelah kejadian. (detikNews, 2026).
Pembaca dapat mengikuti perkembangan transportasi publik dan berbagai peristiwa terbaru melalui artikel lain di Garap Media. Informasi lanjutan mengenai layanan KRL, fasilitas stasiun, serta kebijakan transportasi juga dapat membantu pembaca memahami perubahan layanan di lapangan.
Garap Media akan terus menghadirkan berita aktual dari berbagai sektor untuk membantu pembaca mendapatkan informasi secara cepat dan lengkap. Pembaca dapat membaca artikel lainnya untuk mengikuti perkembangan peristiwa nasional dan isu transportasi publik terbaru.
Referensi
