Garap Media – Ekonomi digital Indonesia memasuki fase baru yang semakin kompetitif. Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia hampir mencapai US$100 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen secara tahunan. Indonesia juga masih menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan e-commerce sebagai kontributor terbesar terhadap nilai transaksi digital nasional. (blog.google)
Besarnya pasar tersebut membuat persaingan tidak lagi sekadar memperebutkan pengguna aplikasi. Perusahaan kini berlomba menguasai transaksi, pembayaran, perhatian konsumen, data, hingga teknologi kecerdasan buatan. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,66 miliar transaksi pada November 2025, tumbuh 41,12 persen secara tahunan, sementara transaksi QRIS tumbuh 143,64 persen. (Bank Indonesia) Pertanyaannya, ketika ekonomi digital Indonesia semakin besar, siapa yang paling berpeluang menjadi pemenangnya?
1. E-Commerce dan Video Commerce
Sektor pertama yang berpotensi menjadi pemenang adalah e-commerce yang kini semakin menyatu dengan video commerce. Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan GMV e-commerce Indonesia mencapai US$71 miliar pada 2025, tumbuh lebih dari 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Video commerce menjadi salah satu mesin pertumbuhan terbesarnya, dengan volume transaksi melonjak 90 persen menjadi sekitar 2,6 miliar transaksi. Jumlah penjual dan toko daring juga meningkat 75 persen hingga mencapai sekitar 800 ribu. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat membeli barang melalui konten video bukan lagi sekadar tren sementara. (blog.google)
Persaingan berikutnya kemungkinan akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan menggabungkan hiburan dan transaksi dalam satu pengalaman. Konsumen tidak selalu datang ke platform hanya untuk mencari produk, tetapi dapat menemukan barang melalui video, kreator, rekomendasi dan interaksi sosial. Model tersebut membuat perhatian pengguna menjadi aset ekonomi yang semakin penting. Platform yang mampu mengubah perhatian menjadi transaksi secara efisien memiliki peluang memperkuat posisinya. Namun, persaingan juga akan semakin ketat karena pelaku bisnis harus menjaga harga, kualitas layanan, kepercayaan konsumen dan loyalitas pengguna.
2. Pembayaran Digital dan Fintech
Sektor kedua adalah pembayaran digital dan fintech yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi digital. Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital terus tumbuh kuat, sementara QRIS semakin luas digunakan oleh masyarakat dan pelaku usaha. Pada semester I 2025, QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant, dengan 93,16 persen merchant berasal dari UMKM. Nilai transaksi QRIS pada periode tersebut mencapai Rp579 triliun. (Bank Indonesia) Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran telah bergerak jauh melampaui konsumen di kota-kota besar.
Peluang terbesar berikutnya berada pada kemampuan fintech memperluas layanan setelah transaksi terjadi. Data pembayaran dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pembiayaan, pengelolaan keuangan dan layanan bisnis. Namun, perusahaan tetap harus menghadapi tuntutan keamanan, perlindungan konsumen dan kepatuhan terhadap regulasi. Persaingan tidak hanya akan terjadi antara perusahaan teknologi, tetapi juga dengan bank dan institusi keuangan yang semakin agresif mengembangkan layanan digital. Pemenangnya kemungkinan adalah perusahaan yang mampu menawarkan layanan sederhana, aman dan benar-benar dibutuhkan pengguna.
3. AI dan Infrastruktur Digital
Sektor ketiga yang berpotensi mengubah peta ekonomi digital Indonesia adalah Artificial Intelligence atau AI. Laporan Google, Temasek, dan Bain menunjukkan AI mulai menjadi penggerak fase baru ekonomi digital Asia Tenggara, dengan lebih dari US$2,3 miliar investasi mengalir ke lebih dari 680 startup AI di kawasan dalam 12 bulan terakhir yang dihimpun dalam laporan tersebut. Perkembangan AI juga mendorong kebutuhan terhadap cloud computing, pusat data dan infrastruktur digital. Kapasitas data center Asia Tenggara bahkan diproyeksikan tumbuh 180 persen berdasarkan laporan tersebut. (Temasek)
Bagi Indonesia, peluangnya tidak hanya berada pada perusahaan yang membuat model AI. Bisnis lokal dapat memanfaatkan AI untuk otomatisasi, layanan pelanggan, pemasaran, analisis data dan pengembangan produk. Infrastruktur juga menjadi semakin penting karena pertumbuhan AI membutuhkan komputasi dan penyimpanan data dalam jumlah besar. Perusahaan yang mampu menyediakan teknologi dengan biaya efisien sekaligus menjaga keamanan data dapat memperoleh posisi strategis. Dalam jangka panjang, AI berpotensi menjadi lapisan teknologi yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi digital Indonesia.
Penutup
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membuka arena persaingan yang semakin besar. E-commerce dan video commerce menguasai transaksi serta perhatian konsumen, fintech membangun fondasi pembayaran, sedangkan AI berpotensi menjadi teknologi yang mengubah hampir seluruh sektor. Data e-Conomy SEA 2025 memperlihatkan ekonomi digital Indonesia sudah mendekati GMV US$100 miliar dan seluruh sektor utama masih mencatat pertumbuhan dua digit. (blog.google)
Namun, belum tentu hanya satu perusahaan yang akan menjadi pemenang. Ekosistem digital justru kemungkinan berkembang melalui persaingan dan kolaborasi antara platform, bank, startup, UMKM, kreator dan perusahaan teknologi. Faktor penentunya akan bergeser dari sekadar jumlah pengguna menuju kemampuan menghasilkan nilai, membangun kepercayaan dan menjaga profitabilitas. Ekonomi digital Indonesia semakin besar, tetapi pertanyaan terpenting sekarang bukan siapa yang paling besar, melainkan siapa yang mampu bertahan ketika persaingan memasuki babak berikutnya.
Sumber Referensi
- Google Indonesia – e-Conomy SEA 2025: Ekonomi Digital Indonesia Mendekati GMV US$100 Miliar
https://blog.google/intl/id-id/company-news/outreach-initiatives/e-conomy-sea-2025-ekonomi-digital-indonesia-mendekati-gmv-us100-miliar/ - Temasek – e-Conomy SEA 2025 Report
https://www.temasek.com.sg/en/news-and-resources/news-room/news/2025/e-conomy-sea-2025-report-aseans-digital-economy-poised-to-surpass-300-billion - Bank Indonesia – Tinjauan Kebijakan Moneter Desember 2025
https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/TKM-Desember-2025.aspx
