Lafa Pratomo Gandeng Nadhif Basalamah dan Hursa Lewat “Bukan Kendalimu”

Last Updated: 29 August 2026, 01:01

Bagikan:

Lafa Pratomo Nadhif Basalamah Hursa Bukan Kendalimu
Lafa Pratomo, Nadhif Basalamah, dan Hursa menghadirkan kolaborasi terbaru melalui single “Bukan Kendalimu” yang menggabungkan karakter musik ketiganya. Sumber gambar: Media Indonesia.
Table of Contents

Lafa Pratomo, Nadhif Basalamah, dan Hursa resmi merilis single kolaborasi “Bukan Kendalimu” pada 25 Agustus 2026. Lagu tersebut menjadi rilisan kedua dari proyek EP perdana Lafa Pratomo bersama KithLabo yang bertajuk Garis Tegak dan membawa pesan tentang menerima hal-hal yang berada di luar kendali manusia (Medcom, 2026; Mave Magz, 2026).

Bukan Kendalimu Jadi Kolaborasi Lafa Pratomo, Nadhif Basalamah, dan Hursa

“Bukan Kendalimu” mempertemukan tiga karakter musik melalui peran Lafa Pratomo sebagai produser, Nadhif Basalamah sebagai penyanyi-penulis lagu, dan Hursa sebagai grup musik. Ketiga musisi tersebut membangun lagu melalui diskusi mengenai pengalaman pribadi dan kesedihan di Syaip Studio, Jakarta Selatan (Media Indonesia, 2026).

Proses kreatif tersebut menghasilkan lagu yang mengajak pendengar menghadapi kenyataan tanpa terus menyesali sesuatu yang tidak dapat dikendalikan. Lafa Pratomo, Nadhif Basalamah, dan Hursa kemudian menerjemahkan gagasan tersebut melalui lirik yang menempatkan penerimaan sebagai bagian penting dari kehidupan (IDN Times, 2026).

Lagu “Bukan Kendalimu” memiliki beberapa karakter utama yang menjadi bagian dari kolaborasi tersebut:

  • Lafa Pratomo bertindak sebagai produser dan pengarah aransemen.
  • Nadhif Basalamah membawa karakter vokal dan petikan gitar akustik.
  • Hursa menghadirkan eksplorasi musik dengan time signature yang dinamis.
  • Ketiga musisi mengembangkan materi berdasarkan pengalaman personal.
  • Lagu menjadi rilisan kedua dari EP Garis Tegak.

Lafa Pratomo Gabungkan Karakter Musik Nadhif dan Hursa

“Bukan Kendalimu” menggabungkan karakter pop Nadhif Basalamah dengan eksplorasi musikal Hursa. Nadhif menghadirkan petikan gitar akustik yang intim, sedangkan Hursa memperkaya aransemen melalui permainan time signature yang dinamis (Medcom, 2026).

Lafa Pratomo kemudian menyatukan dua pendekatan tersebut melalui proses produksi yang tetap mempertahankan identitas setiap kolaborator. Hasil produksi tersebut menciptakan perpaduan yang terdengar berbeda dari karya solo Nadhif maupun karakter musik Hursa sebelumnya (Mave Magz, 2026).

Nadhif juga melihat kolaborasi tersebut sebagai pengalaman yang memberikan warna berbeda dalam perjalanan musiknya. Perbedaan karakter tersebut justru menghasilkan keseimbangan antara pendekatan musik Nadhif dan eksplorasi Hursa (Media Indonesia, 2026).

Bukan Kendalimu Lahir dari Proses Produksi yang Singkat

Proses pembuatan “Bukan Kendalimu” berlangsung melalui satu kali workshop dan dua sesi studio. Sekitar 80 persen materi lagu sudah terbentuk sejak workshop pertama sehingga para musisi hanya perlu menyempurnakan bagian yang tersisa dalam sesi berikutnya (Mave Magz, 2026).

Hursa juga mendapatkan pengalaman baru melalui proses tersebut. Grup tersebut untuk pertama kalinya menulis lagu bersama musisi dari luar Hursa melalui kolaborasi dengan Lafa Pratomo dan Nadhif Basalamah (IDN Times, 2026).

Proses tersebut memberikan beberapa hal penting dalam produksi “Bukan Kendalimu”:

  • Workshop pertama menghasilkan sekitar 80 persen materi lagu.
  • Dua sesi studio menyelesaikan materi yang tersisa.
  • Hursa menjalani pengalaman pertama menulis bersama musisi luar grup.
  • Lafa Pratomo menjaga karakter setiap kolaborator dalam aransemen.
  • Kolaborasi menghasilkan pendekatan musik yang berbeda bagi Nadhif dan Hursa.

Bukan Kendalimu Sampaikan Pesan tentang Menerima Kehidupan

“Bukan Kendalimu” membawa pesan mengenai keterbatasan manusia dalam mengendalikan berbagai peristiwa. Lagu tersebut mengajak pendengar untuk tidak terus menyalahkan diri sendiri atas sesuatu yang berada di luar kuasa mereka (Media Indonesia, 2026).

Lagu tersebut juga mengarahkan perhatian pendengar kepada kebahagiaan kecil yang sering terabaikan. Pesan tersebut memberikan sudut pandang bahwa kehidupan tetap memiliki hal-hal yang dapat dirayakan meskipun seseorang sedang menghadapi kesedihan.

Lafa Pratomo berharap “Bukan Kendalimu” dapat menjadi teman bagi pendengar ketika menghadapi masa sulit. Produser tersebut juga berharap lagu itu dapat membantu pendengar menemukan kembali hal-hal kecil yang layak dirayakan (Mave Magz, 2026).

Bukan Kendalimu Jadi Rilisan Kedua EP Garis Tegak

“Bukan Kendalimu” menjadi rilisan kedua dari proyek EP Garis Tegak milik Lafa Pratomo bersama KithLabo. Proyek tersebut sebelumnya mempertemukan Feby Putri dan Matter Mos dalam lagu “Seperti Angka 8” (Medcom, 2026).

Kehadiran lagu baru tersebut memperlihatkan pendekatan Lafa dalam mempertemukan musisi dengan karakter berbeda. Strategi tersebut memberikan ruang bagi setiap kolaborator untuk membawa identitas musikal masing-masing ke dalam satu karya.

Single “Bukan Kendalimu” kini tersedia di berbagai platform musik digital. Pembaca dapat mengikuti perkembangan Lafa Pratomo, Nadhif Basalamah, Hursa, dan rilisan musik Indonesia lainnya melalui artikel hiburan di Garap Media.

Informasi mengenai kolaborasi musisi Indonesia, single terbaru, dan proyek EP Garis Tegak juga dapat menjadi bacaan lanjutan. Ikuti terus Garap Media untuk mendapatkan berita musik terbaru dan perkembangan musisi Indonesia.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /