TNI Jaga Ponpes Manbaul Hikam Usai 293 Santri Diduga Keracunan MBG

Last Updated: 2 September 2026, 07:12

Bagikan:

Ponpes Manbaul Hikam Keracunan MBG
Ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di Sidoarjo. Sumber gambar: Aprilia Devi/detikJatim.
Table of Contents

Keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, membuat personel TNI memperketat penjagaan di lingkungan pesantren setelah ratusan santri mengalami gejala kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis. Data sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat 293 santri menjalani perawatan di delapan rumah sakit, sementara personel TNI membantu pengaturan ambulans dan situasi di sekitar pesantren (detikJatim, 2026).

Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Memicu Penjagaan TNI

Puluhan personel TNI berjaga di gerbang dan area Pondok Pesantren Manbaul Hikam setelah insiden dugaan keracunan massal terjadi. Personel TNI bersama Banser juga membantu mengatur lalu lintas ambulans yang keluar-masuk pesantren untuk mengevakuasi santri ke sejumlah fasilitas kesehatan (detikJatim, 2026).

Penjagaan tersebut berlangsung ketika banyak wali santri mendatangi pesantren untuk mencari informasi mengenai kondisi anak mereka. Situasi di sekitar pesantren juga menjadi lebih padat karena proses evakuasi masih berlangsung.

Beberapa tugas personel di lokasi meliputi:

  • Personel TNI menjaga akses pesantren untuk membantu mengendalikan situasi.
  • Petugas mengatur pergerakan ambulans yang membawa santri menuju fasilitas kesehatan.
  • Banser membantu pengamanan lokasi bersama personel TNI.
  • Petugas memantau aktivitas warga yang datang ke lingkungan pesantren.
  • Koordinasi lapangan mendukung proses evakuasi santri yang membutuhkan perawatan.

Ratusan Santri Mengalami Gejala Setelah Menyantap Menu MBG

Gejala kesehatan mulai muncul beberapa jam setelah para santri mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah santri mengalami mual dan diare setelah menyantap makanan yang dibagikan seusai salat Zuhur, sedangkan proses evakuasi meningkat ketika kondisi sebagian santri memburuk pada sore hingga malam hari (detikJatim, 2026).

Paket makanan tersebut berasal dari SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dikirimkan untuk siswa MA dan MTs Manbaul Hikam pada hari kejadian. Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel (detikJatim, 2026).

Data jumlah korban mengalami perubahan seiring proses pendataan dan evakuasi. Pada awal kejadian, laporan menyebut sekitar 120 hingga 200 santri mendapatkan perawatan, sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo kemudian mencatat 293 santri tersebar di delapan rumah sakit (detikJatim, 2026).

293 Santri Mendapat Perawatan di Delapan Rumah Sakit Sidoarjo

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat 293 santri masih menjalani perawatan di delapan rumah sakit pada Selasa malam, 1 September 2026. Delapan santri dalam data tersebut mengalami gejala berat sehingga tenaga medis melakukan observasi terhadap kondisi mereka (detikJatim, 2026).

Sejumlah fasilitas kesehatan menerima santri dari Ponpes Manbaul Hikam setelah proses evakuasi berlangsung secara bertahap. RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien dalam jumlah besar.

Penanganan medis terhadap para santri mencakup beberapa tindakan utama:

  • Tenaga medis memberikan rehidrasi kepada pasien yang mengalami kehilangan cairan.
  • Dokter memberikan obat sesuai kondisi setiap pasien.
  • Petugas melakukan observasi terhadap santri dengan gejala lebih berat.
  • Rumah sakit menambah kesiagaan tenaga medis untuk menghadapi kedatangan pasien dalam jumlah besar.
  • Pasien yang membaik mulai diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Wagub Jatim Bantah Kabar Santri Meninggal akibat Keracunan MBG

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membantah kabar mengenai adanya santri yang meninggal akibat insiden tersebut. Emil menyampaikan kepastian tersebut setelah meninjau kondisi korban di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari, 2 September 2026 (Suara Surabaya, 2026).

Penanganan di rumah sakit tetap berlangsung meskipun sebagian pasien sudah mengalami perbaikan kondisi. Pihak rumah sakit juga memanggil tenaga medis yang berstatus on call untuk mempertahankan kesiagaan selama proses penanganan korban berlangsung (Suara Surabaya, 2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menelusuri sumber kejadian. Kesamaan konsumsi makanan dari SPPG Kalitengah ditemukan pada santri Manbaul Hikam dan siswa dari sejumlah lembaga pendidikan lain yang mengalami keluhan serupa (IDN Times Jatim, 2026).

SPPG Kalitengah Diselidiki Setelah Keracunan MBG

Dugaan sumber makanan mengarah kepada SPPG Kalitengah setelah pemerintah menemukan kesamaan konsumsi pada sejumlah kelompok penerima MBG. SPPG tersebut diketahui melayani sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari untuk sejumlah sekolah dan pesantren, termasuk sekitar 1.000 porsi untuk lingkungan Manbaul Hikam (Suara Surabaya, 2026).

Badan Gizi Nasional kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium. Keputusan tersebut masih bersifat sementara sampai pemerintah memperoleh hasil pemeriksaan yang dapat menentukan langkah berikutnya (Suara Surabaya, 2026).

Penyebab pasti dugaan keracunan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan sumber masalah melalui pemeriksaan sampel makanan serta evaluasi terhadap proses pengolahan dan distribusi.

Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Insiden di Ponpes Manbaul Hikam menunjukkan pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Pemeriksaan terhadap SPPG Kalitengah menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami santri dan siswa dari sejumlah lembaga pendidikan.

Kondisi para santri yang menjalani perawatan masih menjadi perhatian pemerintah dan tenaga medis. Informasi mengenai jumlah pasien, kondisi korban, serta hasil pemeriksaan laboratorium juga dapat berubah mengikuti perkembangan penanganan di lapangan.

Pembaca dapat mengikuti artikel lain di Garap Media untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan kasus keracunan MBG di Sidoarjo. Berbagai pembaruan mengenai kondisi santri, hasil pemeriksaan, dan langkah pemerintah dapat menjadi informasi penting bagi masyarakat.

Selain kasus tersebut, Garap Media juga menyediakan berbagai artikel berita mengenai isu pendidikan, kesehatan, kebijakan pemerintah, dan peristiwa nasional. Pembaca dapat mengikuti artikel lainnya untuk memperoleh informasi terbaru dari berbagai daerah.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /