NiziU resmi memulai aktivitas comeback di Korea dengan merilis mini album pertama mereka, Sour Grapes, pada 28 September 2026. Rilisan tersebut menandai comeback Korea NiziU setelah sekitar 1 tahun 6 bulan sejak single kedua LOVE LINE. Album ini menghadirkan lima lagu dengan konsep musik yang terinspirasi dari cerita dongeng, sementara lagu utama “Sour Grapes” mengadaptasi fabel Aesop The Fox and the Grapes dengan pesan yang lebih berani (OSEN, 2026).
NiziU Sour Grapes Tandai Comeback Korea Setelah 1 Tahun 6 Bulan
Sour Grapes menjadi mini album Korea pertama NiziU setelah grup tersebut merilis LOVE LINE pada Maret 2025. Jarak sekitar 1 tahun 6 bulan membuat perilisan ini menjadi momentum penting bagi NiziU untuk kembali menyapa penggemar Korea.
NiziU menggunakan rilisan tersebut untuk memperlihatkan sisi baru yang berbeda dari citra sebelumnya. Grup ini mempertahankan energi cerah yang menjadi karakter mereka, tetapi menghadirkan konsep yang lebih berani melalui cerita, musik, dan performa.
OSEN menyebut Sour Grapes menghadirkan lima cerita musik yang membentuk sebuah dongeng musikal. Setiap lagu membawa tema dan emosi berbeda melalui sudut pandang khas NiziU (OSEN, 2026).
Beberapa karakter utama album tersebut meliputi:
- Sour Grapes menjadi mini album Korea pertama NiziU.
- Album menghadirkan lima lagu.
- “Sour Grapes” menjadi lagu utama.
- Konsep album mengambil inspirasi dari cerita dongeng.
- “The Fox and the Grapes” menjadi dasar cerita lagu utama.
- NiziU menghadirkan pendekatan musik yang lebih matang dalam comeback kali ini.
Perilisan tersebut juga melanjutkan aktivitas NiziU setelah grup menjalani berbagai kegiatan di Jepang sepanjang 2026. NiziU sebelumnya mencatat sejumlah pencapaian melalui aktivitas Jepang, termasuk tur arena dan tur dome.
Sour Grapes Balik Pesan Fabel The Fox and the Grapes
“Sour Grapes” mengambil inspirasi dari fabel The Fox and the Grapes karya Aesop. Cerita asli tersebut menggambarkan seekor rubah yang gagal mendapatkan buah anggur dan kemudian menganggap anggur tersebut tidak layak dimakan.
NiziU membalik sudut pandang cerita tersebut melalui lagu utama. Grup ini menggambarkan keberanian untuk memilih sesuatu yang justru dihindari orang lain.
Pesan tersebut memberikan karakter berbeda pada “Sour Grapes”. Lagu tersebut tidak menggambarkan seseorang yang menyerah setelah gagal, tetapi menggambarkan seseorang yang berani mengambil pilihan meskipun pilihan tersebut terlihat sulit.
OSEN menjelaskan bahwa lagu tersebut menggambarkan energi NiziU yang berani terjun ketika orang lain masih ragu. Konsep tersebut membuat cerita fabel menjadi gambaran mengenai keberanian mengambil keputusan (OSEN, 2026).
Secara musikal, “Sour Grapes” menggunakan electronic jazz sebagai dasar pop dance. Lagu tersebut memadukan suara synth yang playful dengan perubahan ritme untuk menciptakan karakter yang adiktif (OSEN, 2026).
MV Sour Grapes Hadirkan Kejar-kejaran NiziU dengan Rubah
Video musik “Sour Grapes” menerjemahkan konsep fabel melalui visual yang lebih dinamis. Teaser MV menampilkan anggota NiziU berlari di sebuah jalan ketika seekor rubah mengejar mereka.
Visual tersebut membangun suasana misterius sebelum menghadirkan konflik antara para anggota dan rubah. Teaser bahkan memperlihatkan rubah tiba-tiba menerjang Rima ketika ia sedang menikmati musik.
Sports Kyunghyang menyebut adegan tersebut sebagai bagian dari kejar-kejaran yang meningkatkan rasa penasaran terhadap cerita lengkap MV (Sports Kyunghyang, 2026).
Konsep rubah tersebut memperkuat hubungan antara lagu dan sumber inspirasinya. NiziU tidak sekadar menggunakan judul fabel sebagai referensi, tetapi membawa karakter utama cerita ke dalam dunia visual comeback.
Tracklist Sour Grapes Hadirkan Lima Cerita Musik
Mini album Sour Grapes menghadirkan lima lagu dengan karakter berbeda. NiziU menyusun seluruh lagu tersebut seperti rangkaian cerita yang membentuk satu pengalaman musikal.
Tracklist Sour Grapes terdiri dari:
- “Sour Grapes”
- “Petal’s Song”
- “emoji”
- “Into The Dawn”
- “Lullaby”
“Petal’s Song” menjadi salah satu cerita dalam rangkaian musik album. “emoji” membawa pendekatan berbeda melalui judul yang sederhana, sedangkan “Into The Dawn” menggambarkan perjalanan menuju awal yang baru.
OSEN sebelumnya memperkenalkan “Into The Dawn” sebagai lagu yang menggambarkan perasaan ketika seseorang saling mengandalkan untuk mengatasi rasa takut dan bergerak menuju permulaan baru (OSEN, 2026).
“Lullaby” melengkapi album melalui pendekatan yang lebih atmosferik. NiziU menggunakan kelima lagu tersebut untuk membangun gambaran sebagai storyteller yang menyampaikan berbagai emosi melalui musik.
NiziU Perluas Warna Musik melalui Sour Grapes
Comeback Sour Grapes memberikan NiziU kesempatan untuk memperluas identitas mereka di pasar Korea. Grup tersebut membawa pengalaman dari aktivitas Jepang sekaligus memperkenalkan konsep baru kepada penggemar Korea.
NiziU sebelumnya meraih sejumlah pencapaian di Jepang pada 2026. Grup tersebut mencatat posisi puncak melalui EP Jepang GOOD GIRL BUT NOT FOR YOU dan menjalani tur arena serta dome dengan jumlah pertunjukan yang besar (Sports Kyunghyang, 2026).
Aktivitas tersebut memberikan momentum bagi NiziU sebelum kembali ke Korea. Sour Grapes kemudian menjadi proyek yang mempertemukan pengalaman tersebut dengan konsep musik baru yang lebih berani.
Comeback ini juga memperlihatkan perkembangan NiziU dari sisi performa. Ayaka mengungkapkan bahwa koreografi “Sour Grapes” menggunakan gaya yang belum pernah dicoba NiziU sebelumnya sehingga para anggota membutuhkan latihan intensif untuk meningkatkan kualitas penampilan (OSEN, 2026).
Sour Grapes akhirnya menjadi langkah baru bagi NiziU dalam memperkuat identitas mereka di Korea. Lagu utama menghadirkan reinterpretasi fabel, sementara empat lagu lainnya memperluas cerita melalui pendekatan musik yang berbeda.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan terbaru NiziU melalui artikel musik di Garap Media. Informasi mengenai comeback, video musik, album, dan aktivitas para anggota NiziU dapat menjadi pilihan bacaan berikutnya.
Garap Media juga menghadirkan berita K-pop dari berbagai artis Korea dan Asia. Pembaca dapat mengikuti artikel selanjutnya untuk mengetahui perkembangan promosi NiziU setelah perilisan Sour Grapes.
Referensi
