Film Conjurig akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026 dengan membawa kisah drama komedi tentang patah hati, pencarian identitas, dan kehidupan komunitas cosplayer hantu di Bandung. Film garapan Tubagus Deddy tersebut mempertemukan Dito Darmawan sebagai Piit dengan Maizura sebagai Tamy dalam perjalanan menemukan keberanian untuk menghadapi kenyataan dan memulai kembali kehidupan. (Lembaga Sensor Film, 2026)
Film Conjurig Angkat Kehidupan Cosplayer Hantu di Bandung
Film Conjurig mengambil inspirasi dari komunitas Comjurig yang menghadirkan cosplayer hantu di sejumlah kawasan Kota Bandung. Komunitas tersebut menggunakan kostum karakter hantu untuk menghibur wisatawan sekaligus menjalankan aktivitas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (Media Indonesia, 2026)
Tubagus Deddy menyutradarai sekaligus menulis skenario film Conjurig. Rumah produksi Global Borneo Entertainment, Bima Sakti Pictures, dan Imagine menggarap film tersebut dengan pendekatan drama komedi yang menggabungkan persoalan personal dan kehidupan masyarakat lokal. (ANTARA, 2026)
Film Conjurig memiliki beberapa unsur utama yang membentuk ceritanya:
- Dito Darmawan memerankan karakter Piit atau Ace Abdulov.
- Maizura memerankan karakter Tamy, seorang cosplayer gothic.
- Piit menjalani kehidupan sebagai cosplayer pocong di Alun-Alun Bandung.
- Tamy menyembunyikan identitasnya sebagai anak seorang diva terkenal.
- Tubagus Deddy menyutradarai sekaligus menulis skenario.
- Global Borneo Entertainment dan Bima Sakti Pictures memproduksi film.
- Film menggabungkan drama, komedi, romansa, dan realitas kehidupan.
Piit dan Tamy Menemukan Arah Baru di Balik Kostum Conjurig
Cerita film Conjurig mengikuti kehidupan Piit yang mengalami masalah pekerjaan dan percintaan. Piit memilih meninggalkan pekerjaannya di Jakarta setelah tekanan pekerjaan semakin berat dan hubungan asmaranya dengan Susan berakhir. Piit kemudian kembali ke Bandung dan menjalani kehidupan baru sebagai cosplayer pocong di kawasan Alun-Alun Bandung. (Lembaga Sensor Film, 2026)
Kehidupan Piit berubah ketika ia bertemu dengan Tamy. Tamy tampil sebagai cosplayer gothic yang menyimpan identitas keluarga di balik penampilannya. Pertemuan tersebut mempertemukan dua karakter yang sama-sama menghadapi persoalan kehidupan.
Hubungan Piit dan Tamy kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita. Keduanya menghadapi persoalan cinta, identitas, dan mimpi yang belum tercapai sambil menggunakan kostum sebagai cara untuk menjalani kehidupan.
Film Conjurig menghadirkan cerita tentang perjuangan, patah hati, dan pencarian jati diri di balik riasan pocong serta kostum hantu. Film tersebut menggunakan kehidupan cosplayer sebagai pintu masuk untuk membicarakan persoalan manusia yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. (ANTARA, 2026)
Dito Darmawan Hadapi Tantangan Memerankan Cosplayer Pocong
Dito Darmawan menghadapi tantangan fisik ketika memerankan Piit sebagai cosplayer pocong. Aktor tersebut harus menggunakan riasan dan kostum tebal dalam sejumlah adegan, termasuk ketika proses syuting berlangsung pada siang hari. Kondisi tersebut membuat Dito harus mencari cara untuk tetap menyampaikan emosi karakter melalui keterbatasan ekspresi wajah dan gerak tubuh. (detikcom, 2026)
Peran Piit juga menuntut Dito menampilkan karakter yang memiliki persoalan emosional. Piit menyembunyikan rasa sedih dan patah hati melalui rutinitas sebagai cosplayer pocong sehingga karakter tersebut membutuhkan pendekatan akting yang lebih mengandalkan gestur.
Sutradara Tubagus Deddy juga memberikan perhatian pada makna di balik profesi para cosplayer. Ia melihat aktivitas tersebut sebagai pilihan hidup yang dijalankan secara terbuka oleh komunitas Comjurig. Pandangan tersebut menjadi salah satu gagasan yang kemudian dibawa ke dalam cerita film Conjurig. (detikcom, 2026)
Film Conjurig Tayang 1 Oktober 2026 di Bioskop Indonesia
Film Conjurig untuk penonton berusia 13 tahun ke atas. LSF mencatat film tersebut memiliki durasi 95 menit dengan genre drama dan komedi serta mengangkat tema kehidupan cosplayer di Alun-Alun Bandung. (Lembaga Sensor Film, 2026)
Film Conjurig juga menghadirkan jajaran pemain dari berbagai generasi. Para pemeran tersebut meliputi:
- Dito Darmawan sebagai Piit atau Ace Abdulov.
- Maizura sebagai Tamy.
- Shella Fernanda sebagai Susan.
- Mathias Muchus.
- Bucek Depp.
- Joe P. Project.
- Trie Utami.
- Ferry Maryadi.
- Anyun Cadel.
Kehadiran pemain senior dan talenta muda memperluas karakter film yang menggabungkan kehidupan komunitas lokal dengan cerita personal. Produksi tersebut juga membawa latar Bandung sebagai bagian penting dari identitas cerita. (Lembaga Sensor Film, 2026)
Conjurig Tawarkan Cerita Patah Hati dan Pencarian Identitas
Film Conjurig menempatkan kostum hantu sebagai simbol yang menyimpan persoalan setiap karakter. Piit menggunakan identitas pocong untuk menjalani kehidupan setelah kehilangan pekerjaan dan hubungan asmara, sedangkan Tamy menggunakan penampilan gothic untuk menjaga jarak dari identitas keluarganya.
Pertemuan kedua karakter tersebut kemudian mempertemukan dua orang yang sama-sama mencari arah baru. Film ini tidak hanya menggunakan komunitas cosplayer sebagai latar, tetapi juga menjadikannya ruang bagi karakter untuk menghadapi masalah dan mengenali kembali dirinya.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan film Indonesia terbaru melalui artikel hiburan Garap Media. Berbagai informasi tentang jadwal tayang, pemain, sinopsis, dan karya terbaru perfilman Indonesia tersedia untuk membantu pembaca menemukan tontonan yang sesuai.
Garap Media juga menghadirkan berita seputar film, musik, dan budaya populer dari dalam maupun luar negeri. Pembaca dapat mengikuti artikel berikutnya untuk mengetahui perkembangan Conjurig serta film Indonesia lain yang hadir di bioskop.
Referensi
