Kebakaran Muara Angke di Jalan Dermaga Ujung RW 22, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, menghanguskan 60 rumah pada Rabu (26/8/2026) malam. Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada Kamis (27/8/2026) pukul 00.12 WIB setelah melakukan penanganan selama sekitar lima jam. (ANTARA News, 2026).
Kobaran api melanda permukiman warga yang berada di kawasan Muara Angke. Area kebakaran mencapai sekitar 2.400 meter persegi berdasarkan data Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Kondisi permukiman yang padat membuat petugas membutuhkan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar untuk mengendalikan api. (ANTARA News, 2026).
Kronologi Kebakaran Muara Angke hingga Api Berhasil Dipadamkan
Petugas menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 18.50 WIB. Unit pemadam pertama kemudian tiba di lokasi dan memulai proses pemadaman pada pukul 18.54 WIB. Operasi tersebut melibatkan 22 unit mobil pemadam kebakaran dan 132 personel. (kumparanNEWS, 2026; ANTARA News, 2026).
Tahapan penanganan kebakaran berlangsung secara bertahap dengan proses pemadaman dan pendinginan. Petugas mulai melakukan pendinginan sekitar pukul 20.42 WIB setelah api berhasil dilokalisasi. Api akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 00.12 WIB pada Kamis dini hari. (ANTARA News, 2026).
Beberapa tahapan utama penanganan kebakaran tersebut meliputi:
- Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.50 WIB.
- Pemadaman dimulai sekitar pukul 18.54 WIB.
- Petugas mengerahkan 22 unit mobil pemadam.
- Gulkarmat mengerahkan 132 personel.
- Proses pendinginan berlangsung setelah api berhasil dilokalisasi.
- Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 00.12 WIB.
Ratusan Warga Terdampak Kebakaran di Muara Angke
Kebakaran tersebut memberikan dampak besar terhadap masyarakat sekitar. Data kepolisian menyebutkan sebanyak 180 kepala keluarga dengan sekitar 720 jiwa terdampak kejadian tersebut. Sementara itu, data Gulkarmat yang dikutip dalam laporan lain mencatat jumlah warga terdampak mencapai sekitar 730 jiwa. Perbedaan angka tersebut berasal dari pembaruan pendataan pada waktu yang berbeda. (ANTARA News, 2026; Liputan6.com, 2026).
Dua orang mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Salah satu korban berinisial BH berusia 54 tahun mengalami luka pada bagian lutut. Korban lainnya merupakan petugas pemadam kebakaran berinisial TM yang mengalami luka tusuk pada bagian kaki dan mendapat rujukan ke RS Atma Jaya Pluit. (ANTARA News, 2026).
Tidak ada korban meninggal dunia yang dilaporkan hingga proses penyelidikan berlangsung. Aparat kepolisian tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan seluruh dampak kebakaran terhadap warga dan bangunan di sekitar lokasi. (ANTARA News, 2026).
Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke
Pemerintah Kota Jakarta Utara menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran. Petugas mendirikan tenda pengungsian dan menyediakan sejumlah kebutuhan dasar bagi penyintas. (ANTARA News, 2026).
Bantuan yang disalurkan kepada warga mencakup:
- Terpal untuk kebutuhan tempat tinggal sementara.
- Matras dan kasur lipat.
- Makanan untuk warga dan anak-anak.
- Makanan siap saji.
- Family kits dan selimut.
- Kidsware.
- Posko kesehatan bagi penyintas.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Muara Angke
Polsek Sunda Kelapa bersama Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. (ANTARA News, 2026).
Penyidik juga meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk membantu proses identifikasi. Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri akan terlibat dalam pemeriksaan apabila diperlukan untuk mengungkap sumber dan penyebab api. (ANTARA News, 2026).
Hingga Kamis (27/8/2026), penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas juga belum menetapkan nilai kerugian akibat 60 rumah yang terbakar di kawasan tersebut. (Liputan6.com, 2026).
Kebakaran Muara Angke menunjukkan besarnya dampak kebakaran permukiman padat terhadap kehidupan warga. Penanganan darurat kini berlanjut melalui pendataan korban, penyediaan kebutuhan dasar, serta penyelidikan penyebab kebakaran oleh aparat terkait. Informasi mengenai perkembangan penanganan warga juga penting untuk terus dipantau masyarakat.
Pembaca dapat mengikuti informasi lain mengenai kebakaran, kondisi Jakarta Utara, dan perkembangan penanganan bencana melalui Garap Media. Berbagai artikel terkait peristiwa terkini dapat menjadi rujukan untuk memahami perkembangan situasi dan kebijakan pemerintah setelah kejadian.
Referensi
