Herindra Pimpin PB ESI 2026-2030, Perkuat Atlet dan Industri Esports

Last Updated: 18 September 2026, 02:26

Bagikan:

Herindra PB ESI
Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB ESI periode 2026-2030 di Jakarta. Sumber gambar: ANTARA/HO-PB ESI.
Table of Contents

Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Herindra menggantikan Budi Gunawan dan membawa agenda baru yang mencakup peningkatan kualitas atlet, penguatan kompetisi, serta pembangunan ekosistem esports nasional. (detikSport, 2026)

Herindra PB ESI Resmi Memimpin Kepengurusan 2026-2030

Pengukuhan Herindra menandai dimulainya kepengurusan PB ESI untuk periode 2026-2030. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyerahkan bendera organisasi kepada Herindra dalam prosesi pengukuhan tersebut. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat juga hadir dan menyatakan dukungan terhadap kepengurusan baru PB ESI. (ANTARA, 2026)

Herindra kini menjalankan peran baru di bidang olahraga digital setelah memiliki pengalaman panjang di lingkungan militer dan pemerintahan. Herindra juga masih menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Kepengurusan PB ESI memberikan tanggung jawab kepada Herindra untuk mengoordinasikan pembinaan atlet, kompetisi, dan pengembangan ekosistem esports Indonesia. (iNews, 2026)

Periode kepemimpinan baru tersebut membawa sejumlah agenda utama, yaitu:

  • Meningkatkan kualitas atlet esports Indonesia.
  • Memperkuat sistem kompetisi secara berjenjang.
  • Membangun jalur prestasi atlet yang lebih jelas.
  • Meningkatkan profesionalisme tata kelola esports.
  • Memperkuat hubungan antara olahraga esports dan industri gim.

PB ESI Fokus pada Pembinaan dan Perlindungan Atlet Esports

Herindra menempatkan pembinaan atlet sebagai salah satu prioritas kepengurusan PB ESI 2026-2030. Sistem pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan bermain, tetapi juga mencakup aspek profesional yang mendukung keberlanjutan karier atlet. (iNews, 2026)

PB ESI juga menyiapkan perhatian terhadap perlindungan pemain dan standar pembinaan. Herindra menyebut kepastian hukum, perlindungan kontrak, serta kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari penguatan ekosistem esports. (Suara.com, 2026)

Agenda pembinaan tersebut mencakup beberapa aspek penting:

  • Standar pembinaan: PB ESI mendorong sistem pelatihan yang lebih terstruktur.
  • Perlindungan kontrak: PB ESI memperhatikan kepastian hubungan profesional antara pemain dan pihak terkait.
  • Kesehatan atlet: PB ESI memasukkan kondisi fisik dan mental dalam perhatian pembinaan.
  • Jalur prestasi: PB ESI berupaya menyediakan jenjang kompetisi yang lebih jelas bagi atlet.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa PB ESI tidak hanya mengejar pencapaian pertandingan. Organisasi juga berupaya membangun sistem yang mendukung keberlanjutan karier atlet di industri esports. (detikSport, 2026)

Herindra Soroti 200 Juta Gamer dan Pasar Gim Indonesia

Herindra juga menyoroti besarnya basis pengguna gim di Indonesia. Ia menyebut Indonesia memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif pada 2026 dengan nilai pasar gim yang melampaui US$2 miliar. Angka tersebut menjadi dasar pandangannya mengenai besarnya peluang industri gim dan esports nasional. (Medcom.id, 2026)

Menurut Herindra, jumlah pemain dan nilai pasar tersebut perlu diikuti penguatan pelaku industri lokal. Ia menyebut Indonesia tidak cukup hanya menjadi konsumen produk gim karena ekosistem domestik memiliki berbagai sektor yang dapat dikembangkan.

Ekosistem yang menjadi perhatian tersebut mencakup:

  • Pengembang gim lokal.
  • Penyelenggara turnamen dan event esports.
  • Kreator konten gim.
  • Platform streaming.
  • Atlet dan organisasi esports.
  • Pelaku industri pendukung lainnya.

Herindra menilai penguatan sektor tersebut dapat meningkatkan peran talenta Indonesia dalam rantai industri gim global. Ia juga mendorong ekosistem lokal agar menghasilkan lebih banyak nilai ekonomi dan talenta dari dalam negeri. (Medcom.id, 2026)

PB ESI Dorong Esports Indonesia Naik Kelas di Level Internasional

Kepengurusan baru PB ESI juga membawa target peningkatan prestasi atlet dalam kompetisi internasional. Herindra menyebut pencapaian Indonesia di SEA Games, Asian Games, dan World Esports Championship menunjukkan bahwa esports telah berkembang menjadi bidang yang membutuhkan disiplin, dedikasi, dan kemampuan profesional. (iNews, 2026)

Herindra juga mengaitkan prestasi esports dengan posisi Indonesia dalam transformasi digital. Menurutnya, keberhasilan atlet dalam kompetisi internasional dapat menjadi bagian dari diplomasi digital sekaligus memperkuat citra Indonesia di tingkat global. (Telset, 2026)

Dengan agenda tersebut, PB ESI periode 2026-2030 menghadapi dua jalur pengembangan yang saling berkaitan. Jalur pertama berfokus pada pembinaan atlet dan prestasi kompetitif, sedangkan jalur kedua berfokus pada penguatan industri dan ekosistem gim nasional.

Kepemimpinan Herindra kini memasuki periode empat tahun dengan agenda pembinaan atlet, penguatan kompetisi, perlindungan pemain, dan pengembangan industri esports. Pembaca dapat mengikuti perkembangan kebijakan serta program baru PB ESI melalui artikel-artikel terbaru Garap Media.

Garap Media juga menyajikan informasi mengenai game, esports, teknologi, dan perkembangan industri digital. Baca artikel lainnya untuk mengikuti berbagai kabar terbaru dari dunia esports Indonesia dan perkembangan industri gim global.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /