Dua ponsel terbakar di dalam tas penumpang Commuter Line relasi Rangkasbitung-Tanah Abang saat kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026) pagi. Petugas keamanan langsung mengamankan tas yang mengeluarkan asap dan membantu penumpang keluar dari rangkaian, sementara kejadian tersebut membuat perjalanan Commuter Line 1641 terlambat sekitar tujuh menit. (detikcom, 2026)
Ponsel Terbakar Memicu Kepanikan di Stasiun Rawa Buntu
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.49 WIB ketika Commuter Line 1641 berada di Stasiun Rawa Buntu. Kepulan asap muncul dari sebuah tas di gerbong khusus wanita bagian depan rangkaian. Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang panik dan keluar dari gerbong. (detikcom, 2026)
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap dari area gerbong. Sejumlah penumpang kemudian bergerak menjauh dari sumber asap karena situasi sempat menimbulkan kepanikan di dalam dan sekitar rangkaian kereta. (detikcom, 2026)
KAI Commuter memastikan sumber asap bukan berasal dari sarana kereta. Perusahaan menyatakan asap berasal dari perangkat elektronik milik penumpang yang terbakar di dalam tas. (detikcom, 2026)
Petugas Keamanan Rawa Buntu Amankan Tas yang Mengeluarkan Asap
Petugas keamanan yang berjaga di peron melihat tas penumpang mengeluarkan asap. Penumpang kemudian meletakkan atau melemparkan tas tersebut ke area peron sehingga petugas dapat melakukan penanganan sesuai prosedur. (detikcom, 2026)
Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan bahwa petugas membantu pengguna keluar dari rangkaian dan mengamankan tas berisi perangkat yang mengeluarkan asap. Petugas juga meminta penumpang tetap tenang ketika proses evakuasi berlangsung. (detikcom, 2026)
Petugas kemudian menemukan dua unit ponsel dalam kondisi terbakar di dalam tas. Temuan tersebut membantah dugaan awal bahwa asap berasal dari powerbank yang meledak. (detikcom, 2026)
Respons petugas mencakup beberapa tindakan utama:
- Mengamankan tas dari area penumpang.
- Membantu pengguna keluar dari rangkaian.
- Menangani perangkat yang mengeluarkan asap.
- Mengimbau penumpang agar tidak panik.
- Berkoordinasi dengan kepala stasiun untuk memastikan kondisi tetap aman.
Salah Satu Ponsel Digunakan sebagai Hotspot di Dalam Tas
KAI Commuter memperoleh keterangan bahwa salah satu ponsel sedang digunakan sebagai hotspot untuk perangkat lainnya. Kedua ponsel tersebut berada di dalam tas ketika perangkat mengalami masalah dan akhirnya terbakar. (detikcom, 2026)
Informasi tersebut menjelaskan kondisi perangkat sebelum insiden terjadi. Namun, KAI Commuter tidak menyatakan bahwa penggunaan hotspot menjadi penyebab langsung kebakaran. Karena itu, kondisi tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab teknis tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang Terlambat Tujuh Menit
Insiden ponsel terbakar berdampak pada perjalanan Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang. KAI Commuter mencatat perjalanan kereta mengalami keterlambatan sekitar tujuh menit akibat penanganan kejadian tersebut. (detikcom, 2026)
Setelah petugas memastikan kondisi rangkaian aman, Commuter Line 1641 kembali melanjutkan perjalanan. KAI Commuter juga memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan gangguan lanjutan terhadap operasional perjalanan kereta. (detikcom, 2026)
Kejadian tersebut menunjukkan pentingnya perhatian penumpang terhadap kondisi perangkat elektronik selama perjalanan. KAI Commuter mengingatkan pengguna untuk segera melapor kepada petugas apabila perangkat mengalami panas berlebih, mengeluarkan asap, atau menunjukkan kondisi tidak normal. (detikcom, 2026)
KAI Commuter Ingatkan Penumpang Periksa Perangkat Elektronik
KAI Commuter meminta penumpang tidak mengabaikan perubahan kondisi pada perangkat elektronik yang mereka bawa. Perusahaan juga meminta pengguna segera mencari bantuan petugas ketika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan. (detikcom, 2026)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan penumpang selama menggunakan Commuter Line meliputi:
- Periksa kondisi ponsel sebelum dan selama perjalanan.
- Hindari menyimpan perangkat yang mengalami panas berlebih di dalam tas tertutup.
- Segera laporkan asap atau kondisi tidak normal kepada petugas.
- Ikuti instruksi petugas ketika terjadi keadaan darurat.
- Jangan mengambil tindakan yang dapat memperbesar risiko bagi penumpang lain.
Insiden di Stasiun Rawa Buntu akhirnya dapat ditangani tanpa dampak lanjutan terhadap operasional Commuter Line. Kecepatan petugas dalam mengamankan sumber asap juga membantu menjaga situasi tetap terkendali setelah kepanikan sempat terjadi.
Garap Media akan terus menghadirkan informasi terbaru mengenai transportasi publik, keamanan perjalanan, serta berbagai peristiwa yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Pembaca dapat mengikuti artikel lainnya untuk mendapatkan perkembangan terbaru dari berbagai sektor.
Selain berita transportasi, Garap Media juga menyajikan informasi teknologi, gaya hidup, pendidikan, ekonomi, dan isu sosial. Baca artikel lainnya untuk mengikuti berbagai peristiwa yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
Referensi
