Garap Media – Indonesia masih menjadi salah satu pasar teknologi paling menarik di Asia Tenggara. Ekosistem startup nasional memang tidak lagi berada dalam fase pertumbuhan tanpa batas seperti beberapa tahun lalu, tetapi perusahaan dengan model bisnis kuat masih mampu menarik perhatian investor. Data DealStreetAsia menunjukkan pendanaan startup Asia Tenggara sepanjang 2025 mulai stabil setelah periode perlambatan, meski modal semakin terkonsentrasi pada perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan dan fundamental lebih jelas. (DealStreetAsia)
Perubahan tersebut justru menciptakan seleksi baru bagi startup Indonesia. Perusahaan tidak cukup hanya menawarkan aplikasi populer, tetapi harus mampu menyelesaikan masalah nyata, menghasilkan pendapatan dan memperluas bisnis secara berkelanjutan. Google for Startups juga masih memasukkan sejumlah startup Indonesia dalam program akselerator Asia Tenggara, termasuk perusahaan di bidang kesehatan, pendidikan, agritech dan teknologi. (Google for Startup) Dari sekian banyak perusahaan rintisan, berikut lima nama yang menarik untuk diperhatikan.
1. Aruna, Mengubah Industri Perikanan dengan Teknologi
Aruna menjadi salah satu startup Indonesia yang menarik karena menggabungkan teknologi digital dengan sektor perikanan. Perusahaan ini membangun platform yang menghubungkan nelayan dengan pasar sehingga rantai pasok hasil laut dapat menjadi lebih terintegrasi. Google for Startups menyebut Aruna sebagai platform perikanan terintegrasi terbesar di Indonesia yang berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem laut. (Google for Startup) Model tersebut menarik karena menyasar persoalan ekonomi nyata di luar pusat teknologi seperti Jakarta.
Potensi Aruna tidak hanya berasal dari teknologi aplikasinya, tetapi juga dari skala industri yang digarap. Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas sehingga digitalisasi rantai pasok perikanan masih memiliki ruang pertumbuhan. Jika Aruna mampu memperluas jaringan nelayan, pembeli dan distribusi, perusahaan dapat membangun infrastruktur digital yang sulit ditiru pesaing. Tantangannya adalah menjaga kualitas pasokan, logistik dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Namun, sektor agritech dan blue economy tetap memiliki peluang besar dalam ekonomi digital Indonesia.
2. Analitica, Membawa AI ke Dunia Pendidikan
Kecerdasan buatan mulai membuka peluang baru bagi startup pendidikan Indonesia. Analitica merupakan salah satu startup yang masuk dalam Google for Startups Accelerator dan mengembangkan Interactive Cognitive Assistant atau ICA. Teknologi tersebut dirancang sebagai tutor AI yang dapat menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan siswa. (Google for Startup) Perkembangan ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya digunakan perusahaan besar, tetapi mulai menjadi fondasi produk startup lokal.
Potensi bisnis pendidikan berbasis AI sangat besar karena kebutuhan pembelajaran personal sulit dipenuhi sepenuhnya melalui metode konvensional. AI dapat membantu memberikan latihan, menjelaskan materi dan menyesuaikan pendekatan berdasarkan perkembangan pengguna. Namun, kualitas informasi dan pengawasan manusia tetap menjadi faktor penting dalam penerapannya. Jika Analitica mampu membuktikan efektivitas produknya dan memperluas pasar, teknologi tersebut dapat menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan digital. Persaingan dengan platform pendidikan besar tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi.
3. CROWDE, Menggabungkan Fintech dan Pertanian
CROWDE menarik perhatian karena menggarap sektor pertanian melalui pendekatan teknologi finansial. Startup ini menyediakan akses permodalan dan teknologi bagi petani sekaligus mengintegrasikan berbagai bagian dalam ekosistem pertanian. Google for Startups mencatat CROWDE sebagai startup agrikultur Indonesia yang membantu petani memperoleh akses modal dan meningkatkan produktivitas. (Google for Startup) Model seperti ini berpotensi penting karena petani sering menghadapi persoalan modal, akses pasar dan informasi.
Kekuatan CROWDE terletak pada upayanya menyelesaikan beberapa masalah sekaligus. Teknologi dapat membantu mempertemukan kebutuhan petani dengan pembiayaan dan ekosistem bisnis yang lebih luas. Jika model tersebut berhasil menghasilkan data pertanian yang berkualitas, peluang pengembangan layanan tambahan juga semakin terbuka. Meski demikian, sektor pertanian memiliki risiko tinggi karena dipengaruhi cuaca, harga komoditas dan kondisi lapangan. Kemampuan mengelola risiko akan menjadi salah satu penentu apakah startup seperti CROWDE dapat berkembang menjadi pemain teknologi berskala nasional.
4. Xendit, Infrastruktur Pembayaran untuk Ekonomi Digital
Xendit menjadi contoh bagaimana startup Indonesia dapat membangun teknologi yang tidak selalu terlihat oleh konsumen, tetapi penting bagi bisnis digital. Perusahaan fintech tersebut menyediakan berbagai solusi pembayaran bagi bisnis, mulai dari pembayaran online hingga virtual account dan metode pembayaran lainnya. Xendit juga telah memperluas operasinya ke sejumlah pasar Asia Tenggara. (Xendit) Posisi sebagai penyedia infrastruktur pembayaran memberikan peluang pertumbuhan seiring semakin banyaknya transaksi digital.
Keunggulan bisnis seperti Xendit terletak pada kebutuhan yang terus berulang. Semakin banyak perusahaan menjual produk dan layanan secara digital, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem pembayaran yang mudah dan terintegrasi. Namun, industri fintech memiliki regulasi ketat dan persaingan yang sangat tinggi. Perusahaan harus terus menjaga keamanan, keandalan sistem dan kepatuhan terhadap aturan. Jika mampu mempertahankan pertumbuhan tersebut, fintech infrastructure dapat menjadi salah satu kategori teknologi Indonesia yang memiliki daya saing regional.
5. Jago Coffee, Membawa Teknologi ke Bisnis Kopi
Jago Coffee menunjukkan bahwa inovasi startup tidak selalu harus berbentuk perusahaan software murni. Startup kopi berbasis teknologi ini mengembangkan model bisnis yang menggabungkan jaringan operasional, pemanfaatan teknologi dan konsep layanan yang fleksibel. Pada Februari 2026, Jago Coffee menggalang pendanaan Seri B senilai sekitar US$12,5 juta dari sejumlah investor, menurut data DealStreetAsia. (DealStreetAsia) Pendanaan tersebut juga menghasilkan kenaikan valuasi perusahaan dibandingkan putaran sebelumnya.
Potensi Jago Coffee berada pada kemampuannya menggabungkan bisnis konsumsi harian dengan teknologi dan model operasional yang dapat diperluas. Industri kopi Indonesia memiliki basis konsumen besar, tetapi persaingannya juga sangat ketat. Perusahaan harus mampu menjaga kualitas produk sekaligus memastikan setiap ekspansi menghasilkan ekonomi unit yang sehat. Jika model tersebut berhasil diterapkan di banyak kota, Jago Coffee dapat berkembang menjadi pemain teknologi konsumen dengan jaringan yang kuat. Tantangan utamanya adalah mempertahankan pertumbuhan tanpa mengorbankan profitabilitas.
Penutup
Lima startup tersebut menunjukkan bahwa peluang menjadi raksasa teknologi baru di Indonesia tidak hanya berasal dari sektor aplikasi konsumen. Agritech, pendidikan berbasis AI, fintech, perikanan dan teknologi konsumen memiliki ruang pertumbuhan yang sama menariknya. Data DealStreetAsia menunjukkan pendanaan startup Asia Tenggara memang masih selektif, tetapi perusahaan dengan prospek bisnis yang jelas tetap mampu memperoleh modal. (DealStreetAsia) Kondisi ini membuat kualitas model bisnis semakin penting dibandingkan sekadar mengejar pertumbuhan pengguna.
Namun, menyebut sebuah startup sebagai calon raksasa teknologi tentu masih merupakan prediksi, bukan kepastian. Mereka harus melewati tantangan pendanaan, profitabilitas, regulasi, persaingan dan ekspansi sebelum benar-benar mencapai skala besar. Justru di sinilah menariknya perkembangan startup Indonesia beberapa tahun ke depan. Jika mampu mengubah teknologi menjadi solusi yang dibutuhkan jutaan masyarakat, bukan tidak mungkin akan lahir generasi baru perusahaan teknologi Indonesia dengan pengaruh hingga pasar regional.
Sumber Referensi
- DealStreetAsia- Data pendanaan startup di Asia Tenggara sepanjang 2025.
https://www.dealstreetasia.com/reports/southeast-asia-startup-funding-report-2025 - Google for Startups- Informasi startup Indonesia yang mengikuti program Accelerator Southeast Asia.
https://startup.google.com/programs/accelerator/southeast-asia/ - DealStreetAsia- Data pendanaan startup Asia Tenggara pada Februari 2026, termasuk Jago Coffee.
https://www.dealstreetasia.com/dealsbarometer/report-se-asia-feb-2026/
