WNA China WS Dibawa ke Sorong untuk Pemeriksaan Dugaan Perburuan Penyu

Last Updated: 17 September 2026, 06:36

Bagikan:

WNA China Perburuan Penyu
WNA asal China berinisial WS diamankan petugas Imigrasi Makassar terkait dugaan perburuan penyu di Raja Ampat. Sumber gambar: ANTARA/HO-Dokumentasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar/Darwin Fatir.
Table of Contents

Warga negara asing (WNA) asal China berinisial WS telah dibawa dari Makassar ke Kantor Imigrasi Sorong pada Rabu (16/9/2026) untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan perburuan penyu di kawasan perairan Piaynemo, Raja Ampat. Imigrasi Sorong akan memeriksa dokumen keimigrasian WS dan berkoordinasi dengan instansi terkait, sementara kepolisian masih mendalami dugaan tindak pidana perburuan satwa dilindungi tersebut. (ANTARA, 2026)

WNA China WS Menjalani Pemeriksaan di Imigrasi Sorong

Kantor Imigrasi Sorong menerima WS dari Kantor Imigrasi Makassar pada Rabu (16/9). Petugas Imigrasi Sorong kemudian membawa WS ke kantor untuk menjalani pemeriksaan dokumen dan status keimigrasian. Galih Dwi Prawita selaku Kasubsi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Sorong menyatakan petugas masih menunggu penasihat hukum dan penerjemah sebelum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. (ANTARA, 2026)

Pemeriksaan tersebut belum menetapkan kesimpulan mengenai pelanggaran yang dilakukan WS. Imigrasi Sorong akan menilai hasil pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran keimigrasian. Pada saat yang sama, kepolisian menangani penyelidikan terkait dugaan perburuan penyu sisik di kawasan konservasi perairan Raja Ampat. (ANTARA, 2026)

Beberapa hal yang menjadi bagian dari proses pemeriksaan meliputi:

  • Dokumen perjalanan dan izin tinggal WS.
  • Riwayat perjalanan WS selama berada di Indonesia.
  • Aktivitas WS selama berada di Raja Ampat.
  • Informasi mengenai dugaan aktivitas spearfishing.
  • Koordinasi dengan kepolisian dan instansi konservasi terkait.

Dugaan Spearfishing WS Muncul dari Video di Piaynemo

Kasus WS bermula dari beredarnya dokumentasi yang diduga memperlihatkan aktivitas spearfishing di kawasan Piaynemo. Video tersebut diduga memperlihatkan WS mengarahkan senjata penembak ikan kepada seekor penyu. Kepolisian Papua Barat Daya kemudian mendalami dokumentasi tersebut untuk memastikan peristiwa dan keterlibatan pihak-pihak yang terkait. (ANTARA, 2026)

Laporan mengenai dugaan aktivitas tersebut juga mendorong Pemerintah Kabupaten Raja Ampat meminta tindakan keimigrasian terhadap WS. Pemerintah daerah sebelumnya mengajukan pencegahan agar WS tidak meninggalkan Indonesia selama proses pemeriksaan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan setelah laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas spearfishing di kawasan konservasi diterima pemerintah daerah. (Teropong News, 2026)

Imigrasi Sorong Memantau Pergerakan WS hingga Makassar

Imigrasi Sorong memasukkan nama WS ke dalam daftar subject of interest atau SOI setelah menerima informasi mengenai dugaan pelanggaran tersebut. Petugas kemudian memantau pergerakan WS melalui Sistem Informasi Profil Penumpang atau SIPP di sejumlah Tempat Pemeriksaan Imigrasi. (ANTARA, 2026)

WS diketahui berprofesi sebagai instruktur pelatih selam tersertifikasi. Berdasarkan pemantauan petugas, WS bergerak dari Sorong menuju Makassar sebelum merencanakan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Imigrasi Sorong kemudian berkoordinasi dengan Imigrasi Makassar untuk mencegah keberangkatan WS dari Indonesia. (ANTARA, 2026)

WS Diamankan di Bandara Sultan Hasanuddin

Petugas Imigrasi Makassar mengamankan WS di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Senin (14/9). Petugas melakukan tindakan tersebut ketika WS terindikasi akan menaiki pesawat AirAsia dengan rute Makassar-Kuala Lumpur. Pengamanan tersebut berlangsung setelah Imigrasi Sorong mengirimkan informasi mengenai keberadaan WS kepada Imigrasi Makassar. (ANTARA, 2026)

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan petugas akan melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap WS. Imigrasi juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan instansi terkait untuk mengumpulkan keterangan serta dokumen pendukung. Hendarsam menyatakan WNA yang terbukti melanggar aturan Indonesia akan mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. (ANTARA, 2026)

Polisi Dalami Dugaan Perburuan Penyu Sisik

Polda Papua Barat Daya juga mendalami dugaan perburuan penyu sisik yang dikaitkan dengan WS. Polisi menerima laporan dari BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat mengenai dugaan aktivitas yang tidak ramah lingkungan dan perburuan satwa dilindungi. (ANTARA, 2026)

Penyidik masih memeriksa dokumentasi, lokasi kejadian, serta keterangan pihak terkait untuk menentukan fakta dalam perkara tersebut. Karena proses penyelidikan masih berlangsung, dugaan keterlibatan WS perlu dibedakan dari kesimpulan hukum yang baru dapat ditetapkan berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan. (ANTARA, 2026)

Imigrasi Sorong juga telah berkoordinasi dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) serta Ditreskrimsus Polda Papua Barat Daya. Kedutaan Besar China di Jakarta turut berkoordinasi dengan Imigrasi Sorong dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. (ANTARA, 2026)

Penanganan WS Berlanjut melalui Koordinasi Antarinstansi

Pemeriksaan terhadap WS menjadi bagian dari penanganan lintas instansi yang melibatkan Imigrasi Sorong, kepolisian, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, dan instansi yang berkaitan dengan pengawasan kawasan konservasi. Setiap lembaga menjalankan pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing untuk mengungkap dugaan perburuan penyu tersebut. (ANTARA, 2026)

Imigrasi Sorong mengingatkan wisatawan asing agar mematuhi peraturan Indonesia selama berada di Raja Ampat. Petugas juga mengimbau pemandu wisata agar tidak mempromosikan kegiatan spearfishing di kawasan yang memiliki status konservasi. (ANTARA, 2026)

Kasus WNA China WS kini masih berada dalam tahap pemeriksaan. Hasil pemeriksaan Imigrasi Sorong dan penyelidikan kepolisian akan menentukan langkah hukum selanjutnya berdasarkan fakta dan bukti yang diperoleh.

Garap Media akan terus menghadirkan informasi aktual mengenai perkembangan kasus lingkungan, konservasi, dan penegakan hukum di berbagai daerah Indonesia. Pembaca juga dapat mengikuti artikel Garap Media lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru dari berbagai bidang.

Selain isu Raja Ampat, Garap Media menyajikan berita mengenai peristiwa nasional, lingkungan, pariwisata, teknologi, dan gaya hidup. Baca artikel lainnya di Garap Media untuk mengikuti perkembangan berita terbaru secara lebih lengkap.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /