Sungai Cileungsi Menghitam di Bogor, DLH Telusuri Sumber Pencemaran

Last Updated: 17 September 2026, 05:11

Bagikan:

Sungai Cileungsi Menghitam
Air Sungai Cileungsi di kawasan Ciangsana, Kabupaten Bogor, berubah hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. Sumber gambar: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nym.
Table of Contents

Air Sungai Cileungsi-Gunung Putri di kawasan Ciangsana, Kabupaten Bogor, berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat pada Selasa (15/9/2026). Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pencemaran dari aktivitas industri dan pengelolaan limbah yang belum maksimal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor kini melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi sumber pencemaran. (ANTARA, 2026)

Sungai Cileungsi Menghitam di Kawasan Ciangsana pada September 2026

Perubahan warna air Sungai Cileungsi terlihat di kawasan Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kondisi air yang hitam pekat juga disertai bau menyengat sehingga kembali menyoroti persoalan kualitas lingkungan di sepanjang aliran sungai tersebut. (ANTARA, 2026)

DLH Kabupaten Bogor menduga aktivitas industri dan pengelolaan limbah yang belum maksimal menjadi faktor pencemaran. Namun, pemerintah daerah masih melakukan pemantauan untuk memastikan titik yang menjadi sumber pencemaran dan tidak langsung menetapkan satu pihak sebagai penyebab kondisi tersebut. (ANTARA, 2026)

Kondisi Sungai Cileungsi memiliki perhatian khusus karena alirannya memiliki fungsi penting bagi masyarakat di sekitarnya. KLH/BPLH sebelumnya juga mencatat perubahan kualitas air pada sejumlah segmen DAS Cileungsi dengan ciri air hitam pekat dan bau menyengat. (KLH/BPLH, 2026)

DLH Kabupaten Bogor Petakan Outfall Industri di Sungai Cileungsi

DLH Kabupaten Bogor telah melakukan susur Sungai Cileungsi pada 26-27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan dan mengidentifikasi saluran outfall industri yang berpotensi menjadi sumber pencemaran. (Pemkab Bogor, 2026)

Kegiatan tersebut melibatkan DLH Kabupaten Bogor, TNI Angkatan Laut, dan Tim Patroli Sungai DLH Provinsi Jawa Barat. Tim melakukan penyisiran dari area Jembatan Wika dan Jembatan Cikuda hingga perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi. (Pemkab Bogor, 2026)

Pemetaan outfall menjadi bagian penting dalam pengawasan karena saluran tersebut dapat menjadi jalur keluarnya air limbah dari aktivitas usaha. DLH Kabupaten Bogor menggunakan kegiatan susur sungai untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mempersempit lokasi yang perlu diperiksa lebih lanjut. (Pemkab Bogor, 2026)

Beberapa fokus pengawasan dalam kegiatan tersebut mencakup:

  • Identifikasi saluran outfall industri.
  • Pemantauan kondisi badan Sungai Cileungsi.
  • Penelusuran potensi sumber pencemaran.
  • Koordinasi pengawasan antara pemerintah daerah dan instansi terkait.

KLH/BPLH Hentikan Pembuangan Limbah Ilegal di Empat Lokasi

Persoalan pencemaran Sungai Cileungsi juga telah mendapat penindakan pemerintah pusat pada Agustus 2026. KLH/BPLH menghentikan pembuangan air limbah ilegal di empat lokasi usaha sepanjang DAS Cileungsi pada 18 Agustus 2026. (KLH/BPLH, 2026)

Tim Gakkum LH menemukan dugaan pembuangan air limbah secara langsung ke badan air tanpa melalui proses pengolahan. KLH/BPLH kemudian memasang papan peringatan pada empat lokasi usaha yang menggunakan inisial TL, KL, KIL, dan DL. (KLH/BPLH, 2026)

Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup KLH/BPLH Ardyanto Nugroho menjelaskan bahwa pengawasan menemukan perubahan kualitas air di sejumlah segmen Sungai Cileungsi. Temuan tersebut menunjukkan air sungai berubah hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat. (KLH/BPLH, 2026)

KLH/BPLH juga menegaskan bahwa penindakan tidak berhenti pada pemasangan papan peringatan. Pemerintah akan melanjutkan pengawasan untuk memastikan pelaku usaha memenuhi kewajiban pengelolaan limbah dan melakukan perbaikan apabila ditemukan pelanggaran. (KLH/BPLH, 2026)

Pemantauan Sungai Cileungsi Berlanjut untuk Menemukan Sumber Pencemaran

Pemantauan terhadap Sungai Cileungsi menjadi langkah lanjutan setelah muncul kembali perubahan warna dan bau pada aliran sungai di Ciangsana. DLH Kabupaten Bogor perlu mencocokkan temuan lapangan dengan titik outfall dan aktivitas usaha di sekitar DAS untuk mengetahui sumber pencemaran secara lebih akurat. (Pemkab Bogor, 2026)

Rangkaian penanganan tersebut menunjukkan bahwa pencemaran Sungai Cileungsi membutuhkan pengawasan lintas lembaga. Pemerintah daerah memetakan sumber pencemar, sedangkan KLH/BPLH menjalankan penegakan hukum terhadap usaha yang terbukti atau teridentifikasi melanggar ketentuan pengelolaan air limbah. (KLH/BPLH, 2026)

Kondisi air Sungai Cileungsi yang kembali menghitam pada September juga menunjukkan pentingnya pengawasan berkelanjutan. Pemerintah perlu memastikan penindakan sebelumnya diikuti perbaikan tata kelola limbah agar perubahan kualitas air tidak terus berulang.

Garap Media akan terus menghadirkan informasi terbaru mengenai kondisi lingkungan dan persoalan pencemaran sungai di berbagai daerah. Pembaca dapat mengikuti artikel Garap Media lainnya untuk mengetahui perkembangan penanganan Sungai Cileungsi dan isu lingkungan di Kabupaten Bogor.

Selain berita lingkungan, Garap Media juga menyajikan informasi mengenai kebijakan pemerintah, peristiwa daerah, ekonomi, teknologi, hingga gaya hidup. Simak artikel lainnya untuk mendapatkan kabar terbaru dengan pembahasan yang ringkas dan informatif.

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /