Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan profil risiko 60 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) setelah enam bulan pelaksanaan PP TUNAS. Hasil evaluasi hingga 6 September 2026 menunjukkan 22 PLF memiliki profil risiko tinggi, sedangkan 38 PLF masuk dalam kategori risiko rendah. (Komdigi, 2026)
PP TUNAS Verifikasi 60 PLF dari 252 Layanan Digital
Evaluasi enam bulan PP TUNAS menjadi bagian dari upaya pemerintah mengukur kepatuhan platform digital terhadap kewajiban pelindungan anak. Hingga 6 September 2026, Komdigi mencatat sebanyak 252 PLF dari 94 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyelesaikan proses self-assessment. (Komdigi, 2026)
Dari seluruh laporan yang diterima, sebanyak 60 PLF kemudian menjalani proses verifikasi oleh Komdigi. Hasilnya menunjukkan 38 PLF memiliki profil risiko rendah, sementara 22 PLF ditetapkan dengan profil risiko tinggi. Selain itu, pemerintah mencatat sekitar 28 juta anak telah mendapatkan pelindungan dari berbagai risiko di ruang digital melalui penerapan kewajiban PP TUNAS. (Komdigi, 2026)
Sementara itu, 42 dari 60 PLF yang telah diverifikasi sudah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital. Adapun 18 PLF lainnya telah memperoleh hasil verifikasi, tetapi masih menunggu proses penetapan secara administratif. (Komdigi, 2026)
Profil Risiko Tinggi PP TUNAS Mencakup Media Sosial hingga Game
Berbagai jenis layanan digital masuk dalam kategori profil risiko tinggi berdasarkan hasil evaluasi Komdigi. Cakupannya meliputi media sosial, perdagangan digital, layanan streaming, aplikasi komunikasi, hingga permainan daring. (Komdigi, 2026)
Sebanyak 22 PLF yang memperoleh hasil verifikasi profil risiko tinggi terdiri atas:
- Aplikasi Lazada dan Situs Web Lazada.
- Blibli dan BMoney.
- Vidio dan Hago App.
- Pinterest, SnackVideo, dan X.
- Sola Mahjong.
- Goddess of Victory: NIKKE.
- Age of Empires Mobile.
- Valorant.
- Teamfight Tactics Mobile.
- Apple Podcasts.
- WeTV.
- MAXStream TV.
- Discord.
- Telegram Messenger.
- YouTube.
- Ludo World-Ludo Superstar.
- Crossfire: Legends.
Menurut Komdigi, daftar tersebut merupakan hasil penilaian berdasarkan karakteristik serta potensi risiko masing-masing PLF terhadap anak. Dengan demikian, profil risiko tinggi tidak berarti seluruh aktivitas dalam layanan tersebut memiliki tingkat risiko yang sama, tetapi menunjukkan perlunya penerapan pelindungan yang lebih ketat. (Komdigi, 2026)
Risiko Anak Menjadi Dasar Penilaian PP TUNAS
PP TUNAS menerapkan pendekatan berbasis risiko dalam mengatur layanan digital yang dapat digunakan atau diakses oleh anak. Melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, pemerintah mengatur mekanisme penilaian mandiri, verifikasi, serta kewajiban PSE dalam pelindungan anak. (Kementerian Komunikasi dan Digital, 2026)
Dalam prosesnya, penilaian mempertimbangkan sejumlah aspek yang berkaitan dengan keselamatan dan perkembangan anak di ruang digital. Indikator tersebut digunakan untuk menentukan tingkat risiko setiap PLF secara lebih terukur. (Komdigi, 2026)
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian meliputi:
- Potensi paparan konten pornografi dan kekerasan.
- Risiko kontak anak dengan orang yang tidak dikenal.
- Potensi eksploitasi anak sebagai pengguna atau konsumen.
- Keamanan dan pelindungan data pribadi anak.
- Risiko adiksi atau kecanduan penggunaan layanan.
- Potensi gangguan terhadap kesehatan psikologis dan fisiologis anak.
Selain itu, Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 142 Tahun 2026 menetapkan indikator penilaian serta petunjuk teknis untuk menentukan tingkat risiko PLF. Sebagian indikator tersebut kemudian diperbarui melalui Keputusan Menteri Nomor 219 Tahun 2026. (Kementerian Komunikasi dan Digital, 2026)
38 PLF Berprofil Risiko Rendah Tetap Mendapat Pengawasan
Tidak hanya kategori risiko tinggi, Komdigi juga mengidentifikasi 38 PLF dengan profil risiko rendah. Layanan yang masuk kelompok ini mencakup sektor pendidikan, komunikasi, hiburan, permainan, penyimpanan data, serta berbagai layanan digital lainnya. (Komdigi, 2026)
Beberapa PLF berprofil risiko rendah yang telah ditetapkan meliputi:
- Canva Pendidikan.
- Google Classroom.
- Apple Arcade.
- App Store.
- Google Shopping.
- DANA.
- UniPin.
- Netflix Kids Profile.
- FaceTime.
- iMessage.
- Gmail.
- YouTube Kids.
- Google Maps.
- Gemini.
- Apple Maps.
- Apple Invites.
Di sisi lain, sepuluh PLF telah memperoleh hasil verifikasi risiko rendah tetapi masih menunggu penetapan secara administratif. Layanan tersebut mencakup Google Play, PlayStation, Apple Music, Apple TV, Spotify, Ruangguru, Google Workspace, Google Search, Safari, dan Google Photos. (Komdigi, 2026)
Komdigi Lanjutkan Pengawasan Platform Digital hingga Akhir 2026
Setelah penetapan profil risiko dilakukan, evaluasi PP TUNAS masih akan berlanjut. Komdigi memberikan kesempatan kepada seluruh PSE untuk menyelesaikan kewajiban self-assessment hingga 31 Desember 2026. (Komdigi, 2026)
Bagi platform yang tidak memenuhi kewajiban tersebut, Komdigi dapat menetapkannya secara langsung sebagai PLF berprofil risiko tinggi. Selanjutnya, pemerintah juga akan memantau penerapan langkah teknis pelindungan anak sehingga kewajiban platform tidak hanya berhenti pada pemenuhan administratif. (Komdigi, 2026)
Secara keseluruhan, evaluasi PP TUNAS menunjukkan adanya mekanisme bertahap yang dimulai dari self-assessment, verifikasi, penetapan profil risiko, hingga penerapan fitur pelindungan. Melalui tahapan tersebut, pemerintah menargetkan penyelenggara platform dapat memperbaiki desain dan tata kelola layanan agar ruang digital menjadi lebih aman bagi anak. (Komdigi, 2026)
Garap Media akan terus menghadirkan informasi terbaru mengenai kebijakan ruang digital dan perkembangan pelindungan anak di Indonesia. Pembaca dapat mengikuti artikel Garap Media lainnya untuk mengetahui perubahan aturan yang memengaruhi penggunaan platform digital.
Selain PP TUNAS, Garap Media juga menyajikan berita teknologi, kebijakan pemerintah, keamanan digital, pendidikan, dan perkembangan platform digital. Simak artikel lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru dengan pembahasan yang ringkas dan informatif.
Referensi
