Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menutup dua zona aktif pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menggunakan media pelindung yang dilanjutkan dengan pemasangan geomembrane. Langkah tersebut menjadi bagian dari transisi menuju sistem controlled landfill sekaligus penghentian bertahap praktik open dumping guna mengurangi dampak lingkungan di sekitar kawasan TPST Bantargebang. (ANTARA News, 2026; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026)
TPST Bantargebang Terapkan Geomembrane untuk Kurangi Dampak Lingkungan
Pemprov DKI Jakarta memulai penerapan sistem controlled landfill dengan menutup area timbunan sampah menggunakan media pelindung sebelum memasang geomembrane. Material kedap air tersebut berfungsi membatasi masuknya air hujan ke timbunan sampah sehingga dapat mengurangi terbentuknya air lindi, menekan emisi gas, serta meminimalkan bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat sekitar. (ANTARA News, 2026; NU Online Jakarta, 2026)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa tahap awal dimulai pada Zona 2 sejak 17 Juli 2026. Petugas melakukan penutupan area yang telah digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah, kemudian melanjutkan proses tersebut secara bertahap pada zona aktif lainnya sesuai rencana transformasi pengelolaan TPST Bantargebang. (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026; ANTARA News, 2026)
Controlled Landfill Jadi Tahap Baru Pengelolaan TPST Bantargebang
Sistem controlled landfill diterapkan dengan mekanisme pergantian titik pembuangan sampah setiap tujuh hari. Area yang telah dipenuhi sampah akan segera ditutup menggunakan media pelindung, sedangkan aktivitas pembuangan dialihkan ke titik lain yang telah dipersiapkan. Pola tersebut bertujuan menjaga kestabilan timbunan sampah sekaligus meningkatkan pengendalian dampak lingkungan selama masa transisi dari sistem lama menuju metode yang lebih modern. (ANTARA News, 2026; MerahPutih.com, 2026)
Penerapan metode baru tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki tata kelola sampah secara menyeluruh. Selain mengurangi dampak pencemaran, perubahan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan operasional TPST Bantargebang serta memperpanjang masa layanan fasilitas pengolahan sampah terbesar milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut. (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026; ANTARA News, 2026)
Beberapa manfaat pemasangan geomembrane di TPST Bantargebang meliputi:
- Mengurangi bau dari timbunan sampah.
- Membantu mengendalikan emisi gas metana.
- Mencegah masuknya air hujan ke area timbunan.
- Meminimalkan pembentukan air lindi yang berpotensi mencemari lingkungan.
- Mendukung transisi menuju sistem controlled landfill yang lebih ramah lingkungan. (ANTARA News, 2026; NU Online Jakarta, 2026)
Pemprov DKI Targetkan Penghentian Bertahap Open Dumping
Pemprov DKI Jakarta menjadikan penerapan controlled landfill sebagai bagian dari transformasi jangka panjang pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Melalui sistem tersebut, praktik open dumping akan dihentikan secara bertahap dengan mengganti metode penimbunan terbuka menjadi penempatan sampah yang lebih tertata, disertai penutupan berkala menggunakan media pelindung dan geomembrane. (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026; ANTARA News, 2026)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyatakan bahwa penerapan metode baru tersebut bertujuan menjaga kestabilan area timbunan, mengurangi risiko pencemaran lingkungan, serta meningkatkan keamanan operasional TPST Bantargebang. Selain itu, pemerintah menerapkan sistem pergantian titik pembuangan setiap tujuh hari agar proses transisi menuju controlled landfill dapat berjalan secara bertahap tanpa mengganggu layanan pengelolaan sampah Jakarta. (ANTARA News, 2026; NU Online Jakarta, 2026)
Beberapa langkah yang diterapkan dalam transformasi TPST Bantargebang meliputi:
- Penutupan dua zona aktif menggunakan media pelindung.
- Pemasangan geomembrane secara bertahap pada area landfill.
- Pergantian titik pembuangan sampah setiap tujuh hari.
- Pengurangan bau, emisi gas metana, dan pembentukan air lindi.
- Penguatan pengelolaan sampah melalui sistem controlled landfill yang lebih ramah lingkungan. (Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026; ANTARA News, 2026)
Baca juga: [MASUKKAN LINK ARTIKEL LAIN YANG RELEVAN]
Transformasi TPST Bantargebang Didorong Kolaborasi dan Pengurangan Sampah
Pemprov DKI Jakarta tidak hanya membenahi sistem pengelolaan di TPST Bantargebang, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta melalui skema creative financing untuk mempercepat pelaksanaan program penutupan zona aktif dan pemasangan geomembrane. Di saat yang sama, pemerintah mengajak masyarakat mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber melalui pemilahan dan pengelolaan yang lebih baik. (NU Online Jakarta, 2026; ANTARA News, 2026)
Transformasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih aman, terukur, dan berkelanjutan. Dengan peningkatan standar operasional di TPST Bantargebang, pemerintah menargetkan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar dapat terus ditekan sekaligus mendukung pengelolaan sampah Jakarta yang lebih modern. (MerahPutih.com, 2026; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026)
Penutupan dua zona aktif di TPST Bantargebang menggunakan media pelindung dan geomembrane menjadi langkah nyata Pemprov DKI Jakarta dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Melalui penerapan controlled landfill, pemerintah berupaya mengurangi bau, emisi gas, serta potensi pencemaran lingkungan agar pengelolaan sampah menjadi lebih aman dan berkelanjutan. (ANTARA News, 2026; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 2026)
Ikuti terus informasi terbaru mengenai kebijakan lingkungan, pengelolaan sampah, dan pembangunan berkelanjutan hanya di Garap Media. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya yang menyajikan berita aktual dan tepercaya dari berbagai sektor.
Referensi
