Pemerintah Singapura mengaktifkan subsidi kabut asap mulai Senin (12/10/2026) untuk membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Melalui Haze Subsidy Scheme (HSS), pemerintah menyediakan layanan pengobatan bersubsidi di klinik dokter umum peserta Public Health Preparedness Clinic (PHPC) dan seluruh poliklinik. Kebijakan ini bertujuan mempermudah akses pengobatan bagi warga sekaligus mengurangi tekanan terhadap unit gawat darurat rumah sakit (Ministry of Health Singapore, 2026).
Subsidi Kabut Asap Singapura Berlaku di Klinik dan Poliklinik
Kementerian Kesehatan Singapura mengaktifkan kembali HSS setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap lintas batas. Pemerintah terakhir kali mengaktifkan skema tersebut pada 2015, ketika kabut asap akibat kebakaran hutan di kawasan Asia Tenggara mengganggu aktivitas masyarakat.
Program ini memberikan bantuan biaya pengobatan bagi warga negara Singapura yang mengalami kondisi kesehatan terkait kabut asap. Pemerintah juga mengaktifkan skema PHPC untuk memperkuat layanan kesehatan primer selama kondisi darurat lingkungan berlangsung (Channel NewsAsia, 2026).
Syarat Penerima dan Batas Biaya Pengobatan Kabut Asap
Pemerintah Singapura menetapkan persyaratan penerima subsidi berdasarkan usia, status kewarganegaraan, dan kepesertaan program bantuan tertentu.
Berikut ketentuan utama HSS yang berlaku mulai 12 Oktober 2026:
- Seluruh warga negara Singapura: berhak memperoleh subsidi pengobatan untuk kondisi terkait kabut asap di seluruh poliklinik.
- Anak-anak berusia 18 tahun ke bawah dan lansia berusia 65 tahun ke atas: memenuhi syarat subsidi di klinik PHPC peserta.
- Penerima bantuan tertentu: pemegang kartu Community Health Assist Scheme (CHAS) Blue dan Orange, anggota Pioneer Generation dan Merdeka Generation, penerima Public Assistance, serta pemegang Medical Fee Exemption Card memenuhi persyaratan subsidi di klinik peserta.
- Batas biaya: penerima Public Assistance mendapatkan pengobatan yang sepenuhnya disubsidi. Lansia Pioneer Generation dan Merdeka Generation membayar maksimal S$5, sedangkan penerima lain yang memenuhi syarat membayar maksimal S$10.
Ketentuan tersebut membantu warga memperoleh konsultasi, obat-obatan, dan pemeriksaan yang diperlukan sesuai kondisi kesehatan mereka (Ministry of Health Singapore, 2026).
Tujuh Kondisi Kesehatan yang Ditanggung Subsidi Kabut Asap
HSS mencakup tujuh kelompok kondisi kesehatan yang berkaitan dengan paparan kabut asap, yaitu:
- Rinitis alergi atau peradangan pada hidung akibat alergi.
- Asma.
- Bronkitis.
- Konjungtivitis atau peradangan pada mata.
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Infeksi saluran pernapasan atas.
- Komplikasi dari kondisi-kondisi tersebut.
Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung menyarankan warga yang mengalami gangguan pernapasan untuk mendatangi klinik dokter umum atau poliklinik. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan unit gawat darurat hanya untuk kondisi mendesak dan serius supaya rumah sakit dapat memprioritaskan pasien yang membutuhkan pertolongan segera (Channel NewsAsia, 2026).
Pemerintah Singapura mengharapkan kebijakan ini dapat menjaga akses pelayanan kesehatan selama kabut asap berlangsung. Masyarakat juga perlu mengikuti imbauan kesehatan dan mengurangi paparan polusi udara sesuai kondisi masing-masing.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan kualitas udara, kebijakan kesehatan, dan dampak kebakaran hutan di kawasan Asia Tenggara melalui artikel terbaru di Garap Media.
Jangan lewatkan berita lainnya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terkini seputar kesehatan, lingkungan, kebijakan publik, dan berbagai peristiwa internasional.
