BPK Temukan Dana KIP Kuliah Rp2,7 Miliar untuk 320 Mahasiswa Wafat

Last Updated: 17 October 2026, 19:52

Bagikan:

Dana KIP Kuliah Wafat
BPK menemukan penyaluran dana KIP Kuliah sebesar Rp2,7 miliar kepada 320 mahasiswa yang telah meninggal dunia. Sumber gambar: KIP Kuliah
Table of Contents

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) senilai Rp2,70 miliar kepada 320 mahasiswa yang telah meninggal dunia. Laporan tersebut tercantum dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026 pada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Untuk menindaklanjuti persoalan ini, BPK merekomendasikan perbaikan pendataan penerima serta pemulihan kelebihan pembayaran melalui penyetoran kembali ke kas negara (detikEdu, 2026).

BPK Temukan Penyaluran Dana KIP Kuliah Tidak Sesuai Ketentuan

Dalam pemeriksaan kementerian dan lembaga, BPK mencatat penyaluran bantuan kepada mahasiswa yang telah meninggal dunia sebagai salah satu permasalahan belanja. Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan dalam ketepatan data penerima bantuan pendidikan tinggi.

Melalui IHPS I Tahun 2026, BPK mengungkapkan 93 permasalahan belanja yang tidak sesuai ketentuan pada 53 kementerian dan lembaga. Nilai keseluruhan permasalahan tersebut mencapai Rp355,16 miliar, termasuk penyaluran KIP Kuliah senilai Rp2,70 miliar kepada 320 mahasiswa yang telah meninggal dunia (BPK, 2026).

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pembaruan data penerima bantuan secara berkala. Data yang akurat membantu pemerintah memastikan penyaluran anggaran pendidikan sesuai dengan persyaratan dan kondisi penerima.

BPK Minta Perbaikan Data dan Pengembalian Dana KIP Kuliah

Untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan, BPK merekomendasikan pimpinan kementerian dan lembaga terkait agar berkoordinasi dengan pihak berwenang. Rekomendasi tersebut mencakup dua langkah utama:

  • Perbaikan data penerima: kementerian dan lembaga terkait perlu memperbarui serta memverifikasi data mahasiswa penerima bantuan.
  • Pemulihan kelebihan pembayaran: pihak terkait perlu menindaklanjuti dana yang dibayarkan tidak sesuai ketentuan melalui penyetoran kembali ke kas negara.

Kedua langkah tersebut bertujuan memperbaiki tata kelola bantuan pendidikan dan meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Meski demikian, temuan audit ini tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab setiap penyaluran ataupun pihak yang bertanggung jawab atas seluruh dana tersebut (detikEdu, 2026).

Anggaran KIP Kuliah 2026 Menjangkau Lebih dari Satu Juta Mahasiswa

KIP Kuliah merupakan program bantuan pemerintah yang mendukung akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran KIP Kuliah sebesar Rp15,32 triliun dengan target 1.047.221 mahasiswa. Calon penerima dari kelompok sosial ekonomi desil 1 sampai 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi prioritas sesuai persyaratan program.

Besarnya anggaran dan cakupan penerima menjadikan ketepatan data sebagai aspek penting dalam pengelolaan KIP Kuliah. Karena itu, pemeriksaan dan evaluasi berkala diperlukan untuk membantu memastikan bantuan menjangkau mahasiswa yang memenuhi persyaratan (detikEdu, 2026).

Pembaca dapat mengikuti perkembangan tindak lanjut temuan BPK dan kebijakan bantuan pendidikan melalui artikel terbaru di Garap Media. Informasi tersebut membantu masyarakat memahami pengawasan anggaran publik dan upaya pemerintah menjaga ketepatan penyaluran bantuan.

Jangan lewatkan berita lainnya di Garap Media untuk memperoleh informasi terkini seputar pendidikan, kebijakan pemerintah, ekonomi, dan berbagai peristiwa nasional yang berdampak pada masyarakat.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /