Saham Bank Mandiri (BMRI) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, di tengah sorotan publik terhadap penanganan rekening Supriyono alias Mas Botok. Harga BMRI turun 20 poin atau 0,47 persen menjadi Rp4.200 per saham dari posisi penutupan sebelumnya Rp4.220, sedangkan tekanan intraday sempat membawa saham tersebut ke level Rp4.170 (Topik.id, 2026).
Saham Bank Mandiri Turun Saat Polemik Rekening Mas Botok Mencuat
Pergerakan saham BMRI berlangsung ketika polemik rekening Supriyono masih menjadi perhatian publik. Rekening tersebut menampung sekitar Rp80,9 juta yang berasal dari dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan operasional aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta (Pikiran Rakyat, 2026).
Polemik tersebut mencuat setelah akses terhadap rekening Supriyono terganggu ketika dirinya berada di Jakarta. Dana tersebut rencananya digunakan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan peserta aksi, seperti makanan, transportasi, dan akomodasi.
Beberapa fakta yang menjadi perhatian publik meliputi:
- Rekening Supriyono menyimpan dana sekitar Rp80,9 juta.
- Dana tersebut berasal dari uang pribadi dan donasi masyarakat.
- AMPB menyiapkan dana tersebut untuk kebutuhan aksi pada 27 Agustus 2026.
- Bank Mandiri menyatakan tindakan terhadap rekening dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum.
- Polemik tersebut kemudian ikut menjadi sentimen yang diperhatikan investor dan masyarakat.
Pergerakan Saham Bank Mandiri Tidak Hanya Dipengaruhi Polemik Rekening
Penurunan BMRI tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat tunggal dari polemik rekening Mas Botok. Pergerakan saham juga mengikuti kondisi pasar saham secara keseluruhan pada perdagangan 24 Agustus 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami tekanan pada hari yang sama. IHSG ditutup turun 0,37 persen atau 24,02 poin ke level 6.501,60 setelah bergerak pada rentang 6.474 hingga 6.551. Data tersebut menunjukkan bahwa pelemahan BMRI berlangsung bersamaan dengan koreksi pasar secara umum (Katadata.co.id, 2026).
Tekanan pasar juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Kondisi tersebut membuat investor perlu melihat faktor pasar secara lebih luas sebelum mengaitkan pergerakan BMRI dengan satu isu tertentu.
Pergerakan BMRI pada perdagangan 24 Agustus 2026 tercatat sebagai berikut:
- Harga penutupan Jumat, 21 Agustus: Rp4.220.
- Harga pembukaan Senin, 24 Agustus: Rp4.220.
- Harga terendah: Rp4.170.
- Harga penutupan: Rp4.200.
- Perubahan harian: turun 0,47 persen.
Bank Mandiri Jelaskan Penanganan Rekening Supriyono alias Mas Botok
Bank Mandiri memberikan penjelasan setelah penanganan rekening Supriyono menimbulkan sorotan. Perseroan menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyatakan bahwa perseroan menjalankan tindakan tersebut berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Bank Mandiri juga menyatakan komitmen untuk menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam layanan perbankan (Pikiran Rakyat, 2026).
Penjelasan tersebut belum menghentikan perhatian publik terhadap kasus tersebut. Sejumlah pihak masih mempertanyakan dasar dan mekanisme tindakan terhadap rekening yang menampung dana pribadi sekaligus donasi masyarakat.
Polda Metro Jaya Sebut Rekening Mas Botok Mengalami Penundaan Transaksi
Polda Metro Jaya memberikan penjelasan berbeda mengenai istilah yang digunakan dalam kasus tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut tindakan yang dilakukan berkaitan dengan penundaan transaksi, bukan sekadar pemblokiran rekening.
Penundaan transaksi tersebut berlangsung selama lima hari kerja untuk membantu proses penyelidikan terhadap aliran dana. Polda Metro Jaya juga menyatakan bahwa dana sekitar Rp80 juta tersebut tidak disita dan aksesnya akan dipulihkan setelah masa penundaan berakhir (Readers.id, 2026).
Pihak kepolisian berencana memanggil Supriyono untuk memberikan keterangan mengenai aliran dana tersebut. Polda Metro Jaya juga menyatakan akan melibatkan pihak Otoritas Jasa Keuangan dalam proses pemeriksaan.
Saham Bank Mandiri Tetap Perlu Dilihat dari Kondisi Pasar
Pelemahan saham Bank Mandiri pada 24 Agustus 2026 menjadi perhatian karena berlangsung bersamaan dengan viralnya polemik rekening donasi Mas Botok. Namun, data perdagangan menunjukkan bahwa BMRI hanya turun 0,47 persen pada penutupan dan bergerak dalam kondisi IHSG yang juga melemah.
Kondisi tersebut membuat hubungan langsung antara polemik rekening dan penurunan BMRI belum dapat dipastikan. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi IHSG, pergerakan sektor perbankan, transaksi investor asing, serta sentimen pasar sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab perubahan harga saham.
Perkembangan saham Bank Mandiri dan polemik rekening Mas Botok masih menjadi perhatian publik. Pembaca dapat mengikuti berita ekonomi dan pasar modal terbaru melalui artikel-artikel lain di Garap Media.
Garap Media juga menghadirkan berbagai informasi mengenai perbankan, investasi, ekonomi nasional, dan isu yang memengaruhi pasar. Baca artikel lainnya untuk mengikuti perkembangan terbaru dari dunia ekonomi Indonesia.
Referensi
