Umat Islam dapat membaca doa dan shalawat saat memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. pada 25 Agustus 2026. Tidak terdapat satu bacaan doa yang wajib secara khusus untuk Maulid Nabi, sehingga umat Islam dapat mengisi momentum tersebut dengan shalawat, doa, membaca Al-Qur’an, dan amalan lain yang sesuai dengan tuntunan agama (detikHikmah, 2026).
Doa Maulid Nabi 2026 Dapat Mengisi Peringatan 12 Rabiul Awal
Maulid Nabi Muhammad saw. bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H pada 25 Agustus 2026. Masyarakat Muslim di Indonesia mengisi momentum tersebut dengan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pembacaan shalawat, doa, dan kajian mengenai keteladanan Rasulullah saw. (Katadata.co.id, 2026).
Kementerian Agama mengajak masyarakat memperbanyak selawat pada momentum Rabiulawal 1448 H. Kementerian Agama juga mendorong masyarakat menerapkan nilai keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari (ANTARA News, 2026).
Beberapa amalan yang dapat dilakukan umat Islam pada momentum Maulid Nabi meliputi:
- Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw.
- Memanjatkan doa kepada Allah Swt.
- Membaca Al-Qur’an.
- Mengikuti pengajian atau kajian sirah Nabi.
- Bersedekah kepada orang yang membutuhkan.
- Meneladani akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan Doa Maulid Nabi dengan Shalawat Ibrahimiyah
Shalawat Ibrahimiyah menjadi salah satu bacaan yang dapat diamalkan umat Islam. Bacaan tersebut memuat permohonan shalawat dan keberkahan bagi Nabi Muhammad saw., keluarga beliau, Nabi Ibrahim, serta keluarga Nabi Ibrahim (Katadata.co.id, 2026).
Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Latin:
Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad kama barakta ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (Katadata.co.id, 2026).
Doa Maulid Nabi untuk Menyambut Bulan Rabiul Awal
Umat Islam juga dapat membaca doa untuk menyambut bulan Maulid atau Rabiulawal. Salah satu bacaan yang beredar dalam tradisi keagamaan memohon keberkahan, kebaikan, dan perlindungan dari bala serta kerusakan (BAZNAS Kota Semarang, 2026).
Latin:
Allaahumma baarik lanaa fii khaatimati syahrinaa haadzaa, wa aqdim ‘alainaa Robii’ul awwali bisholaahil bilaadi wal ‘ibaadi wa daf’il balaa-i wal fasaadi wa tafriiji karbi ummati habiibika Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallama fil kholfii wal baadi, yaa Kariim yaa Juwaad.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan kebaikan bagi negara dan orang-orang di dalamnya. Angkatlah bala dan kerusakan serta hilangkanlah kesedihan dan kesusahan umat Nabi Muhammad saw., wahai Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan.” (BAZNAS Kota Semarang, 2026).
Shalawat dan Doa Maulid Nabi Dapat Menjadi Amalan Tambahan
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan menguatkan kecintaan kepada Rasulullah saw. Pembacaan shalawat menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan masyarakat dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi.
ANTARA News (2026) melaporkan bahwa Kementerian Agama mendorong masyarakat menjadikan Rabiulawal sebagai momentum untuk memperbanyak selawat. Kementerian Agama juga menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi perlu diwujudkan melalui keteladanan akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan kasih sayang.
Umat Islam dapat memilih beberapa amalan untuk mengisi momentum tersebut, antara lain:
- Shalawat, sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah saw.
- Doa, sebagai bentuk permohonan kepada Allah Swt.
- Sedekah, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
- Membaca Al-Qur’an, sebagai bagian dari ibadah.
- Mempelajari sirah Nabi, sebagai upaya memahami perjalanan Rasulullah saw.
- Meneladani akhlak Nabi, sebagai penerapan nilai keteladanan dalam kehidupan.
Doa Maulid Nabi Tidak Memiliki Bacaan Wajib Khusus
Umat Islam perlu memahami bahwa peringatan Maulid Nabi tidak memiliki satu bacaan doa khusus yang wajib diamalkan. Berbagai bacaan doa dan shalawat dapat digunakan selama umat Islam tidak menetapkan bacaan tersebut sebagai kewajiban khusus yang ditetapkan untuk peringatan Maulid Nabi (detikHikmah, 2026).
Tradisi pembacaan Maulid Diba’i juga berkembang dalam masyarakat Muslim. detikHikmah (2026) mencatat sejumlah bacaan dalam Maulid Diba’i yang berisi shalawat dan doa untuk Nabi Muhammad saw.
Salah satu bacaan dalam Maulid Diba’i berbunyi “Yâ rabbi shalli ‘alâ Muhammad, yâ rabbi shalli ‘alaihi wa sallim.” Bacaan tersebut bermakna permohonan kepada Allah agar memberikan limpahan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw. (detikHikmah, 2026).
Pemilihan bacaan dapat mengikuti tradisi dan pemahaman keagamaan masing-masing. Umat Islam tetap dapat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak shalawat, serta menerapkan akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah sekaligus memperbaiki akhlak. Pembaca dapat mengikuti informasi religi lainnya melalui artikel terbaru di Garap Media.
Garap Media juga menghadirkan artikel mengenai tradisi Islam, hari besar keagamaan, dan berbagai informasi religi aktual. Simak artikel lainnya di Garap Media untuk mendapatkan informasi yang informatif dan mudah dipahami.
Referensi
