Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Jadi Wakapolri

Last Updated: 2 October 2026, 03:34

Bagikan:

Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto
caption Sekretariat Negara Republik Indonesia
Table of Contents

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sedangkan Wahyu menggantikan Komjen Polisi Dedi Prasetyo. (Sekretariat Negara, 2026)

Suyudi Ario Seto Resmi Memimpin Polri

Prabowo melantik Suyudi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri. Keppres tersebut menetapkan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan pengangkatan Suyudi sebagai penggantinya. (Sekretariat Negara, 2026)

Prosesi pengucapan sumpah jabatan Suyudi dipandu langsung oleh Prabowo. Setelah itu, Suyudi menandatangani berita acara pelantikan sebagai bagian dari rangkaian pengangkatannya sebagai Kapolri. (ANTARA, 2026)

Kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi juga diterima Suyudi setelah pengangkatannya sebagai orang nomor satu di institusi Polri. (Sekretariat Negara, 2026)

Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi memiliki pengalaman panjang dalam sejumlah posisi strategis di kepolisian. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sejak Agustus 2025 setelah sebelumnya memimpin Polda Banten. (ANTARA, 2026)

Wahyu Hadiningrat Resmi Menjadi Wakapolri

Pada agenda yang sama, Prabowo melantik Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Pengangkatan Wahyu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakapolri. (Sekretariat Negara, 2026)

Posisi tersebut sebelumnya ditempati Dedi Prasetyo. Sebelum memperoleh jabatan sebagai Wakapolri, Wahyu menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran atau Astamarena Kapolri. (ANTARA, 2026)

Wahyu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992. Pengalamannya mencakup berbagai jabatan di lingkungan Polri, terutama bidang reserse dan fungsi strategis organisasi. (ANTARA, 2026)

Pelantikan tersebut menempatkan Suyudi dan Wahyu sebagai pasangan pimpinan baru Polri. Keduanya akan menjalankan tugas kepolisian berdasarkan mandat konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

Pelantikan Kapolri dan Wakapolri Berlangsung di Istana Negara

Prosesi pelantikan berlangsung di Istana Negara dengan pengucapan sumpah jabatan. Dalam rangkaian tersebut, Prabowo mendiktekan sumpah kepada Suyudi dan Wahyu sebelum keduanya menandatangani berita acara pengambilan sumpah. (Sekretariat Negara, 2026)

Isi sumpah jabatan memuat komitmen untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, sumpah tersebut menegaskan kewajiban menjalankan peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika jabatan dan Tribrata. (Sekretariat Negara, 2026)

Setelah prosesi sumpah selesai, Prabowo memberikan ucapan selamat kepada Suyudi dan Wahyu. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta para tamu undangan kemudian mengikuti pemberian ucapan selamat tersebut. (ANTARA, 2026)

Suyudi Ario Seto Siapkan Konsolidasi Internal Polri

Suyudi menyampaikan sejumlah prioritas setelah menerima mandat sebagai Kapolri. Ia menempatkan konsolidasi internal, pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, dan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari agenda awal kepemimpinannya. (Sekretariat Presiden, 2026)

Menurut Suyudi, konsolidasi internal diperlukan untuk mengevaluasi berbagai program yang sudah berjalan. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi kepemimpinan baru dalam menentukan langkah berikutnya.

Prioritas Suyudi mencakup beberapa aspek utama:

  • Konsolidasi internal untuk menyatukan arah organisasi.
  • Pelayanan publik untuk meningkatkan kualitas layanan kepolisian.
  • Penegakan hukum untuk memperkuat rasa keadilan masyarakat.
  • Kedekatan dengan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Agenda tersebut menjadi tantangan awal bagi Suyudi setelah menggantikan Listyo Sigit. Kepemimpinan baru juga akan menghadapi tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme, transparansi, dan kualitas pelayanan kepolisian.

Pergantian Pimpinan Polri Membuka Babak Baru

Pelantikan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat menandai perubahan pucuk pimpinan Polri pada Oktober 2026. Suyudi akan memimpin institusi kepolisian sebagai Kapolri, sedangkan Wahyu akan membantu menjalankan fungsi kepemimpinan sebagai Wakapolri.

Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Kepemimpinan baru kini memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan program sekaligus melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah berjalan.

Pembaca dapat mengikuti perkembangan terbaru mengenai kepolisian, politik, dan kebijakan publik melalui artikel lain di Garap Media. Informasi tersebut dapat membantu pembaca memahami arah kepemimpinan baru Polri dan agenda pemerintah di bidang keamanan.

Garap Media juga menghadirkan berita mengenai tokoh dan pemimpin nasional serta berbagai perkembangan hukum di Indonesia. Pembaca dapat mengikuti artikel berikutnya untuk mengetahui langkah Suyudi dan Wahyu setelah resmi memimpin institusi Polri.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /