PFN Siapkan Sinewara, Bioskop Negara Ditargetkan Meluncur pada 2027

Last Updated: 21 August 2026, 02:36

Bagikan:

Sinewara PFN
PFN menyiapkan Sinewara sebagai jaringan bioskop negara yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Sumber gambar: VOI
Table of Contents

PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN menargetkan jaringan bioskop negara Sinewara mulai diluncurkan pada 2027. Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah mengatakan perusahaan masih mematangkan konsep dan produk Sinewara agar jaringan tersebut siap diperkenalkan kepada masyarakat. (Harian Basis, 2026).

Sinewara PFN Ditargetkan Meluncur pada 2027

PFN menempatkan Sinewara sebagai proyek pengembangan bioskop milik negara. Riefian Fajarsyah menyampaikan target peluncuran tersebut di Jakarta pada 17 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Riefian mengatakan PFN masih melakukan penggodokan agar Sinewara dapat hadir sebagai produk yang matang dan siap melayani masyarakat. (VOI, 2026).

Komunikasi dengan sejumlah pemerintah daerah juga telah dilakukan untuk mengembangkan jaringan Sinewara. Beberapa kepala daerah disebut telah berkomunikasi dengan Riefian mengenai peluang pengembangan bioskop negara di wilayah masing-masing. (Harian Basis, 2026).

Seluruh rincian jaringan Sinewara belum ditetapkan. Perusahaan masih mematangkan beberapa aspek sebelum menentukan bentuk pengembangan secara lebih luas.

Beberapa aspek yang masih dalam tahap pengembangan meliputi:

  • jumlah bioskop yang akan dibangun;
  • jumlah layar pada setiap lokasi;
  • lokasi jaringan setelah proyek percontohan;
  • model operasional bioskop;
  • skema kerja sama dengan pemerintah daerah; dan
  • strategi pengembangan jaringan dalam jangka panjang.

PFN Menyiapkan Sinewara sebagai Proyek Percontohan di Jakarta

PFN akan menempatkan proyek percontohan Sinewara di kawasan kantor pusat perusahaan di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Lokasi tersebut akan menjadi tahap awal pengembangan bioskop negara sebelum PFN memperluas jaringan ke daerah lain. (detikFinance, 2026).

Rencana Sinewara pertama kali dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada Februari 2026. Riefian saat itu menjelaskan bahwa Sinewara akan menjadi pilot project untuk mendorong pengembangan bioskop negara di Indonesia. (detikFinance, 2026).

Kesempatan bagi pemerintah daerah untuk bergabung dalam pengembangan jaringan tersebut juga dibuka. Pemerintah daerah dapat berpartisipasi melalui skema kepemilikan saham yang masih disiapkan oleh PFN.

Sinewara PFN Menjawab Ketimpangan Distribusi Layar Bioskop

PFN mengembangkan Sinewara dengan mempertimbangkan distribusi bioskop Indonesia yang belum merata. Data PFN menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 505 bioskop dengan total 2.401 layar. Pulau Jawa menguasai sekitar 70 persen distribusi layar, sedangkan Sumatra memiliki sekitar 15 persen dan Kalimantan sekitar 5 persen. (detikFinance, 2026).

Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal nasional. Riefian menyebut Indonesia idealnya memiliki sekitar 20.000 layar bioskop. PFN kemudian menetapkan target jangka panjang sekitar 10.000 layar untuk membantu mengurangi kesenjangan tersebut. (Harian Basis, 2026).

Ketimpangan tersebut memberikan sejumlah alasan bagi PFN untuk mengembangkan Sinewara, yaitu:

  • memperluas akses masyarakat terhadap bioskop;
  • meningkatkan ketersediaan layar di luar pusat industri;
  • membuka peluang distribusi film nasional;
  • mendorong pemerintah daerah mengembangkan fasilitas hiburan; dan
  • memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

PFN Mendorong Pemerintah Daerah Bergabung dalam Sinewara

PFN tidak hanya menyiapkan Sinewara melalui pembangunan fasilitas di Jakarta. Perusahaan juga mendorong pemerintah daerah untuk ikut mengembangkan jaringan bioskop negara di wilayah masing-masing. (VOI, 2026).

Menurut Riefian, beberapa pemerintah daerah telah menunjukkan komunikasi awal dengan PFN. Pemerintah daerah nantinya berpeluang menjadi salah satu pemegang saham dalam pengembangan bioskop Sinewara.

Model tersebut dapat memberikan ruang bagi daerah untuk ikut mengembangkan fasilitas bioskop sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Proyek percontohan di Otista juga dapat digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan jaringan berikutnya.

Sinewara PFN Memperluas Peran PFN dalam Ekosistem Perfilman

Kehadiran Sinewara memperluas rencana bisnis PFN di luar kegiatan produksi film. PFN saat ini menjalankan transformasi sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri audiovisual dan pembiayaan film. (PFN, 2026).

Transformasi tersebut bertujuan mengembangkan ekosistem yang berkualitas bagi industri perfilman dan konten Indonesia. Pengembangan bioskop dapat melengkapi peran tersebut karena fasilitas pemutaran menjadi bagian penting dalam rantai distribusi film.

Sinewara juga berpotensi menjadi ruang pemutaran bagi karya film nasional. Jaringan bioskop negara tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat sekaligus menjadi rumah bagi karya perfilman nasional. (VOI, 2026).

Sinewara PFN ditargetkan meluncur pada 2027 sebagai jaringan bioskop negara. PFN masih mematangkan konsep, produk, dan skema pengembangan sebelum memperkenalkan Sinewara kepada masyarakat. Proyek percontohan di kawasan kantor PFN, Otista, Jakarta Timur, akan menjadi tahap awal pengembangan jaringan tersebut.

Kehadiran Sinewara juga dapat memperluas akses masyarakat terhadap layar bioskop sekaligus membuka peluang distribusi film nasional di berbagai daerah. Pembaca dapat mengikuti perkembangan industri perfilman, hiburan, dan BUMN melalui Garap Media. Pembaca juga dapat membaca artikel lainnya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai industri film Indonesia.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /