Muhammadiyah resmi meluncurkan ChatHPT, asisten kecerdasan buatan (AI) yang membantu kader Persyarikatan dan masyarakat luas mengakses khazanah keilmuan Majelis Tarjih dan Tajdid. Peluncuran ChatHPT berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada 5 November 2026. Layanan ini menghadirkan cara baru untuk menelusuri putusan, fatwa, dan referensi keagamaan Muhammadiyah melalui percakapan digital. (ANTARA, 2026; Muhammadiyah, 2026)
ChatHPT Muhammadiyah Resmi Diluncurkan di Munas Tarjih XXXIII
Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperkenalkan ChatHPT sebagai inovasi digital untuk memperluas akses terhadap sumber pengetahuan keagamaan. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan layanan tersebut bersama sejumlah pimpinan Muhammadiyah dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Mundakir. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. (Universitas Muhammadiyah Surabaya, 2026)
ChatHPT dikembangkan untuk mempermudah masyarakat menemukan informasi keagamaan yang sebelumnya tersebar dalam berbagai dokumen. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari, kemudian sistem menyusun jawaban berdasarkan sumber yang relevan.
ChatHPT Mengakses Fatwa dan Dokumen Tarjih Muhammadiyah
ChatHPT memanfaatkan teknologi AI untuk menelusuri dan memahami dokumen resmi Majelis Tarjih dan Tajdid. Sistem tersebut membantu pengguna menemukan referensi keagamaan tanpa harus membaca dokumen panjang secara manual.
Beberapa fungsi utama ChatHPT meliputi:
- Asisten tanya jawab keagamaan: Pengguna mengajukan pertanyaan mengenai persoalan Islam dan memperoleh penjelasan berbasis referensi.
- Perpustakaan digital: Pengguna menelusuri putusan, fatwa, dan dokumen Tarjih melalui pencarian digital.
- Pendamping belajar: Pengguna memahami pembahasan keagamaan melalui penjelasan dan rujukan yang tersedia.
Setiap jawaban ChatHPT dilengkapi sumber rujukan sehingga pengguna dapat memeriksa kembali dokumen yang menjadi dasar penjelasan. Fitur tersebut membantu meningkatkan transparansi dan memudahkan proses pembelajaran keagamaan. (Muhammadiyah, 2026)
ChatHPT Terbuka untuk Kader Muhammadiyah dan Masyarakat Umum
Muhammadiyah membuka akses ChatHPT bagi warga Persyarikatan maupun masyarakat umum yang ingin memahami pandangan keagamaan Muhammadiyah. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh akademisi, mubaligh, pendidik, mahasiswa, dan masyarakat yang membutuhkan referensi keislaman.
Meskipun menggunakan kecerdasan buatan, ChatHPT tidak menggantikan kewenangan ulama dalam menetapkan fatwa. Sistem ini berfungsi sebagai alat bantu pencarian dan pemahaman dokumen, sedangkan keputusan keagamaan tetap menjadi kewenangan Majelis Tarjih dan Tajdid.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan teknologi keagamaan dan inovasi digital Muhammadiyah melalui artikel teknologi serta berita nasional lainnya di Garap Media.
Garap Media juga menghadirkan informasi terbaru mengenai pendidikan, teknologi, dan perkembangan organisasi di Indonesia agar pembaca dapat mengikuti berbagai inovasi yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
Referensi
