Manchester City dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League selama sembilan musim, dari 2009/10 hingga 2017/18. Komisi independen menemukan City menggunakan sejumlah kontrak komersial yang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya untuk meningkatkan pendapatan dan menekan biaya yang tercatat. (Premier League, 2026)
Manchester City Terbukti Melanggar Aturan Finansial Selama Sembilan Musim
Premier League mengumumkan keputusan Komisi independen pada 29 September 2026. Keputusan tersebut menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh tuduhan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial selama periode 2009/10 sampai 2017/18. (Premier League, 2026)
Komisi juga menemukan pelanggaran terkait kewajiban City untuk memberikan informasi finansial yang akurat. Informasi tersebut mencakup pendapatan, biaya operasional, serta sejumlah transaksi komersial yang menjadi bagian dari pemeriksaan.
Pemeriksaan Premier League berlangsung selama sekitar empat tahun. Proses tersebut berawal dari rujukan kasus kepada Komisi independen pada 2023 dan kemudian menjalani persidangan pada 2024.
Hasil pemeriksaan menempatkan kasus Manchester City sebagai salah satu perkara finansial terbesar dalam sejarah Premier League. Skala perkara tersebut mencakup periode panjang dan menyentuh berbagai aspek pengelolaan keuangan klub.
Kontrak Komersial Manchester City Dinilai Memanipulasi Pendapatan
Komisi independen menemukan penggunaan sejumlah perjanjian komersial yang disebut sebagai “sham contracts”. Perjanjian tersebut dinilai tidak menggambarkan hubungan komersial yang sebenarnya antara Manchester City dan sejumlah mitranya. (Premier League, 2026)
Praktik tersebut disebut menghasilkan gambaran keuangan yang lebih baik daripada kondisi sebenarnya. Pendapatan yang tercatat menjadi lebih tinggi, sedangkan biaya yang dilaporkan menjadi lebih rendah.
Premier League menyebut skema tersebut memengaruhi lebih dari £900 juta dalam pendapatan dan biaya selama periode yang diperiksa. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak transaksi yang menjadi perhatian Komisi independen. (Reuters, 2026)
Temuan utama Komisi mencakup:
- Manchester City menggunakan kontrak komersial yang dinilai tidak mencerminkan transaksi sebenarnya.
- Klub meningkatkan pendapatan yang tercatat melalui sejumlah pengaturan komersial.
- Klub menekan biaya yang tercatat dalam laporan keuangan.
- Kondisi tersebut membantu City terlihat memenuhi batas pengeluaran finansial.
- Pelanggaran berlangsung selama sembilan musim kompetisi.
Manchester City Dinilai Tidak Transparan kepada Auditor dan Regulator
Komisi independen juga menemukan persoalan dalam penyampaian informasi finansial Manchester City. Komisi menyatakan klub menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya dari auditor dan regulator. (Premier League, 2026)
Selain persoalan informasi finansial, Komisi menilai City tidak bekerja sama secara memadai selama penyelidikan Premier League. Proses investigasi yang berlangsung sekitar empat tahun tersebut menjadi bagian penting dalam keputusan Komisi.
Reuters melaporkan bahwa keputusan tersebut belum otomatis menghasilkan sanksi olahraga. Premier League masih harus menentukan hukuman melalui proses terpisah setelah seluruh tahapan yang tersedia bagi klub selesai. (Reuters, 2026)
Kondisi tersebut membuat posisi Manchester City masih belum final. Klub masih memiliki kesempatan untuk menantang keputusan Komisi melalui mekanisme banding.
Manchester City Tolak Tuduhan dan Siapkan Banding
Manchester City langsung menolak keputusan Komisi independen. Klub menyatakan bahwa mereka tetap mempertahankan posisi bahwa tuduhan Premier League tidak terbukti secara benar.
Manchester City juga menyatakan akan menggunakan seluruh jalur regulasi dan hukum yang tersedia. Klub memiliki batas waktu hingga Jumat, 2 Oktober 2026 untuk mengajukan banding terhadap keputusan tersebut. (Reuters, 2026)
Langkah banding akan menjadi tahap penting dalam menentukan kelanjutan kasus. Proses tersebut dapat memengaruhi kapan keputusan mengenai sanksi akhirnya memiliki kekuatan setelah seluruh mekanisme hukum selesai.
Manchester City sebelumnya juga konsisten membantah dugaan pelanggaran finansial. Klub menegaskan bahwa pembelaan tersebut akan tetap menjadi dasar dalam menghadapi proses lanjutan.
Sanksi Manchester City Belum Diputuskan Premier League
Premier League belum menetapkan hukuman terhadap Manchester City setelah Komisi independen menyatakan klub bersalah. Sanksi akan ditentukan melalui proses terpisah dan dapat mempertimbangkan tingkat serta jumlah pelanggaran yang telah dinyatakan terbukti. (Premier League, 2026)
Reuters melaporkan sejumlah kemungkinan sanksi yang dapat dihadapi City. Bentuk hukuman dapat mencakup:
- Denda finansial.
- Pengurangan poin.
- Larangan transfer.
- Hukuman olahraga lainnya.
- Degradasi atau pengeluaran dari kompetisi Premier League sebagai opsi paling berat. (Reuters, 2026)
Namun, kemungkinan tersebut belum menjadi keputusan resmi Premier League. Status Manchester City pada musim berjalan juga tetap berlangsung sampai proses hukum dan disipliner menghasilkan keputusan berikutnya.
Kasus Manchester City Masuk Tahap Baru Setelah Putusan Komisi
Putusan Komisi independen menandai berakhirnya salah satu tahap utama perkara finansial Manchester City. Perkara tersebut kini memasuki fase banding dan penentuan sanksi yang dapat berlangsung lebih panjang. (Reuters, 2026)
Manchester City masih mempertahankan hak untuk mengajukan banding. Hasil banding nantinya akan menentukan apakah temuan Komisi tetap berlaku atau mengalami perubahan sebelum Premier League menjatuhkan konsekuensi akhir.
Kasus tersebut juga menjadi perhatian besar bagi kompetisi Inggris karena menyangkut penerapan aturan finansial terhadap klub papan atas. Keputusan akhir akan menjadi penentu penting bagi masa depan Manchester City sekaligus memberikan preseden bagi penegakan regulasi finansial Premier League.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan kasus Manchester City melalui artikel olahraga terbaru di Garap Media. Informasi lanjutan akan membahas proses banding, keputusan sanksi, serta dampaknya terhadap perjalanan City di Premier League.
Garap Media juga menghadirkan berita sepak bola internasional, perkembangan Premier League, dan isu olahraga global lainnya. Pembaca dapat mengikuti artikel berikutnya untuk mengetahui keputusan terbaru setelah Manchester City menjalani proses banding.
Referensi
