Lionel Messi resmi mengakhiri karier internasional bersama Argentina setelah tampil dalam laga perpisahan melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada 6 Oktober 2026. Messi memimpin Argentina sebagai kapten dan membawa La Albiceleste menang 3-0 melalui kontribusi satu gol penalti serta dua assist untuk Nicolás Otamendi dan Nico Paz (Asociación del Fútbol Argentino [AFA], 2026).
Lionel Messi Menutup Karier Argentina dengan Kemenangan 3-0
Pertandingan melawan Benin menjadi penampilan ke-208 Lionel Messi bersama tim nasional Argentina. Catatan tersebut menempatkan Messi sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah La Albiceleste.
Messi juga menutup perjalanan internasional dengan 126 gol. Catatan itu mempertahankan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak Argentina sepanjang sejarah. Penampilan terakhirnya juga menunjukkan peran langsung Messi dalam seluruh gol Argentina.
Kontribusi Messi dalam laga perpisahan tersebut mencakup:
- Messi memberikan assist untuk gol Nicolás Otamendi.
- Messi memberikan assist untuk gol Nico Paz.
- Messi mencetak gol ketiga Argentina melalui tendangan penalti.
- Messi memimpin Argentina sebagai kapten dalam laga terakhirnya.
Inter Miami CF mencatat Messi terlibat langsung dalam ketiga gol Argentina melalui dua assist dan satu gol penalti pada babak kedua (Inter Miami CF, 2026). AFA juga menyebut kemenangan 3-0 tersebut menjadi penutup penampilan Messi di hadapan publik Argentina dengan hasil positif (AFA, 2026).
Lionel Messi Meninggalkan Argentina dengan Empat Gelar Utama
Perjalanan Messi bersama Argentina mencapai puncak setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan dan ekspektasi besar. Messi akhirnya membawa Argentina meraih sejumlah gelar penting dalam periode terbaik karier internasionalnya.
Prestasi utama Messi bersama Argentina meliputi:
- Copa América 2021, yang menjadi gelar senior internasional pertama Messi bersama Argentina.
- Finalissima 2022, yang mempertemukan Argentina sebagai juara Copa América dengan Italia sebagai juara Eropa.
- Piala Dunia 2022, yang membawa Argentina kembali menjadi juara dunia setelah penantian panjang.
- Copa América 2024, yang memperkuat dominasi Argentina dalam kompetisi internasional.
Gelar Piala Dunia 2022 menjadi pencapaian paling bersejarah dalam perjalanan Messi bersama Argentina. Keberhasilan tersebut sekaligus mengubah hubungan publik Argentina dengan sang kapten setelah bertahun-tahun Messi menerima kritik ketika tim nasional gagal meraih trofi.
FIFA menempatkan momen tersebut sebagai bagian penting dari perjalanan internasional Messi sebelum sang pemain akhirnya mengucapkan perpisahan kepada tim nasional pada Oktober 2026 (FIFA, 2026).
Estadio Monumental Menjadi Panggung Perpisahan Lionel Messi
Estadio Monumental menjadi saksi penampilan terakhir Messi bersama Argentina di depan pendukung negaranya. Lebih dari 85.000 penonton memenuhi stadion untuk memberikan penghormatan kepada pemain yang telah memperkuat Argentina selama lebih dari dua dekade (Reuters, 2026).
Suasana emosional sudah terlihat sebelum pertandingan dimulai. Messi memasuki lapangan bersama anak-anaknya dan menerima penghormatan dari keluarga serta para pendukung Argentina.
Momen tersebut kemudian berlanjut sepanjang pertandingan. Penonton memberikan apresiasi kepada Messi, sedangkan sang kapten menjawab penghormatan itu melalui penampilan yang menentukan hasil pertandingan.
Setelah laga berakhir, Messi menyampaikan rasa bangga karena pernah mengenakan seragam Argentina. Pemain berusia 39 tahun tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya akan merindukan kesempatan membela negaranya (Associated Press, 2026).
Neymar Beri Pesan Menyentuh untuk Lionel Messi
Perpisahan Messi juga mendapat perhatian dari Neymar. Mantan rekan setim Messi di Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut mengunggah sejumlah foto bersama sahabatnya melalui Instagram.
Neymar menyampaikan rasa terima kasih atas pengaruh Messi terhadap sepak bola. Pesan tersebut menyoroti hubungan keduanya yang tidak hanya terbentuk sebagai rekan satu tim, tetapi juga sebagai sahabat dan pesaing di lapangan.
“Bukan hanya Argentina yang berterima kasih kepadamu, dunia juga berterima kasih atas semua yang telah kamu lakukan untuk sepak bola,” tulis Neymar (Reuters, 2026).
Neymar juga mengungkapkan bahwa perjalanan bersama Messi membuat dirinya semakin mencintai sepak bola. Hubungan keduanya pernah menghasilkan periode sukses bersama Barcelona sebelum keduanya kembali bermain bersama di Paris Saint-Germain (beIN SPORTS, 2026).
Rekor Lionel Messi Mengakhiri Era Panjang Bersama Argentina
Messi mengakhiri karier internasional setelah lebih dari 20 tahun membela Argentina. Debut seniornya terjadi pada 2005, sedangkan laga melawan Benin menjadi pertandingan ke-208 sekaligus penampilan terakhirnya.
Catatan akhir Messi bersama Argentina menunjukkan besarnya kontribusinya:
- 208 penampilan sebagai rekor terbanyak Argentina.
- 126 gol sebagai pencetak gol terbanyak Argentina.
- Empat gelar utama bersama tim senior.
- Satu Piala Dunia pada 2022.
- Dua gelar Copa América pada 2021 dan 2024.
- Satu gelar Finalissima pada 2022.
Messi kini meninggalkan panggung internasional dengan status sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Argentina. Kemenangan atas Benin membuat perpisahan tersebut semakin lengkap karena Messi mencetak gol dan terlibat dalam seluruh gol Argentina (AFA, 2026).
Perjalanan Lionel Messi bersama Argentina akhirnya berakhir setelah 208 pertandingan dan 126 gol. Warisan tersebut mencakup trofi besar, rekor individu, serta perubahan besar dalam sejarah sepak bola Argentina.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan sepak bola dunia dan kisah para pemain besar lainnya, Garap Media menghadirkan berbagai artikel olahraga dengan informasi terbaru. Simak artikel lainnya untuk mendapatkan berita dan cerita menarik dari dunia sepak bola.
Referensi
