Polri resmi memperkenalkan tagline baru “Polisi Bersama Masyarakat” pada 5 Oktober 2026 di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Tagline tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian dan menegaskan arah pengabdian yang lebih dekat dengan kebutuhan warga (Tribrata News Polri, 2026).
Polisi Bersama Masyarakat Menjadi Arah Baru Kepemimpinan Polri
Tribrata News Polri melaporkan bahwa Polri memperkenalkan tagline tersebut sebagai bagian dari penguatan arah pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Perubahan tersebut muncul setelah Suyudi resmi memimpin Polri dan membawa pendekatan yang menempatkan hubungan polisi dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas (Tribrata News Polri, 2026).
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” tidak hanya berfungsi sebagai identitas komunikasi institusi. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa tagline tersebut menjadi semangat yang harus diwujudkan oleh seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas.
Menurut Isir, konsep tersebut mengarahkan anggota Polri untuk:
- mendengarkan aspirasi masyarakat;
- memberikan pelayanan kepada masyarakat;
- memberikan perlindungan kepada masyarakat;
- memberikan kepastian hukum;
- menjaga keamanan dan ketertiban bersama masyarakat.
Isir menegaskan bahwa polisi harus hadir di tengah masyarakat melalui tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tagline baru Polri memiliki orientasi pada praktik pelayanan, bukan hanya pada penggunaan slogan komunikasi (Tribrata News Polri, 2026).
Suyudi Ario Seto Menempatkan Masyarakat sebagai Pusat Tugas Polri
Arah “Polisi Bersama Masyarakat” sebenarnya sudah muncul dalam gagasan Suyudi sebelum dirinya resmi menjabat sebagai Kapolri. Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI pada 1 Oktober 2026, Suyudi menyebut tema tersebut sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri.
Suyudi menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian melalui konsep tersebut. Ia juga menyatakan bahwa pembenahan Polri membutuhkan keberanian untuk melihat kekurangan institusi sekaligus mempertahankan capaian yang sudah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya (ANTARA, 2026).
Arah kepemimpinan tersebut mencakup beberapa prioritas utama, yaitu:
- peningkatan kualitas pelayanan publik;
- penguatan profesionalisme anggota Polri;
- peningkatan akuntabilitas institusi;
- penegakan hukum yang adil;
- penguatan hubungan antara polisi dan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta kedekatan Polri dengan masyarakat ketika Suyudi dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026 (Sekretariat Negara, 2026).
Kritik Masyarakat Menjadi Bahan Evaluasi Pelayanan Polri
Tagline baru tersebut juga membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan terhadap kinerja kepolisian. Polri menyebut aspirasi masyarakat sebagai bagian dari bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas.
Pendekatan tersebut membuat hubungan antara polisi dan masyarakat tidak berhenti pada pelayanan ketika terjadi gangguan keamanan. Polisi juga diharapkan membangun komunikasi dengan warga sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban.
Pengamat kepolisian Poengky Indarti menilai visi tersebut dapat menjadi pengingat bagi personel mengenai tugas utama kepolisian. Menurut Poengky, anggota Polri bertugas melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat sekaligus menegakkan hukum untuk menjaga keamanan dan ketertiban (ANTARA, 2026).
Polri Siapkan Sosialisasi Tagline ke Seluruh Jajaran Indonesia
Polri selanjutnya akan menyosialisasikan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” kepada seluruh jajaran di Indonesia. Sosialisasi tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan pesan kepemimpinan baru dapat diterapkan secara seragam di tingkat pusat maupun daerah.
Implementasi tagline akan menentukan sejauh mana konsep tersebut berubah menjadi pola kerja. Setiap satuan kepolisian perlu menerjemahkan semangat kedekatan dengan masyarakat ke dalam pelayanan, penanganan laporan, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban.
Polda Maluku Utara menjadi salah satu jajaran yang mulai menyesuaikan kebijakan dengan arah baru tersebut. Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman meminta jajaran Polda dan Polres memperkuat kedekatan dengan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas bersama warga (Tribrata News Polri, 2026).
Perubahan tagline tersebut menjadi penanda awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto di tubuh Polri. “Polisi Bersama Masyarakat” membawa pesan bahwa keberhasilan kepolisian tidak hanya diukur melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kemampuan institusi dalam mendengar, melayani, dan melindungi masyarakat.
Bagi pembaca Garap Media, perkembangan kebijakan Polri menjadi bagian penting untuk diikuti karena perubahan arah kepemimpinan dapat memengaruhi pelayanan publik dan hubungan kepolisian dengan masyarakat. Simak artikel Garap Media lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kebijakan nasional dan perkembangan pemerintahan.
Garap Media juga menghadirkan berbagai berita nasional dengan pembahasan yang ringkas dan informatif. Baca artikel lainnya untuk mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah, institusi negara, serta isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Referensi
