Langit Paduran Sebangau Berubah Merah-Oranye akibat Karhutla Kalteng

Last Updated: 21 September 2026, 05:19

Bagikan:

Langit Paduran Merah
Langit di Kalimantan tampak merah akibat pekatnya asap karhutla yang menyelimuti atmosfer. Sumber gambar: X/@indepenSumatera.
Table of Contents

Langit merah Kalteng terlihat di Paduran Sebangau, Sebangau Kuala, Kalimantan Tengah, pada Sabtu, 19 September 2026. Unggahan warga memperlihatkan langit berubah menjadi merah-oranye sejak sekitar pukul 10.30 WIB hingga matahari terbenam ketika asap karhutla menyelimuti kawasan tersebut. Fenomena tersebut berkaitan dengan partikel asap yang memengaruhi penyebaran cahaya matahari di atmosfer. (ANTARA, 2026)

Langit Merah Kalteng Terlihat di Paduran Sebangau pada Siang Hari

Unggahan akun Instagram @delefia memperlihatkan kondisi langit Paduran Sebangau yang berubah merah-oranye pada Sabtu sekitar pukul 14.38 WIB. Warna merah-oranye terlihat menutupi kawasan permukiman ketika asap kebakaran lahan berada di sekitar wilayah tersebut. (Instagram/@delefia, 2026)

Pengunggah menyebut perubahan warna langit mulai terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kondisi tersebut bertahan selama beberapa jam hingga matahari terbenam.

Fenomena tersebut membuat suasana siang di Paduran Sebangau terlihat tidak seperti biasanya. Lapisan asap yang tebal membuat cahaya matahari tampak lebih redup sekaligus memberikan rona merah-oranye pada langit.

Warga juga merasakan dampak langsung dari kondisi tersebut. Menurut keterangan pengunggah, sebagian warga memilih berlindung di dalam rumah karena kebakaran disebut telah mendekati area permukiman. (Instagram/@delefia, 2026)

Beberapa kondisi yang terlihat dalam unggahan warga antara lain:

  • Langit berubah merah-oranye sejak sekitar pukul 10.30 WIB.
  • Warna merah-oranye bertahan hingga matahari terbenam.
  • Asap menutupi kawasan Paduran Sebangau.
  • Kondisi langit membuat warga merasa panik.
  • Abu sisa pembakaran terlihat di sekitar rumah warga.

Partikel Asap Karhutla Membuat Langit Paduran Sebangau Berwarna Merah

Perubahan warna langit terjadi ketika partikel asap berinteraksi dengan cahaya matahari di atmosfer. Partikel tersebut menyebarkan sebagian cahaya sehingga warna dengan panjang gelombang tertentu terlihat lebih dominan dari permukaan bumi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan bahwa asap pekat dapat membuat cahaya matahari tampak merah atau oranye melalui proses scattering. Konsentrasi partikel yang tinggi dapat memperkuat perubahan warna tersebut, terutama ketika posisi matahari berada pada sudut tertentu. (BMKG, 2026)

Fenomena tersebut menjelaskan mengapa langit Paduran Sebangau dapat terlihat merah meskipun kejadian berlangsung pada siang hari. Warna tersebut bukan berarti seluruh langit terkena pantulan api, tetapi menunjukkan adanya perubahan kondisi atmosfer akibat konsentrasi partikel asap.

Fenomena serupa juga terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan pada periode yang sama. Laporan mengenai langit merah dan oranye muncul bersamaan dengan peningkatan aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah. (Cyrustimes, 2026)

Langit Merah Kalteng Tidak Menjadi Ukuran Langsung Besarnya Kebakaran

Warna langit yang berubah merah tidak dapat digunakan sebagai ukuran langsung untuk menentukan luas atau besarnya kebakaran. Kondisi tersebut lebih berkaitan dengan konsentrasi partikel di atmosfer dan cara partikel tersebut menyebarkan cahaya matahari.

BMKG juga menekankan bahwa fenomena warna merah atau oranye terjadi karena interaksi cahaya dengan partikel asap. Posisi matahari dan ketebalan asap dapat memperkuat efek visual tersebut. (BMKG, 2026)

Karena itu, masyarakat perlu membedakan fenomena langit merah dengan indikator kebakaran. Data hotspot, luas lahan terbakar, kualitas udara, dan sebaran asap menjadi indikator yang lebih relevan untuk melihat perkembangan karhutla.

Kementerian Kehutanan mencatat aktivitas hotspot di Kalimantan Tengah masih tinggi pada 19 September 2026. Data yang dihimpun hingga malam hari menunjukkan 1.035 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi berada di Kalimantan Tengah. (Kementerian Kehutanan, 2026)

Langit Paduran Sebangau Mulai Menguning Setelah Asap Berkurang

Kondisi langit Paduran Sebangau mengalami perubahan pada Minggu, 20 September 2026. Pengunggah menyebut warna langit mulai terlihat menguning dan kondisi asap terasa lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya. (Instagram/@delefia, 2026)

Perbaikan tersebut belum menghilangkan seluruh dampak kebakaran. Abu sisa pembakaran masih terlihat menempel dan berjatuhan di sekitar rumah warga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa material hasil pembakaran masih berada di lingkungan permukiman. Kabut asap juga masih terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

BMKG mencatat kondisi udara kabur masih berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut berkaitan dengan keberadaan partikel di atmosfer yang dapat mengurangi jarak pandang. (BMKG, 2026)

Karhutla Paduran Sebangau Memiliki Riwayat Kebakaran Lahan

Paduran Sebangau sebelumnya juga mengalami kebakaran lahan pada Agustus 2026. ANTARA melaporkan kebakaran tersebut menghanguskan sekitar dua hektare lahan perkebunan dan sekitar 120 pohon kelapa sawit.

Polres Pulang Pisau menangani kasus tersebut setelah petugas menemukan kebakaran di RT 002 Desa Paduran Sebangau. Polisi juga memeriksa pemilik lahan terkait dugaan kelalaian ketika membersihkan area perkebunan. (ANTARA, 2026)

Konteks tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan di Paduran Sebangau telah terjadi sebelum fenomena langit merah pada September. Kondisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian persoalan karhutla yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Fenomena langit merah-oranye di Paduran Sebangau menjadi gambaran visual kuat mengenai dampak asap karhutla terhadap atmosfer. Perubahan warna tersebut terjadi karena cahaya matahari berinteraksi dengan partikel asap yang memenuhi udara.

Pembaca dapat mengikuti perkembangan karhutla, fenomena langit, kualitas udara, dan kondisi lingkungan di berbagai wilayah Indonesia melalui artikel terbaru Garap Media. Informasi tersebut membantu pembaca memahami hubungan antara fenomena alam dan perubahan kondisi lingkungan.

Garap Media juga menghadirkan berita mengenai sains, lingkungan, fenomena alam, teknologi, ekonomi, dan gaya hidup. Pembaca dapat menemukan berbagai informasi aktual lainnya melalui artikel Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /