Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi resmi bertolak dari Italia menuju Indonesia pada Senin (24/8/2026). Dalam perjalanan menuju Tanah Air, kapal tersebut akan mendapat pengawalan fregat Italia saat melintasi Laut Merah hingga Laut Arab. TNI AL juga menyiapkan sedikitnya dua KRI jenis fregat untuk menyambut kedatangannya ketika memasuki perairan Indonesia. Setelah tiba, kapal hibah dari Italia tersebut akan berganti bendera dan nama menjadi KRI Gajah Mada (ANTARA, 2026).
Giuseppe Garibaldi Bertolak dari Italia Menuju Indonesia
Giuseppe Garibaldi memulai perjalanan panjang menuju Indonesia pada Senin malam. Keberangkatan kapal tersebut disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali saat berada di Jakarta pada 24 Agustus 2026.
Selama perjalanan, kapal masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan mengibarkan bendera Italia. Identitas tersebut akan berubah setelah kapal tiba di Indonesia dan menjalani proses serah terima serta pergantian bendera menjadi bagian dari armada TNI AL (ANTARA, 2026).
Perjalanan diperkirakan berlangsung lebih dari 20 hari dengan melewati sejumlah kawasan strategis sebelum mencapai perairan Indonesia.
Beberapa wilayah yang menjadi bagian dari rute Giuseppe Garibaldi meliputi:
- Italia sebagai titik awal pelayaran.
- Terusan Suez sebagai jalur menuju Laut Merah.
- Laut Merah sebagai salah satu kawasan strategis dalam perjalanan.
- Jeddah, Arab Saudi sebagai salah satu rencana persinggahan.
- Colombo, Sri Lanka sebagai bagian dari rute menuju Indonesia.
Fregat Italia Kawal Giuseppe Garibaldi di Laut Merah
Fregat Italia akan mengawal Giuseppe Garibaldi selama melintasi Laut Merah, Teluk Aden, hingga Laut Arab. Pengawalan tersebut dilakukan untuk mendukung keamanan perjalanan kapal selama berada di perairan internasional.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul menyampaikan bahwa sejumlah kapal perang Italia akan mendampingi Giuseppe Garibaldi dalam perjalanan menuju Asia. Pengawalan tersebut berlangsung pada bagian rute yang melewati kawasan strategis menuju Indonesia (Indonesia Defense, 2026).
Keberadaan fregat Italia juga menandakan bahwa Giuseppe Garibaldi masih berada dalam tahap perjalanan sebagai kapal Angkatan Laut Italia. Pergantian bendera dan identitas menjadi kapal perang Indonesia baru dilakukan setelah kapal tiba di Tanah Air.
Dua KRI Fregat Siap Sambut Giuseppe Garibaldi di Perairan Indonesia
TNI AL menyiapkan sedikitnya dua KRI jenis fregat untuk menyambut Giuseppe Garibaldi ketika memasuki perairan Indonesia. Unsur kapal perang tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian penerimaan kapal yang nantinya memperkuat armada TNI AL.
Pesawat udara milik Pusat Penerbangan TNI AL juga direncanakan ikut dalam agenda penyambutan. Pesawat tersebut bahkan diproyeksikan melakukan on board ke Giuseppe Garibaldi dalam rangkaian penerimaan kapal.
Rangkaian penyambutan tersebut melibatkan beberapa unsur, antara lain:
- Dua KRI fregat untuk menyambut Giuseppe Garibaldi.
- Pesawat Puspenerbal untuk mendukung kegiatan penerimaan.
- TNI AL sebagai pihak yang menerima kapal.
- Giuseppe Garibaldi yang selanjutnya berganti bendera dan identitas menjadi kapal Indonesia.
Giuseppe Garibaldi Dijadwalkan Tiba di Indonesia Pertengahan September
TNI AL memperkirakan Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia sekitar 15–20 September 2026. Perkiraan tersebut mengikuti durasi perjalanan yang diproyeksikan berlangsung lebih dari 20 hari sejak keberangkatan dari Italia (ANTARA, 2026).
Setelah tiba, kapal akan menjalani proses pergantian bendera dan identitas. Pemerintah juga telah menyiapkan nama KRI Gajah Mada sebagai nama baru kapal tersebut.
Pergantian bendera dan nama direncanakan berlangsung pada 25 September 2026. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir dalam agenda pengukuhan tersebut di atas kapal (ANTARA, 2026).
Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi salah satu agenda penting bagi TNI AL pada 2026. Kapal tersebut juga diproyeksikan tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026.
Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia
Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah dengan Italia. Sebelum dialihkan kepada Indonesia, kapal tersebut telah menjalankan tugas dalam Angkatan Laut Italia.
Kapal ini memiliki panjang sekitar 180,2 meter dan mampu mencapai kecepatan sekitar 30 knot. Giuseppe Garibaldi juga memiliki kemampuan membawa helikopter serta berbagai sistem persenjataan yang sebelumnya digunakan dalam konfigurasi operasional Italia (ANTARA, 2026).
TNI AL sebelumnya menyampaikan bahwa kapal tersebut dapat mendukung Operasi Militer Selain Perang atau OMSP. Kapasitas kapal juga dapat dimanfaatkan untuk misi kemanusiaan, bantuan logistik, serta berbagai operasi lain sesuai kebutuhan TNI (ANTARA, 2025).
KRI Gajah Mada Disiapkan untuk Perkuat Operasi Maritim
Setelah proses pergantian identitas selesai, Giuseppe Garibaldi akan menjalankan peran baru sebagai KRI Gajah Mada. TNI AL juga telah menyiapkan personel untuk mendukung pengoperasian kapal tersebut.
Kehadiran kapal induk tidak hanya berkaitan dengan penambahan alat utama sistem persenjataan. Pengoperasiannya juga membutuhkan kesiapan awak, fasilitas pangkalan, kemampuan penerbangan helikopter, hingga sistem pemeliharaan kapal berukuran besar.
TNI AL turut menyiapkan pangkalan di Lampung untuk mendukung kedatangan kapal. Penyelesaian fasilitas tersebut telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung ketika Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia (ANTARA, 2026).
Kedatangan Giuseppe Garibaldi Tandai Babak Baru TNI AL
Perjalanan Giuseppe Garibaldi dari Italia menuju Indonesia kini memasuki tahap pelayaran internasional. Fregat Italia akan mendampingi kapal melewati Laut Merah hingga Laut Arab, sedangkan dua KRI fregat Indonesia disiapkan untuk menyambutnya ketika memasuki perairan nasional.
Kedatangan tersebut akan mengakhiri perjalanan Giuseppe Garibaldi sebagai kapal berbendera Italia. Setelah proses serah terima dan pengukuhan selesai, kapal akan mengibarkan bendera Merah Putih dan menjalankan identitas baru sebagai KRI Gajah Mada.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan alutsista dan pertahanan Indonesia melalui artikel lain di Garap Media. Informasi terbaru mengenai kedatangan KRI Gajah Mada juga dapat menjadi bagian penting untuk memahami perkembangan kekuatan maritim Indonesia.
Garap Media juga menghadirkan berita mengenai teknologi pertahanan, TNI, hubungan internasional, dan perkembangan industri strategis. Pembaca dapat membaca artikel lainnya untuk mengetahui perkembangan alutsista Indonesia dan berbagai isu pertahanan terbaru.
Referensi
