Gigi Bungsu Berlubang Berbau karena Sisa Makanan

Last Updated: 7 August 2026, 00:02

Bagikan:

Gigi Bungsu Berlubang
Pepsodent mengingatkan bahwa menjaga kebersihan gigi secara rutin dapat membantu mencegah penumpukan plak, sisa makanan, dan berbagai masalah kesehatan gigi, termasuk gigi berlubang. Sumber gambar: Pepsodent
Table of Contents

Gigi bungsu yang berlubang dan berbau umumnya terjadi karena sisa makanan terjebak di dalam lubang gigi, lalu diuraikan oleh bakteri hingga membusuk. Letak geraham ketiga yang berada di bagian paling belakang rongga mulut membuat area tersebut lebih sulit dibersihkan secara optimal sehingga penumpukan plak dan sisa makanan lebih mudah terjadi (Alodokter, 2025; Halodoc, 2025).

Gigi Bungsu Berlubang Memudahkan Sisa Makanan Terjebak

Geraham ketiga atau gigi bungsu biasanya mulai tumbuh pada rentang usia 17–25 tahun. Posisinya yang berada di bagian paling belakang rahang membuat proses pembersihan sering kali kurang maksimal meskipun seseorang sudah rutin menyikat gigi (Alodokter, 2025).

Ketika lubang terbentuk pada permukaan gigi bungsu, celah tersebut menjadi tempat yang ideal bagi sisa makanan untuk tersangkut. Bakteri mulut kemudian menguraikan sisa makanan menjadi berbagai senyawa, termasuk volatile sulfur compounds (VSC), yang berperan sebagai penyebab utama bau mulut atau halitosis (Halodoc, 2025).

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko penumpukan sisa makanan pada gigi bungsu meliputi:

  • Posisi gigi berada di bagian paling belakang rongga mulut.
  • Pertumbuhan gigi bungsu miring atau hanya muncul sebagian.
  • Lubang gigi cukup dalam sehingga sulit dibersihkan.
  • Plak dan karang gigi menumpuk di sekitar geraham belakang.
  • Sikat gigi tidak mampu menjangkau seluruh permukaan gigi secara optimal (Alodokter, 2025).

Bakteri Menguraikan Sisa Makanan hingga Menimbulkan Bau Mulut

Di dalam rongga mulut terdapat berbagai jenis bakteri yang hidup secara alami. Mikroorganisme tersebut memanfaatkan sisa makanan, terutama yang mengandung karbohidrat dan protein, sebagai sumber nutrisi. Selama proses penguraian berlangsung, bakteri menghasilkan zat asam dan gas berbau yang memicu napas tidak sedap (Halodoc, 2025).

Selain menyebabkan bau mulut, aktivitas bakteri juga mempercepat kerusakan gigi. Asam hasil metabolisme bakteri mengikis lapisan email secara bertahap sehingga lubang gigi dapat bertambah besar apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat (Kementerian Kesehatan RI, 2024).

Beberapa gejala yang sering muncul akibat gigi bungsu berlubang meliputi:

  • Bau mulut yang menetap.
  • Nyeri saat mengunyah makanan.
  • Sensasi ngilu ketika mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, maupun manis.
  • Sisa makanan yang mudah tersangkut pada lubang gigi.
  • Gusi di sekitar gigi tampak kemerahan, bengkak, atau terasa nyeri (Alodokter, 2025).

Posisi Gigi Bungsu Meningkatkan Risiko Infeksi Gusi

Gigi bungsu tidak selalu tumbuh dalam posisi tegak. Banyak kasus menunjukkan bahwa geraham ketiga tersebut tumbuh miring atau hanya keluar sebagian karena ruang pada rahang tidak mencukupi. Kondisi ini menyebabkan gusi membentuk kantong kecil yang menjadi tempat berkumpulnya plak dan sisa makanan (Alodokter, 2025).

Apabila bakteri berkembang biak di dalam kantong gusi, peradangan yang dikenal sebagai perikoronitis dapat terjadi. Gejalanya meliputi gusi bengkak, nyeri saat mengunyah, sulit membuka mulut, hingga bau mulut yang semakin menyengat ketika infeksi memburuk (Alodokter, 2025).

Cara Mengatasi Gigi Bungsu Berlubang dan Berbau

Penanganan gigi bungsu berlubang disesuaikan dengan tingkat kerusakan gigi serta posisi pertumbuhannya. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah gigi masih dapat dipertahankan atau perlu dicabut. Pada kasus karies yang masih ringan, tindakan penambalan biasanya menjadi pilihan. Sebaliknya, pencabutan lebih sering direkomendasikan apabila kerusakan sudah parah atau posisi gigi bungsu terus memicu keluhan berulang (Alodokter, 2025; Kementerian Kesehatan RI, 2024).

Di samping menjalani perawatan medis, pasien juga perlu menjaga kebersihan rongga mulut agar bau tidak kembali muncul. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss).
  • Berkumur menggunakan obat kumur antiseptik sesuai anjuran dokter.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
  • Memeriksakan kesehatan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali (Kementerian Kesehatan RI, 2024).

Kapan Gigi Bungsu Berlubang Harus Diperiksa Dokter?

Keluhan pada gigi bungsu berlubang tidak boleh diabaikan apabila sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan yang terlambat berisiko memperparah infeksi dan merusak jaringan di sekitar gigi.

Segera periksakan diri ke dokter gigi apabila mengalami kondisi berikut:

  • Bau mulut tidak membaik meski sudah menjaga kebersihan gigi.
  • Nyeri hebat saat mengunyah atau membuka mulut.
  • Gusi bengkak disertai keluarnya nanah.
  • Demam yang diikuti pembengkakan pada pipi atau rahang.
  • Sisa makanan terus-menerus tersangkut pada gigi bungsu meskipun sudah dibersihkan (Alodokter, 2025).

Untuk memastikan kondisi gigi, dokter dapat melakukan pemeriksaan menggunakan foto rontgen. Hasil pemeriksaan tersebut membantu menentukan metode perawatan yang paling sesuai dengan posisi dan tingkat kerusakan gigi bungsu (Alodokter, 2025).

Secara umum, gigi bungsu berlubang dapat menimbulkan bau mulut karena sisa makanan yang terjebak di dalam lubang diuraikan oleh bakteri. Letaknya yang berada di bagian paling belakang rongga mulut membuat area tersebut lebih sulit dibersihkan sehingga plak dan bakteri lebih mudah menumpuk. Menjaga kebersihan gigi serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.

Temukan berbagai informasi kesehatan gigi, tips perawatan mulut, dan artikel kesehatan terpercaya lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya agar Anda semakin memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk jangka panjang.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /