Gempa NTT M7,7 Tewaskan 53 Orang, 137 Luka, 5.659 Mengungsi

Last Updated: 17 August 2026, 02:11

Bagikan:

Gempa NTT M7
Gempa bumi M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah wilayah. Sumber gambar: Antara.
Table of Contents

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, dan pengungsian di sejumlah wilayah Flores. Data terbaru BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia, 137 orang terluka, dan 5.659 orang mengungsi setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung sehingga pemerintah terus meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan. (BNPB, 2026; BMKG, 2026).

Gempa NTT 7,7 Mengguncang Flores dan Sekitarnya

Gempa utama mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. BMKG menyatakan gempa tersebut berhubungan dengan aktivitas tektonik di kawasan Flores dan memicu peringatan dini tsunami setelah guncangan utama terjadi. Pemerintah kemudian mengerahkan unsur kebencanaan untuk menangani dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak. (BMKG, 2026).

Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah Flores. Kabupaten Nagekeo menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak besar sehingga proses pendataan korban dan kerusakan dilakukan secara bertahap.

Karakter utama gempa tersebut meliputi:

  • Magnitudo: 7,7.
  • Wilayah terdampak: Nusa Tenggara Timur.
  • Waktu kejadian: Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Dampak awal: guncangan kuat dan peringatan dini tsunami.
  • Penanganan: pemerintah, BNPB, BMKG, Basarnas, dan pemerintah daerah melakukan koordinasi.

Korban Gempa NTT Mencapai 53 Orang Meninggal Dunia

BNPB memperbarui jumlah korban meninggal akibat gempa NTT menjadi 53 orang. BNPB juga mencatat 137 orang mengalami luka-luka dalam pembaruan data penanganan bencana. Data tersebut masih dapat berubah karena proses verifikasi di lapangan terus berlangsung. (BNPB, 2026).

Pemerintah daerah dan tim pencarian terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Tim gabungan juga melakukan penanganan terhadap korban luka dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Data korban terbaru mencakup:

  • 53 orang meninggal dunia.
  • 137 orang mengalami luka-luka.
  • 5.659 orang mengungsi.
  • Data korban masih dapat diperbarui sesuai hasil verifikasi lapangan.

Sebanyak 5.659 Warga Mengungsi Pascagempa NTT

BNPB mencatat sebanyak 5.659 warga mengungsi setelah gempa utama mengguncang NTT. Warga memilih mengungsi karena merasakan guncangan kuat dan membutuhkan tempat yang lebih aman setelah sejumlah bangunan mengalami kerusakan. (BNPB, 2026).

Pengungsian juga menjadi langkah antisipasi setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Masyarakat pesisir mengikuti arahan evakuasi untuk menjauh dari kawasan pantai sebelum BMKG mengakhiri peringatan tersebut.

Kebutuhan utama pengungsi mencakup:

  • Tempat pengungsian untuk warga yang belum dapat kembali.
  • Makanan dan air untuk kebutuhan harian.
  • Layanan kesehatan untuk korban luka.
  • Informasi kebencanaan untuk memandu warga.
  • Dukungan psikososial untuk masyarakat terdampak.

Gempa Susulan Masih Menjadi Perhatian BMKG

BMKG mencatat ratusan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama terjadi. Pembaruan awal BMKG mencatat 235 gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB pada fase awal penanganan. Aktivitas tersebut menunjukkan kawasan terdampak masih mengalami proses penyesuaian tektonik setelah gempa utama.

Jumlah aktivitas gempa susulan dapat terus berubah karena BMKG melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Karena itu, angka pada pembaruan awal tidak sebaiknya dianggap sebagai jumlah final seluruh gempa susulan. (BMKG, 2026).

Gempa susulan meningkatkan risiko terhadap bangunan yang sudah mengalami kerusakan. Warga perlu menjauhi bangunan retak dan mengikuti arahan petugas sebelum kembali ke rumah.

Masyarakat perlu melakukan beberapa langkah:

  • Menjauhi bangunan rusak setelah terjadi guncangan susulan.
  • Tidak memasuki bangunan retak sebelum dinyatakan aman.
  • Memantau informasi BMKG melalui kanal resmi.
  • Mengikuti arahan BPBD saat terjadi perubahan kondisi.
  • Menyiapkan jalur evakuasi untuk menghadapi keadaan darurat.

Ratusan Rumah Mengalami Kerusakan Akibat Gempa

Gempa NTT juga merusak rumah warga dan sejumlah fasilitas publik. Data sementara yang dihimpun dalam laporan penanganan bencana mencatat kerusakan pada rumah dengan kategori berat, sedang, dan ringan.

Kerusakan rumah menjadi perhatian karena gempa susulan masih dapat memperburuk kondisi struktur bangunan. Pemerintah daerah perlu melakukan asesmen sebelum warga kembali menggunakan bangunan yang terdampak.

Dampak infrastruktur mencakup:

  • Rumah rusak berat menjadi bagian dari data kerusakan utama.
  • Rumah rusak sedang membutuhkan pemeriksaan struktur.
  • Rumah rusak ringan tetap membutuhkan pendataan.
  • Ruas jalan longsor menghambat mobilitas di sejumlah lokasi.
  • Fasilitas kesehatan mengalami kerusakan di beberapa wilayah.

BMKG Mengakhiri Peringatan Tsunami setelah Pemantauan

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Peringatan tersebut mencakup sejumlah wilayah di NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan dengan status yang berbeda berdasarkan potensi gelombang. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi laut. (BMKG, 2026).

Sebelum peringatan berakhir, BMKG merekomendasikan pemerintah daerah melakukan evakuasi menyeluruh di wilayah yang berpotensi terdampak. Pemerintah daerah kemudian mengarahkan masyarakat menuju lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi.

Masyarakat pesisir perlu tetap memperhatikan beberapa hal:

  • Menjauhi pantai ketika merasakan gempa kuat.
  • Mengikuti jalur evakuasi menuju tempat tinggi.
  • Memantau informasi BMKG mengenai perubahan status.
  • Mengikuti arahan petugas selama keadaan darurat.
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah Memperkuat Koordinasi Penanganan Gempa NTT

Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menangani dampak gempa. BNPB, BMKG, Basarnas, pemerintah daerah, dan unsur terkait melakukan penanganan korban, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. (BNPB, 2026; BMKG, 2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan bahwa pihak Istana telah berkoordinasi dengan sejumlah unsur pemerintah. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan seluruh unsur tetap siaga dalam menghadapi kondisi pascagempa.

Penanganan pemerintah mencakup:

  • Pendataan korban untuk memperbarui informasi kebencanaan.
  • Evakuasi warga untuk mengurangi risiko lanjutan.
  • Pencarian dan pertolongan untuk memastikan korban mendapat bantuan.
  • Pendataan kerusakan untuk menentukan kebutuhan pemulihan.
  • Distribusi bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Penanganan Gempa NTT Masih Berlangsung

Pemerintah masih melakukan pemutakhiran data korban dan kerusakan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. BNPB menyatakan angka korban masih dapat berubah karena proses verifikasi lapangan terus berjalan. (BNPB, 2026).

Aktivitas gempa susulan juga membuat proses pemulihan membutuhkan kewaspadaan. Masyarakat perlu memperhatikan kondisi bangunan dan mengikuti arahan petugas sebelum kembali ke lokasi yang terdampak.

Gempa NTT M7,7 pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 137 orang terluka berdasarkan pembaruan terbaru BNPB. BNPB juga mencatat 5.659 orang mengungsi setelah gempa utama mengguncang Flores dan sekitarnya. Aktivitas gempa susulan masih dipantau BMKG, sementara pemerintah terus melakukan pendataan korban, pemeriksaan kerusakan, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. (BNPB, 2026; BMKG, 2026).

Pembaca dapat mengikuti perkembangan gempa NTT dan proses penanganan bencana melalui Garap Media. Pembaca juga dapat membaca artikel lain di Garap Media untuk memperoleh pembaruan jumlah korban, kondisi pengungsi, aktivitas gempa susulan, dan informasi keselamatan dari BMKG serta BNPB.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /