Etomidate: Obat Anestesi yang Kini Masuk Narkotika Golongan II

Last Updated: 3 October 2026, 12:58

Bagikan:

Etomidate Obat
Etomidate merupakan obat anestesi yang digunakan dalam prosedur medis dan hanya boleh diberikan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Sumber gambar: Alodokter.
Table of Contents

Etomidate merupakan obat anestesi intravena yang digunakan tenaga medis untuk membantu menginduksi anestesi umum dan sedasi dalam kondisi tertentu. Zat ini bekerja cepat pada sistem saraf pusat, tetapi penggunaannya di luar pengawasan medis dapat menimbulkan risiko serius, terlebih setelah Indonesia menetapkan etomidate sebagai Narkotika Golongan II pada 2025. (ANTARA, 2026)

Etomidate Merupakan Obat Anestesi untuk Induksi Pembiusan

Etomidate termasuk anestesi intravena kerja sangat singkat yang menghasilkan efek hipnosis atau hilangnya kesadaran tanpa memberikan efek pereda nyeri. Dokter dapat menggunakan etomidate terutama untuk mengawali anestesi umum dan prosedur medis tertentu yang membutuhkan sedasi. (StatPearls, 2026)

Etomidate memiliki karakteristik farmakologis yang membuatnya berbeda dari sejumlah obat anestesi lain. Zat tersebut memberikan efek kardiovaskular yang relatif kecil pada dosis induksi sehingga dokter dapat mempertimbangkannya pada pasien dengan kondisi hemodinamik tertentu. (Forman, 2011)

Penggunaan etomidate dalam pelayanan medis tetap membutuhkan pemantauan tenaga kesehatan. Dokter harus mengawasi fungsi pernapasan, sirkulasi, oksigenasi, dan kondisi pasien selama pemberian anestesi. (StatPearls, 2026)

Beberapa karakteristik utama etomidate dalam penggunaan medis meliputi:

  • Efek hipnosis cepat, sehingga zat tersebut dapat membantu proses induksi anestesi.
  • Tidak memberikan analgesia, sehingga dokter tetap membutuhkan strategi pengendalian nyeri yang sesuai.
  • Dampak kardiovaskular relatif kecil, sehingga karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan penggunaannya dalam kondisi tertentu.
  • Pemberian melalui intravena, sehingga penggunaan membutuhkan tenaga medis dan fasilitas yang sesuai. (StatPearls, 2026)

Cara Kerja Etomidate Memengaruhi Sistem Saraf Pusat

Etomidate menghasilkan efek anestesi dengan memodulasi reseptor gamma-aminobutyric acid type A atau GABA-A di sistem saraf pusat. Interaksi tersebut meningkatkan aktivitas penghambatan neurotransmiter GABA sehingga aktivitas saraf menurun dan kesadaran dapat ditekan. (Valk & Struys, 2021)

Efek tersebut membuat etomidate mampu menghasilkan kondisi hipnosis dalam waktu relatif cepat. Efek farmakologis tersebut juga menjelaskan mengapa etomidate digunakan sebagai salah satu pilihan obat untuk induksi anestesi. (Valk & Struys, 2021)

Namun, etomidate tidak memiliki efek analgesik yang memadai. Kondisi tersebut berarti etomidate tidak dapat menggantikan obat atau metode yang digunakan untuk mengendalikan rasa sakit selama prosedur medis. (StatPearls, 2026)

Etomidate Memiliki Risiko Efek Samping pada Penggunaan Medis

Penggunaan etomidate dapat menimbulkan sejumlah efek samping meskipun dokter memberikan zat tersebut dalam prosedur medis. Efek samping tersebut dapat muncul selama induksi maupun setelah pemberian obat. (StatPearls, 2026)

Efek samping yang dapat muncul meliputi:

  • Nyeri pada lokasi penyuntikan, terutama ketika etomidate diberikan melalui pembuluh darah tertentu.
  • Gerakan otot atau mioklonus, yang dapat muncul secara sementara setelah pemberian.
  • Mual dan muntah, yang dapat terjadi setelah prosedur anestesi.
  • Penekanan produksi hormon adrenal, terutama kortisol, akibat penghambatan enzim tertentu pada kelenjar adrenal. (StatPearls, 2026)

Penekanan produksi hormon adrenal menjadi perhatian penting karena etomidate dapat menghambat enzim 11-beta-hydroxylase. Penghambatan tersebut dapat mengurangi produksi kortisol selama beberapa jam setelah pemberian dosis tunggal. (Forman, 2011)

Penyalahgunaan Etomidate melalui Vape Menimbulkan Risiko Berbeda

Etomidate menjadi perhatian publik setelah aparat menemukan zat tersebut dalam cairan vape ilegal. Pola tersebut berbeda dari penggunaan medis karena pengguna vape tidak mendapatkan pengawasan tenaga kesehatan, sementara kadar dan komposisi cairan ilegal juga tidak selalu dapat dipastikan. (ANTARA, 2026)

Penggunaan etomidate melalui vape dapat memengaruhi tingkat kesadaran pengguna. Kepolisian juga mengaitkan penyalahgunaan etomidate dengan risiko seperti kehilangan kesadaran dan kejang dalam sejumlah kasus yang ditangani. (ANTARA, 2026)

Kondisi tersebut membuat etomidate tidak dapat dipandang sebagai bahan vape biasa. Etomidate merupakan zat anestesi yang memiliki efek farmakologis pada sistem saraf sehingga penggunaannya membutuhkan kontrol medis dan dosis yang terukur.

Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II di Indonesia

Pemerintah Indonesia memasukkan etomidate ke dalam daftar Narkotika Golongan II melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Peraturan tersebut menetapkan etomidate pada daftar Narkotika Golongan II dan mulai berlaku pada 28 November 2025. (ANTARA, 2025)

Perubahan status tersebut memberikan konsekuensi hukum terhadap penyalahgunaan dan peredaran etomidate. Aparat penegak hukum dapat menggunakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai narkotika dalam menangani penyalahgunaan zat tersebut setelah aturan tersebut berlaku. (ANTARA, 2025)

Penetapan tersebut juga menunjukkan respons pemerintah terhadap munculnya zat psikoaktif baru yang berpotensi disalahgunakan. Regulasi tersebut bertujuan memperbarui penggolongan narkotika sesuai perkembangan zat yang beredar di masyarakat.

Etomidate Bukan Cairan Vape dan Memerlukan Pengawasan Medis

Etomidate pada dasarnya merupakan obat anestesi yang memiliki fungsi medis tertentu. Tenaga medis menggunakan zat tersebut dalam prosedur yang membutuhkan induksi anestesi atau sedasi dengan pemantauan yang sesuai. (Valk & Struys, 2021)

Penyalahgunaan etomidate melalui vape mengubah konteks penggunaan zat tersebut secara signifikan. Penggunaan tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko karena pengguna tidak mengetahui kadar zat yang masuk ke tubuh dan tidak mendapatkan pemantauan terhadap efek farmakologisnya.

Perubahan status hukum etomidate di Indonesia juga membuat masyarakat perlu memahami perbedaan antara penggunaan medis dan penyalahgunaan. Informasi yang tepat dapat membantu masyarakat menghindari penggunaan produk vape ilegal yang mengandung etomidate.

Pembaca dapat mengikuti artikel lain mengenai kesehatan, hukum, dan isu sosial melalui Garap Media. Informasi tersebut dapat membantu pembaca memahami perkembangan penggunaan zat medis dan dampaknya terhadap masyarakat.

Garap Media juga menghadirkan berbagai artikel mengenai perkembangan kebijakan, kesehatan, serta penegakan hukum di Indonesia. Pembaca dapat mengikuti artikel terkait untuk memperoleh informasi terbaru dengan pembahasan yang lebih lengkap.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /