Estonia menjadi negara terbaik 2026 untuk ditinggali berdasarkan Rumavi Global Relocation Index 2026. Estonia meraih skor 72,8 dan menempati posisi pertama dari 192 negara dan wilayah, disusul Singapura dengan skor 72,6 serta Malaysia dengan skor 72,0. Indonesia berada di peringkat ke-84 dunia dengan skor 62,4 dan menempati posisi ketujuh di Asia Tenggara. (Rumavi, 2026)
Negara Terbaik 2026 Menempatkan Estonia di Posisi Puncak Global
Rumavi Global Relocation Index 2026 menempatkan Estonia sebagai pemimpin peringkat umum. Indeks tersebut menilai negara berdasarkan kondisi yang mendukung seseorang untuk membangun kehidupan di negara tujuan, bukan sekadar kemudahan memperoleh kewarganegaraan atau paspor. (Rumavi, 2026)
Sepuluh besar peringkat umum Rumavi terdiri dari negara-negara Eropa, Asia, dan Karibia. Estonia memimpin daftar dengan skor 72,8, sedangkan Singapura dan Malaysia menempati posisi kedua dan ketiga.
Daftar 10 besar tersebut mencakup:
- Estonia – 72,8.
- Singapura – 72,6.
- Malaysia – 72,0.
- Portugal – 71,6.
- Taiwan – 71,4.
- Lithuania – 71,0.
- Hong Kong – 71,0.
- Saint Kitts dan Nevis – 70,3.
- Ceko – 69,9.
- Malta – 69,8. (Rumavi, 2026)
Posisi Estonia menunjukkan keunggulan yang relatif tipis dibandingkan dua negara Asia teratas. Selisih skor Estonia dengan Singapura hanya mencapai 0,2 poin, sedangkan selisih Estonia dengan Malaysia mencapai 0,8 poin.
Rumavi Global Relocation Index 2026 Menilai 192 Negara dengan 24 Metrik
Rumavi menyusun indeks berdasarkan 24 metrik yang dikelompokkan ke dalam empat pilar utama. Setiap metrik menggunakan skala 0-100 dengan skor yang lebih tinggi menunjukkan kondisi yang lebih menguntungkan bagi orang yang ingin pindah dan menetap. (Rumavi, 2026)
Empat pilar penilaian tersebut mencakup:
- Keuangan dan pajak, yang mencakup keterjangkauan biaya hidup, pajak penghasilan, mata uang, dan layanan perbankan.
- Kelayakan hidup dan kesehatan, yang mencakup layanan kesehatan, perumahan, kualitas udara, iklim, ruang hijau, dan infrastruktur digital.
- Keamanan dan stabilitas, yang mencakup keamanan jalanan, supremasi hukum, stabilitas politik, risiko konflik, dan hak kepemilikan.
- Kemudahan menetap dan peluang, yang mencakup kemudahan visa, jalur tinggal permanen, pendidikan, peluang bisnis, bahasa, dan ekosistem startup. (Rumavi, 2026)
Rumavi juga menyediakan enam perspektif penilaian berdasarkan kebutuhan calon penghuni. Perspektif tersebut mencakup peringkat umum, pensiunan, digital nomad, keluarga, pengusaha, dan pencari negara yang ramah pajak. (Rumavi, 2026)
Indonesia Peringkat 84 Dunia dengan Skor 62,4
Indonesia menempati peringkat ke-84 dari 192 negara dengan skor keseluruhan 62,4. Posisi tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori skor 60-64 yang masuk kelompok penilaian moderat pada klasifikasi Rumavi. (Rumavi, 2026)
Indonesia juga memiliki performa berbeda ketika Rumavi menggunakan perspektif tertentu. Indonesia berada di peringkat ke-23 untuk digital nomad, peringkat ke-58 untuk pensiunan, dan peringkat ke-72 untuk keluarga.
Sebaliknya, Indonesia berada di peringkat ke-93 untuk pengusaha dan peringkat ke-99 dalam kategori ramah pajak. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik sebuah negara dapat berubah sesuai kebutuhan orang yang ingin pindah. (Rumavi, 2026)
Indonesia Menempati Posisi Ketujuh di Asia Tenggara
Indonesia berada di peringkat ketujuh dalam daftar negara Asia Tenggara versi Rumavi. Singapura memimpin kawasan dengan skor 72,6, sedangkan Malaysia berada di posisi kedua dengan skor 72,0.
Urutan negara Asia Tenggara dalam peringkat tersebut mencakup:
- Singapura – 72,6.
- Malaysia – 72,0.
- Brunei Darussalam – 69,3.
- Thailand – 68,1.
- Filipina – 63,9.
- Vietnam – 63,6.
- Indonesia – 62,4.
- Kamboja – 61,4. (GoodStats, 2026)
Posisi Indonesia memperlihatkan bahwa negara tersebut masih memiliki daya tarik tertentu meskipun berada di bawah enam negara Asia Tenggara lainnya. Rumavi mencatat keterjangkauan biaya hidup dan harga perumahan sebagai salah satu kekuatan Indonesia dalam konteks relokasi. (Rumavi, 2026)
Indonesia Memiliki Keunggulan Biaya Hidup untuk Calon Relokasi
Indonesia memperoleh penilaian positif dari sisi keterjangkauan. Rumavi mencatat biaya hidup dan harga perumahan Indonesia termasuk relatif rendah sehingga faktor tersebut dapat menjadi daya tarik bagi calon penghuni dari luar negeri. (Rumavi, 2026)
Namun, indeks tersebut juga menunjukkan sejumlah tantangan Indonesia. Peluang bisnis, hak kepemilikan bagi warga negara asing, infrastruktur digital, serta beberapa aspek keamanan dan stabilitas masih memengaruhi skor keseluruhan.
Perbedaan skor antarnegara juga menunjukkan bahwa calon penghuni perlu melihat kebutuhan pribadi sebelum memilih lokasi relokasi. Rumavi menegaskan bahwa indeks berfungsi sebagai titik awal pengambilan keputusan dan tidak menggantikan pertimbangan yang disesuaikan dengan kondisi setiap individu. (Rumavi, 2026)
Peringkat Estonia sebagai negara terbaik 2026 memberikan gambaran mengenai faktor yang dinilai penting dalam keputusan relokasi. Sementara itu, posisi Indonesia menunjukkan bahwa biaya hidup yang terjangkau tetap menjadi keunggulan, meskipun sejumlah indikator lain masih memerlukan perhatian.
Pembaca dapat mengikuti artikel lain mengenai perkembangan global, gaya hidup, dan tren negara tujuan relokasi melalui Garap Media. Informasi tersebut dapat membantu pembaca memahami perubahan peringkat negara dan faktor yang memengaruhi daya tarik suatu wilayah.
Garap Media juga menghadirkan berbagai artikel mengenai ekonomi, perjalanan, dan perkembangan internasional. Pembaca dapat mengikuti artikel terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai negara-negara yang semakin menarik sebagai tempat tinggal maupun tujuan relokasi.
Referensi
