Mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demonstrasi di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta pada Selasa (20/10/2026) untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Massa menyampaikan kritik melalui orasi, pawai, dan spanduk yang menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), persoalan ekonomi, serta kebebasan berpendapat. Aksi di ketiga kota tersebut berlangsung dengan situasi yang berbeda, mulai dari pembubaran tertib hingga kericuhan (Tirto, 2026).
Demo Dua Tahun Prabowo di Jakarta Soroti Karhutla dan Ekonomi
Ratusan mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil berkumpul di kawasan Tugu Tani, Jakarta, untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Menjelang malam, peserta aksi membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah pada monumen tersebut.
Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sengaja melepas almamater agar dapat membaur dengan masyarakat sipil. Langkah tersebut mencerminkan upaya peserta untuk membangun aksi lintas kelompok dalam menyuarakan evaluasi pemerintahan.
Sejumlah tuntutan yang disuarakan massa meliputi:
- Menetapkan karhutla sebagai bencana nasional serta memulihkan ekosistem.
- Membenahi kebijakan ekonomi untuk mengurangi ketimpangan sosial.
- Menjaga kebebasan sipil dan menghentikan penyempitan ruang berpendapat.
- Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.
- Menurunkan biaya pendidikan serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Aksi di Jakarta berakhir sekitar pukul 18.30 WIB. Massa membubarkan diri secara tertib, sedangkan arus lalu lintas di sekitar lokasi berangsur kembali normal (Tirto, 2026).
Pawai Demonstrasi Bandung Berlanjut dengan Insiden di Dago
Di Bandung, mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar pawai serta menyampaikan aspirasi di kawasan Jalan Asia Afrika hingga menjelang petang. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi untuk mengevaluasi kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Situasi berbeda terjadi pada malam hari ketika sekelompok orang menyerang truk Pengendali Massa (Dalmas) kepolisian di kawasan Dago. ANTARA melaporkan bahwa polisi menyelidiki insiden tersebut dan memburu pihak yang diduga terlibat.
Penyerangan itu menyebabkan tiga anggota polisi mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Hingga malam hari, sekitar pukul 22.00 WIB, situasi di kawasan tersebut berangsur kondusif. Namun, identitas pelaku masih diselidiki dan keterkaitan mereka dengan peserta demonstrasi sebelumnya belum dapat dipastikan (ANTARA, 2026).
Demonstrasi Yogyakarta di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan
Di Yogyakarta, massa mendatangi Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Malioboro untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Peserta aksi menyoroti penanganan karhutla, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan distribusi BBM bersubsidi.
Aksi tersebut diwarnai kericuhan antara massa dan aparat yang berjaga di sekitar gedung. Petugas kemudian membubarkan peserta pada malam hari dan mengamankan sejumlah orang untuk penanganan lebih lanjut (RakyatPos Network, 2026).
Rangkaian demonstrasi di tiga kota itu memperlihatkan beragam persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa dan masyarakat sipil selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Penyampaian aspirasi melalui demonstrasi juga menegaskan pentingnya ruang publik yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan isu politik, kebijakan publik, dan peristiwa nasional lainnya melalui artikel-artikel terbaru di Garap Media. Informasi yang berimbang dapat membantu masyarakat memahami berbagai tuntutan dan respons pemerintah terhadap aspirasi publik.
Jangan lewatkan pula artikel lain di Garap Media untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan dinamika pemerintahan Indonesia.
Referensi
