Baby Shark Boy akan memulai debutnya sebagai penyanyi melalui digital single “WAVE” pada 20 Agustus 2026 pukul 12.00 KST. Lagu tersebut menampilkan Joohoney MONSTA X sebagai featuring dan menghadirkan cerita Baby Shark Boy setelah sekitar satu dekade dikenal publik melalui video viral Pinkfong Baby Shark. (Forbes, 2026; Mediafine, 2026).
“WAVE” Jadi Lagu Debut Baby Shark Boy
“WAVE” menjadi lagu pertama yang memperkenalkan Baby Shark Boy sebagai penyanyi. The Pinkfong Company mengumumkan perilisan digital single tersebut pada 20 Agustus 2026 melalui berbagai platform musik. (Mediafine, 2026).
Lagu “WAVE” tidak hanya mengandalkan popularitas nama Baby Shark. Lagu tersebut membawa pengalaman pribadi Baby Shark Boy setelah dirinya kembali berhadapan dengan publik sekitar 10 tahun setelah kemunculannya dalam video Pinkfong Baby Shark Dance. (Forbes, 2026).
Baby Shark Boy juga ikut menulis lirik “WAVE”. Keterlibatan tersebut membuat lagu ini menjadi medium bagi Baby Shark Boy untuk menyampaikan pengalaman dan perasaannya melalui sudut pandang pribadi. (Forbes, 2026).
Tema tersebut memberikan makna khusus terhadap “WAVE”. Lagu ini menggambarkan perjalanan Baby Shark Boy dari sosok anak yang dikenal melalui video viral menjadi penyanyi yang mulai membangun identitas musiknya sendiri. (Mediafine, 2026).
Baby Shark Boy Bawa Nuansa Synth-Pop ke “WAVE”
“WAVE” menghadirkan warna synth-pop yang menyegarkan. Produksi lagu tersebut juga memadukan hook ikonik dari “Baby Shark” dengan pendekatan pop yang lebih modern. (Forbes, 2026).
Teaser “WAVE” memperlihatkan Baby Shark Boy menggunakan vokalnya sendiri dalam materi musik terbaru tersebut. Teaser itu juga memperdengarkan vokal dalam bahasa Korea dan Inggris sebelum ditutup dengan bagian vokalnya yang memperkenalkan identitas barunya. (Forbes, 2026).
Beberapa unsur utama “WAVE” yang telah terungkap meliputi:
- Synth-pop menjadi warna utama produksi lagu.
- Hook “Baby Shark” mendapatkan sentuhan baru dalam aransemen.
- Vokal Baby Shark Boy menjadi elemen utama lagu.
- Bahasa Korea dan Inggris terdengar dalam teaser.
- Lirik personal menggambarkan pengalaman Baby Shark Boy setelah satu dekade.
- Joohoney MONSTA X hadir sebagai featuring artist. (Forbes, 2026).
Kehadiran unsur “Baby Shark” dalam “WAVE” juga menghubungkan masa lalu Baby Shark Boy dengan identitas musik barunya. Pendekatan tersebut membuat lagu debut ini tetap memiliki kaitan dengan sosok yang dikenal publik, tetapi memberikan ruang bagi Baby Shark Boy untuk memperkenalkan dirinya sebagai artis. (Forbes, 2026).
Joohoney MONSTA X Jadi Featuring di “WAVE”
Joohoney MONSTA X ikut memperkuat “WAVE” sebagai featuring artist. Kolaborasi tersebut mempertemukan Baby Shark Boy dengan salah satu rapper dan produser dari generasi K-pop yang lebih berpengalaman. (Forbes, 2026).
Joohoney sendiri dikenal sebagai anggota MONSTA X yang aktif dalam penulisan dan produksi musik. Keterlibatannya memberikan perhatian tambahan terhadap single debut Baby Shark Boy yang membawa konsep berbeda dari citra Baby Shark selama ini. (Forbes, 2026).
“WAVE” Ceritakan Kembalinya Baby Shark Boy
“WAVE” membawa cerita personal Baby Shark Boy setelah sekitar satu dekade berlalu sejak kemunculannya dalam video Pinkfong Baby Shark Dance. Lagu tersebut menggambarkan perasaan aneh ketika dirinya kembali tampil di hadapan publik setelah dikenal sejak masa kanak-kanak. (Forbes, 2026).
Baby Shark Boy ikut menulis lirik “WAVE” untuk menyampaikan pengalaman melalui sudut pandangnya sendiri. Keterlibatan tersebut membuat lagu debut ini tidak hanya menjadi proyek musik. Karya tersebut juga menjadi cara untuk memperkenalkan kisah dan identitasnya kepada publik. (Forbes, 2026).
Tema yang diangkat turut membawa semangat menghadapi tantangan baru. Melalui lagu ini, Baby Shark Boy menunjukkan keinginan berkembang dari sosok yang dikenal lewat video viral menjadi penyanyi dengan suara dan cerita miliknya sendiri. (Mediafine, 2026).
Beberapa tema utama yang dibawa “WAVE” meliputi:
- Kembali ke hadapan publik setelah sekitar 10 tahun.
- Pengalaman pribadi sebagai sosok yang tumbuh di tengah perhatian publik.
- Tantangan baru dalam perjalanan musiknya.
- Identitas baru sebagai penyanyi dengan nama Baby Shark Boy.
- Cerita personal yang dituangkan melalui lirik ciptaannya sendiri.
Synth-Pop “WAVE” Padukan Nostalgia Baby Shark
“WAVE” menggunakan pendekatan synth-pop yang memberikan warna modern pada identitas Baby Shark. Produksinya juga memasukkan interpolasi hook “Baby Shark” yang sudah dikenal luas oleh pendengar di berbagai negara. (Forbes, 2026).
Teaser lagu memperlihatkan Baby Shark Boy menyanyikan bagian vokalnya sendiri. Materi tersebut juga memperdengarkan vokal dalam bahasa Korea dan Inggris. Pendekatan ini membuat debutnya memiliki jangkauan yang lebih luas bagi pendengar internasional. (Forbes, 2026).
Penggunaan elemen “Baby Shark” memberikan hubungan langsung antara lagu baru dan masa lalu Baby Shark Boy. Namun, aransemen synth-pop menghadirkan karakter berbeda. Hasilnya, “WAVE” tidak sekadar mengulang formula lagu anak-anak yang membuat namanya dikenal.
Konsep tersebut juga memperlihatkan strategi The Pinkfong Company dalam mengembangkan identitas manusia di balik salah satu waralaba hiburan anak terbesar. Perusahaan tersebut menjadikan Baby Shark Boy sebagai pusat proyek artis pertamanya untuk memperluas dunia Baby Shark ke ranah musik populer. (Forbes, 2026).
Joohoney MONSTA X Perkuat “WAVE” sebagai Featuring Artist
Joohoney MONSTA X menjadi featuring artist dalam “WAVE”. Kolaborasi tersebut mempertemukan Baby Shark Boy dengan musisi K-pop yang memiliki pengalaman panjang dalam penulisan dan produksi musik. (Forbes, 2026).
Joohoney memiliki rekam jejak sebagai penulis dan produser untuk berbagai rilisan MONSTA X. Pengalaman tersebut memberikan daya tarik tambahan pada single debut Baby Shark Boy. (Forbes, 2026).
Kehadiran Joohoney juga memberikan dimensi baru terhadap “WAVE”. Baby Shark Boy membawa cerita tentang pertumbuhan dan pengalaman pribadi. Sementara itu, Joohoney mempertemukan kisah tersebut dengan karakter musik K-pop yang lebih matang.
Baby Shark Boy Ubah Nostalgia Menjadi Identitas Musik
Baby Shark Boy memiliki nama asli Park Geonroung. Ia tampil dalam video Pinkfong Baby Shark Dance pada 2016 ketika masih menjadi model anak. (Forbes, 2026).
Video tersebut kemudian berkembang menjadi fenomena global dan mencatat lebih dari 17 miliar penayangan di YouTube. Popularitas itu membuat sosok Baby Shark Boy dikenal luas. Namun, dirinya bukan penyanyi utama dalam rekaman asli “Baby Shark”. (Forbes, 2026).
Vokal rekaman asli “Baby Shark” dibawakan Hope Segoine ketika berusia 10 tahun. Baby Shark Boy sendiri menjadi sosok yang paling mudah dikenali melalui penampilan dan gerakannya dalam video tersebut. (Forbes, 2026).
Kini, “WAVE” memberikan kesempatan bagi Baby Shark Boy untuk menggunakan suaranya sendiri. Debut tersebut mengubah perjalanannya dari fenomena video anak-anak menjadi proyek musik dengan identitas personal.
“WAVE” Jadi Awal Perjalanan Baru Baby Shark Boy
The Pinkfong Company menjadwalkan perilisan “WAVE” pada 20 Agustus 2026 pukul 12.00 KST. Single tersebut akan tersedia melalui berbagai platform musik di Korea dan pasar internasional. (Mediafine, 2026; Forbes, 2026).
Perilisan ini menjadi langkah baru bagi Baby Shark Boy setelah sekitar 10 tahun sejak kemunculannya dalam video yang membuat namanya dikenal. Lagu tersebut membawa perpaduan nostalgia, synth-pop, cerita pribadi, dan kolaborasi dengan Joohoney MONSTA X.
Kehadiran Baby Shark Boy sebagai penyanyi juga memperluas cerita di balik fenomena Baby Shark. The Pinkfong Company kini menempatkan sosok manusia sebagai pusat proyek musik. Langkah tersebut memungkinkan publik mengenal suara dan cerita Baby Shark Boy secara lebih langsung. (Forbes, 2026).
“WAVE” menjadi debut musik Baby Shark Boy yang mempertemukan nostalgia Baby Shark dengan identitas musik baru. Ceritanya berfokus pada kembalinya sang bintang setelah satu dekade. Sementara itu, Joohoney MONSTA X memberikan warna tambahan melalui perannya sebagai featuring artist. (Forbes, 2026).
Ikuti terus perkembangan musik Korea dan rilisan terbaru dari berbagai artis melalui Garap Media. Pembaca juga dapat menyimak artikel hiburan lainnya untuk mengetahui proyek musik terbaru serta kolaborasi menarik dari industri K-pop.
Referensi
