Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sepatu berbahan karet produksi lokal dengan harga mulai sekitar Rp75 ribu. BRIN mengarahkan inovasi tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan alas kaki siswa dalam program Sekolah Rakyat. Kepala BRIN Arif Satria memperkenalkan sepatu tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. (ANTARA, 2026).
Sepatu BRIN Gunakan Karet Produksi Lokal
BRIN mengembangkan sepatu tersebut melalui riset yang dilakukan di Serpong. Tim BRIN menggunakan bahan berbasis karet dalam keseluruhan produk sehingga sepatu dapat diproduksi dengan harga relatif terjangkau. (ANTARA, 2026).
Arif Satria mengatakan pengembangan sepatu tersebut menjawab arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo meminta BRIN mencari inovasi yang dapat membantu menyelesaikan persoalan kebutuhan sepatu masyarakat. (ANTARA, 2026).
Arif memperlihatkan sepatu tersebut ketika bertemu wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan. Arif menyebut produk tersebut sebagai sepatu lokal yang dikembangkan BRIN untuk menyediakan alternatif alas kaki dengan harga yang lebih terjangkau. (ANTARA, 2026).
Harian Jogja turut melaporkan pengembangan sepatu tersebut sebagai inovasi BRIN untuk mendukung kebutuhan siswa Sekolah Rakyat. Media tersebut menyebut produk itu menggunakan bahan karet produksi lokal dengan harga mulai sekitar Rp75 ribu. (Harian Jogja, 2026).
Harga Sepatu BRIN Mulai Sekitar Rp75 Ribu
Harga sepatu BRIN memiliki beberapa variasi sesuai dengan model dan bahan yang digunakan. Arif menjelaskan bahwa sebagian model memiliki harga sekitar Rp75 ribu, sedangkan model lainnya memiliki harga di atas Rp100 ribu. (ANTARA, 2026).
Arif juga menyebut sepatu tersebut memiliki bobot ringan dan nyaman digunakan. Keterangan tersebut disampaikan ketika Arif memperkenalkan produk hasil pengembangan BRIN kepada wartawan di Istana Kepresidenan. (ANTARA, 2026).
Beberapa karakteristik sepatu yang telah disampaikan BRIN meliputi:
- Bahan: menggunakan material berbasis karet produksi lokal.
- Harga: sebagian model dibanderol sekitar Rp75 ribu.
- Model: variasi motif dan bahan memengaruhi harga.
- Bobot: Arif menyebut sepatu memiliki bobot ringan.
- Kenyamanan: Arif menyebut sepatu nyaman digunakan.
- Produksi: BRIN menyiapkan kerja sama dengan mitra industri untuk produksi lebih banyak. (ANTARA, 2026).
Dengan demikian, angka Rp75 ribu tidak menjadi harga seragam untuk seluruh model. BRIN masih memiliki variasi harga berdasarkan spesifikasi produk yang dikembangkan. (ANTARA, 2026).
BRIN Siapkan Produksi Massal Sepatu Lokal
BRIN berencana menggandeng mitra industri untuk memproduksi sepatu tersebut dalam jumlah lebih besar. Langkah tersebut bertujuan memperluas jangkauan produk setelah proses pengembangan dilakukan di fasilitas BRIN di Serpong. (ANTARA, 2026).
Arif Satria mengatakan kerja sama dengan industri diperlukan agar produksi sepatu dapat meningkat. BRIN belum menyebutkan nama mitra industri yang akan terlibat dalam produksi tersebut. (ANTARA, 2026).
Rencana produksi massal tersebut menjadi tahap lanjutan dari inovasi sepatu lokal BRIN. Produk yang saat ini diperkenalkan masih memiliki variasi harga berdasarkan motif dan bahan, sehingga produksi dalam skala lebih besar diharapkan dapat memperluas pilihan bagi masyarakat.
Beberapa langkah lanjutan yang telah disampaikan BRIN meliputi:
- Mencari mitra industri untuk membantu proses produksi.
- Meningkatkan jumlah produksi agar sepatu dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
- Mendukung kebutuhan alas kaki bagi siswa Sekolah Rakyat.
- Memanfaatkan bahan karet produksi lokal sebagai material utama. (ANTARA, 2026).
Sepatu BRIN Diarahkan untuk Kebutuhan Sekolah Rakyat
BRIN mengarahkan pemanfaatan sepatu tersebut untuk mendukung kebutuhan alas kaki siswa Sekolah Rakyat. Arif Satria menyampaikan bahwa pengembangan produk memang diarahkan untuk membantu program tersebut. (ANTARA, 2026).
Harian Jogja juga melaporkan bahwa produk sepatu karet lokal tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan peserta didik dalam program Sekolah Rakyat. Laporan tersebut menempatkan harga terjangkau dan pemanfaatan produk dalam negeri sebagai bagian dari tujuan pengembangan. (Harian Jogja, 2026).
Kebutuhan siswa menjadi salah satu alasan BRIN mengembangkan produk dengan harga relatif rendah. Sepatu tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hasil riset, tetapi juga diarahkan untuk memiliki manfaat praktis bagi masyarakat.
Arif menyebut sepatu tersebut memiliki bobot ringan dan nyaman digunakan. Karakteristik tersebut menjadi bagian dari pertimbangan penggunaan produk sebagai alas kaki sehari-hari. (ANTARA, 2026).
Arahan Presiden Prabowo Dorong Pengembangan Sepatu BRIN
Pengembangan sepatu tersebut berawal dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada BRIN. Arif Satria menyebut Presiden meminta BRIN mencari solusi terhadap persoalan kebutuhan sepatu. (ANTARA, 2026).
Arif menyampaikan keterangan tersebut ketika memperlihatkan sepatu hasil pengembangan BRIN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kehadiran Arif di Istana berlangsung dalam agenda pertemuan Presiden Prabowo dengan para peneliti BRIN. (ANTARA, 2026).
Sekitar 150 peneliti BRIN mengikuti pertemuan tersebut. Para peneliti dijadwalkan memaparkan hasil riset dan inovasi yang berpotensi mendukung penyelesaian berbagai persoalan nasional. (ANTARA, 2026).
Sepatu lokal menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut. Produk itu memperlihatkan bagaimana hasil riset BRIN diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang bersifat praktis.
Sepatu Karet Lokal BRIN Bawa Misi Produk Dalam Negeri
Penggunaan karet produksi lokal menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan sepatu BRIN. Material tersebut memungkinkan BRIN mengembangkan produk yang ditujukan untuk kebutuhan masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau. (ANTARA, 2026).
Harian Jogja mencatat bahwa inovasi tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong pemanfaatan produk dalam negeri. Pengembangan sepatu lokal dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan hasil riset untuk menghasilkan produk yang memiliki kegunaan langsung. (Harian Jogja, 2026).
Produk tersebut saat ini memiliki beberapa variasi harga. Sebagian model berada di kisaran Rp75 ribu, sedangkan model lainnya memiliki harga di atas Rp100 ribu. Perbedaan tersebut mengikuti motif dan bahan yang digunakan. (ANTARA, 2026).
Produksi Massal Menjadi Tahap Berikutnya
BRIN masih perlu menjalankan tahapan lanjutan sebelum sepatu tersebut dapat diproduksi secara luas. Kerja sama dengan mitra industri menjadi langkah yang disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi. (ANTARA, 2026).
BRIN belum mengumumkan secara rinci jumlah produksi yang akan dibuat atau waktu dimulainya produksi massal. Karena itu, informasi mengenai ketersediaan sepatu untuk masyarakat masih menunggu perkembangan kerja sama antara BRIN dan mitra industri.
Pengembangan sepatu tersebut tetap menunjukkan upaya BRIN menghubungkan riset dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan karet lokal, harga mulai sekitar Rp75 ribu, serta rencana produksi massal menjadi tiga aspek utama dalam inovasi tersebut.
Sepatu BRIN menjadi salah satu inovasi lokal yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan alas kaki dengan harga relatif terjangkau. BRIN menggunakan bahan karet produksi lokal dan mengarahkan pemanfaatannya untuk mendukung kebutuhan siswa Sekolah Rakyat. (ANTARA, 2026).
BRIN selanjutnya akan mencari mitra industri untuk memperbesar produksi sepatu tersebut. Ikuti perkembangan riset dan inovasi Indonesia lainnya melalui Garap Media, termasuk berbagai teknologi lokal yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Referensi
