Arti Desil 1-10 dan Cara Cek Status Desil DTSEN Secara Online

Last Updated: 17 August 2026, 05:05

Bagikan:

Status Desil DTSEN
Ilustrasi pengecekan status desil DTSEN untuk mengetahui posisi kesejahteraan dan informasi penerima bansos. Sumber gambar: detikJogja.
Table of Contents

Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN menggunakan sistem desil untuk membantu pemerintah menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial. Sistem tersebut membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok, mulai dari desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. (detikJogja, 2026; IDXChannel, 2025)

Pembagian desil tidak sekadar menunjukkan jumlah pendapatan seseorang. Sistem tersebut menggunakan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat sehingga posisi sebuah keluarga dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan relatif dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, masyarakat tidak seharusnya menganggap angka desil sebagai nominal penghasilan atau ukuran kekayaan secara langsung. (detikJogja, 2026)

Arti Desil 1-10 dari Kelompok Sangat Miskin hingga Menengah Atas

IDXChannel menjelaskan pembagian desil berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Desil 1 mencakup kelompok sangat miskin, sedangkan desil 2 mencakup kelompok miskin. Desil 3 mencakup kelompok hampir miskin dan desil 4 mencakup kelompok rentan miskin. Sementara itu, desil 5 menggambarkan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi pas-pasan dan desil 6 hingga desil 10 mencakup kelompok menengah ke atas. (IDXChannel, 2025)

Pembagian tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

  • Desil 1: sangat miskin.
  • Desil 2: miskin.
  • Desil 3: hampir miskin.
  • Desil 4: rentan miskin.
  • Desil 5: pas-pasan.
  • Desil 6: menengah ke atas.
  • Desil 7: menengah ke atas.
  • Desil 8: menengah ke atas.
  • Desil 9: menengah ke atas.
  • Desil 10: menengah ke atas.

Masyarakat perlu memahami bahwa desil menunjukkan peringkat kesejahteraan dan bukan label permanen bagi sebuah keluarga. Perubahan kondisi sosial ekonomi atau pemutakhiran data dapat memengaruhi posisi desil seseorang pada periode berikutnya. (IDXChannel, 2025; detikJogja, 2026)

Hubungan Desil DTSEN dengan Penerima Bansos 2026

Desil memiliki hubungan dengan penentuan sasaran bantuan sosial pemerintah. Pemerintah menggunakan pemeringkatan kesejahteraan tersebut untuk membantu menentukan kelompok masyarakat yang menjadi prioritas penerima program. Namun, posisi desil tidak secara otomatis menjamin seseorang menerima seluruh jenis bantuan sosial. (detikJogja, 2026)

IDXChannel mencatat bahwa kelompok desil 1 sampai desil 4 menjadi kelompok yang paling diprioritaskan dalam sejumlah program bantuan. Pembagian prioritas tersebut dapat berbeda berdasarkan jenis program yang diberikan pemerintah. (IDXChannel, 2025)

Beberapa kelompok prioritas yang disebut dalam sumber tersebut meliputi:

  • Desil 1-4 menjadi kelompok penerima prioritas Program Keluarga Harapan atau PKH.
  • Desil 1-5 menjadi kelompok yang dapat menerima BPNT atau program sembako.
  • Desil 1-5 menjadi kelompok yang dapat menerima PBI-JK sesuai ketentuan.
  • Desil 1-5 dapat berpeluang menerima bantuan ATENSI berdasarkan asesmen Kemensos.

Penentuan penerima tetap membutuhkan proses verifikasi dan ketentuan program masing-masing. Karena itu, masyarakat tidak dapat memastikan penerimaan bansos hanya berdasarkan angka desil tanpa melihat status bantuan pada sistem resmi. (IDXChannel, 2025)

Cara Cek Desil DTSEN Secara Online

Masyarakat dapat mengecek status data bantuan sosial melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. detikJogja menjelaskan bahwa masyarakat dapat melakukan pengecekan dengan memasukkan informasi wilayah dan nama penerima manfaat sesuai data KTP. (detikJogja, 2026)

Langkah pengecekan melalui laman Cek Bansos dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Buka laman https://cekbansos.kemensos.go.id/.
  2. Pilih provinsi sesuai alamat pada KTP.
  3. Pilih kabupaten atau kota sesuai data KTP.
  4. Pilih kecamatan sesuai alamat.
  5. Pilih desa atau kelurahan sesuai data.
  6. Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP.
  7. Masukkan kode verifikasi yang tersedia.
  8. Klik tombol pencarian data.
  9. Periksa hasil pencarian yang ditampilkan sistem.

Masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos untuk memantau informasi terkait data penerima bantuan. IDXChannel menjelaskan bahwa aplikasi tersebut menjadi salah satu sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan pengecekan data bansos dan NIK DTSEN. (IDXChannel, 2025)

Cara Memperbarui Desil Jika Data Tidak Sesuai

Masyarakat dapat mengajukan pembaruan data apabila kondisi sosial ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat. Proses pembaruan penting karena perubahan kondisi keluarga dapat memengaruhi hasil pemeringkatan kesejahteraan dalam DTSEN.

Kompas.com membahas dua cara yang dapat digunakan masyarakat untuk memperbarui desil agar kembali memiliki peluang memperoleh bantuan sosial apabila memenuhi kriteria. Mekanisme tersebut pada dasarnya memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperbaiki data apabila kondisi sebenarnya tidak lagi sesuai dengan informasi yang tercatat. (Kompas.com, 2026)

Masyarakat perlu memastikan data kependudukan dan kondisi keluarga sudah sesuai sebelum mengajukan pembaruan. Data yang akurat dapat membantu pemerintah melakukan pemeringkatan dan penentuan sasaran bantuan secara lebih tepat. (Kompas.com, 2026)

Mengapa Status Desil Bisa Berubah?

Status desil dapat berubah karena pemerintah melakukan pemutakhiran dan pemeringkatan data sosial ekonomi. Perubahan kondisi keluarga juga dapat menyebabkan posisi kesejahteraan relatif berubah dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. (detikJogja, 2026)

detikJogja menjelaskan bahwa pemeringkatan data masyarakat dilakukan secara berkala oleh BPS. Karena itu, pengajuan pembaruan data tidak selalu menghasilkan perubahan desil secara langsung setelah permohonan diajukan. (detikJogja, 2026)

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan data perlu diperbarui antara lain:

  • perubahan jumlah anggota keluarga;
  • perubahan pekerjaan;
  • perubahan kondisi ekonomi;
  • perubahan tempat tinggal;
  • perubahan kondisi sosial keluarga;
  • ketidaksesuaian data kependudukan.

Masyarakat perlu memahami bahwa pengajuan pembaruan tidak berarti seseorang otomatis masuk ke desil tertentu. Pemerintah tetap melakukan proses pemutakhiran dan pemeringkatan berdasarkan data yang tersedia. (detikJogja, 2026)

Desil Tinggi Tidak Selalu Menentukan Kondisi Ekonomi Secara Tunggal

Masyarakat tidak seharusnya membaca desil sebagai ukuran kekayaan secara sederhana. Sistem tersebut menggambarkan pemeringkatan kesejahteraan berdasarkan data sosial ekonomi yang digunakan dalam DTSEN. (detikJogja, 2026)

Karena itu, masyarakat yang mendapatkan desil 9 atau 10 tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa pemerintah menganggap keluarga tersebut memiliki kekayaan tinggi. Sebaliknya, masyarakat yang berada pada desil rendah juga perlu memahami bahwa posisi tersebut merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan data yang digunakan pemerintah. (IDXChannel, 2025)

Pemahaman tersebut penting karena status desil memiliki kaitan dengan penentuan sasaran bansos. Masyarakat dapat menggunakan kanal resmi untuk memeriksa data dan mengajukan pembaruan apabila terdapat informasi yang tidak sesuai. (Kompas.com, 2026)

Cara Memastikan Data Bansos Tetap Akurat

Masyarakat dapat menjaga akurasi data dengan melakukan pengecekan secara berkala melalui kanal resmi. Pemeriksaan tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui status data sekaligus menemukan kemungkinan ketidaksesuaian informasi. (detikJogja, 2026)

Masyarakat sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:

  • mengecek data melalui laman resmi Kemensos;
  • memastikan nama dan data wilayah sesuai KTP;
  • menggunakan aplikasi Cek Bansos apabila diperlukan;
  • memperbarui data ketika kondisi keluarga berubah;
  • mengikuti mekanisme pengaduan atau pembaruan resmi;
  • tidak menggunakan layanan tidak resmi yang meminta data pribadi secara mencurigakan.

Arti desil 1-10 menunjukkan posisi kesejahteraan masyarakat dalam pemeringkatan DTSEN. Desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Posisi tersebut memiliki kaitan dengan penentuan sasaran bansos, tetapi masyarakat tetap perlu melihat kriteria masing-masing program sebelum menyimpulkan status penerimaannya.

Masyarakat dapat mengecek status desil dan data bantuan melalui kanal resmi Kemensos. Masyarakat juga dapat mengajukan pembaruan apabila data tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pembaca dapat mengikuti artikel lain di Garap Media untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai bansos, DTSEN, dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan masyarakat.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /