Garap Media – Amazon mengambil langkah besar terhadap salah satu layanan digital tertuanya yang pernah menjadi bagian penting dari perkembangan AI. Amazon Mechanical Turk (MTurk), platform crowdsourcing yang diluncurkan pada 2005, akan dihentikan pada 30 September 2026. Layanan tersebut sebelumnya membantu perusahaan dan peneliti meminta manusia mengerjakan tugas digital yang sulit dilakukan komputer. Jeff Bezos bahkan pernah menyebut konsepnya sebagai “artificial artificial intelligence”, karena pekerjaan manusia digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang terlihat seperti kemampuan mesin. Kini, perkembangan AI membuat posisi layanan tersebut berubah secara drastis. Penutupan MTurk menjadi simbol bagaimana teknologi yang dahulu membutuhkan manusia semakin banyak dikerjakan oleh sistem AI.
Amazon Mechanical Turk Mulai Berakhir
Amazon Mechanical Turk dirancang sebagai pasar digital yang mempertemukan perusahaan dengan pekerja untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana. Pekerjaan tersebut dikenal sebagai Human Intelligence Tasks atau HITs, seperti pelabelan data, transkripsi, survei, dan identifikasi informasi tertentu. Ketika diluncurkan pada 2005, banyak pekerjaan semacam itu masih sulit diselesaikan secara otomatis oleh komputer. MTurk kemudian menjadi salah satu contoh awal bagaimana internet dapat menghubungkan perusahaan dengan tenaga kerja manusia dalam skala besar. Pada periode tertentu, platform ini bahkan pernah melibatkan lebih dari 500.000 pekerja.
Amazon sebelumnya juga memanfaatkan Mechanical Turk dalam ekosistem pengembangan AI dan data. Sejak 2018, layanan tersebut dipasarkan sebagai salah satu cara bagi perusahaan untuk memperoleh bantuan manusia dalam anotasi data dan pelatihan model melalui Amazon SageMaker. Namun, pada Juli 2026 Amazon terlebih dahulu mengumumkan bahwa pelanggan baru tidak lagi dapat mendaftar ke MTurk. AWS mengatakan pelanggan lama masih dapat menggunakan layanan tersebut, sementara tidak ada rencana menghadirkan fitur baru.
Mengapa Amazon Menutup MTurk?
Perubahan teknologi menjadi salah satu alasan utama mengapa model Mechanical Turk semakin kehilangan relevansinya. AI generatif kini mampu menyelesaikan berbagai tugas yang dahulu harus diberikan kepada manusia melalui platform crowdsourcing. Kemampuan tersebut mencakup pemrosesan teks, klasifikasi informasi, pembuatan ringkasan, hingga sejumlah pekerjaan yang berkaitan dengan data. Akibatnya, perusahaan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengotomatisasi pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan ribuan pekerja manusia. Perubahan ini membuat model bisnis MTurk menghadapi tekanan yang jauh berbeda dibandingkan ketika platform tersebut pertama kali diluncurkan.
Ironisnya, Mechanical Turk bahkan menghadapi masalah yang berkaitan langsung dengan perkembangan AI. Analisis akademis pada 2023 menemukan bahwa sekitar 33 hingga 46 persen pekerja MTurk menggunakan model bahasa besar untuk menyelesaikan tugas tertentu. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas data yang dihasilkan sekaligus efektivitas mempertahankan manusia dalam rantai pekerjaan yang semakin mudah dibantu AI. Situasi itu memperlihatkan perubahan besar dalam industri data, ketika pekerja yang sebelumnya membantu proses AI justru mulai menggunakan AI untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Dengan kata lain, teknologi yang dulu membutuhkan Mechanical Turk kini perlahan mulai mengurangi kebutuhan terhadap model tersebut.
Dari “Artificial AI” ke Era AI Generatif
Istilah “artificial artificial intelligence” yang dikaitkan dengan Bezos memiliki makna yang menarik dalam sejarah teknologi. Mechanical Turk mengambil nama dari mesin catur abad ke-18 yang terlihat seperti mesin otomatis, padahal sebenarnya dikendalikan manusia. Amazon menggunakan konsep tersebut untuk menggambarkan layanan yang membuat komputer terlihat mampu menyelesaikan pekerjaan tertentu karena ada manusia di belakangnya. Pada masa itu, pendekatan tersebut menjadi solusi praktis untuk masalah yang belum mampu diselesaikan teknologi secara otomatis. Kini, perkembangan AI membuat batas antara pekerjaan manusia dan pekerjaan mesin semakin berubah.
Perubahan tersebut tidak berarti semua pekerjaan manusia langsung hilang dari proses AI. Manusia masih dibutuhkan untuk menguji sistem, mengevaluasi kualitas, mengawasi keputusan, dan menangani pekerjaan yang membutuhkan penilaian kompleks. Namun, jenis pekerjaan yang membutuhkan tenaga manusia dalam jumlah besar untuk tugas sederhana semakin menghadapi tekanan otomatisasi. Amazon sendiri terus mengembangkan berbagai layanan AI melalui AWS, sementara sejumlah fitur lama di ekosistem SageMaker masuk tahap pemeliharaan. Perubahan ini menunjukkan bahwa industri teknologi sedang bergerak menuju model kerja yang lebih banyak menggabungkan otomatisasi dengan pengawasan manusia.
Apa Dampaknya bagi Pekerja Digital?
Penutupan MTurk menjadi kabar penting bagi pekerja digital yang selama bertahun-tahun mengandalkan platform tersebut untuk memperoleh penghasilan fleksibel. Sebagian pekerja menggunakan Mechanical Turk sebagai pekerjaan sampingan, sementara sebagian lainnya menjadikannya sumber pendapatan utama. Ketika Amazon menghentikan layanan, pekerja yang masih bergantung pada platform tersebut harus menghadapi perubahan besar. Fenomena ini memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak hanya berdampak pada perusahaan teknologi, tetapi juga pada pasar tenaga kerja digital. Pekerjaan yang terlihat sederhana sekalipun dapat berubah ketika teknologi baru mampu mengerjakannya dengan lebih cepat.
Di sisi lain, kebutuhan terhadap pekerja manusia dalam industri AI belum sepenuhnya menghilang. Pengembangan model AI masih membutuhkan data berkualitas, evaluasi manusia, pengujian, dan keahlian khusus. Bedanya, pekerjaan tersebut semakin bergeser dari tugas mikro berulang menuju pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan dan penilaian lebih tinggi. Pergeseran tersebut dapat menciptakan peluang baru, tetapi juga menuntut pekerja untuk beradaptasi dengan teknologi. Kasus MTurk menjadi pengingat bahwa kemampuan belajar dan beradaptasi semakin penting di tengah perubahan dunia kerja akibat AI.
Penutup
Berakhirnya Amazon Mechanical Turk merupakan salah satu simbol menarik dari perjalanan teknologi selama dua dekade. Platform yang dahulu menggunakan manusia untuk membantu komputer menyelesaikan pekerjaan kini menghadapi dunia ketika AI mampu melakukan semakin banyak tugas secara langsung. Amazon mengumumkan penghentian layanan secara bertahap, dengan pelanggan baru ditutup terlebih dahulu dan operasi akhirnya berakhir pada 30 September 2026. Ironisnya, layanan yang pernah disebut “artificial artificial intelligence” justru menjadi salah satu contoh bagaimana kemajuan AI dapat mengubah kebutuhan terhadap tenaga manusia.
Sumber Referensi
- CNBC – Amazon Mechanical Turk Akan Ditutup
https://www.cnbc.com/2026/08/26/amazon-mechanical-turk-shutting-down.html - TechCrunch – Amazon Hentikan Penerimaan Pelanggan Baru Mechanical Turk
https://techcrunch.com/2026/07/05/amazon-will-stop-accepting-new-customers-for-mechanical-turk/ - AWS – Mechanical Turk Workforce
https://docs.aws.amazon.com/sagemaker/latest/dg/sms-workforce-management-public.html
