HP Gandeng Huawei untuk Lisensi Teknologi Wi-Fi, Mengapa Jadi Sorotan

Last Updated: 31 August 2026, 15:03

Bagikan:

HP Gandeng Huawei untuk Lisensi Teknologi Wi-Fi, Mengapa Jadi Sorotan
Table of Contents

Garap Media – Hubungan antara perusahaan teknologi Amerika Serikat dan China kembali menjadi sorotan setelah HP masuk dalam kesepakatan lisensi paten Wi-Fi 6 yang melibatkan teknologi Huawei. Namun, penting meluruskan bahwa kesepakatan tersebut bukan berarti HP menjalin kerja sama bisnis langsung dengan Huawei untuk membuat produk bersama. HP menjadi pemegang lisensi Sisvel Wi-Fi 6 patent pool, yang mencakup sekitar 2.000 paten dari 245 keluarga paten, termasuk portofolio milik Huawei. Kesepakatan itu mengakhiri sejumlah sengketa paten yang sebelumnya melibatkan HP dan beberapa pemegang paten dalam pool tersebut. Peristiwa ini menarik karena terjadi di tengah ketegangan teknologi antara Washington dan Beijing. Di baliknya terdapat pertarungan besar mengenai siapa yang menguasai teknologi standar komunikasi yang digunakan perangkat digital dunia.

HP Masuk Lisensi Paten Wi-Fi 6

Kesepakatan HP dengan Sisvel diumumkan pada November 2025 setelah proses mediasi yang diperintahkan pengadilan Amerika Serikat. HP memperoleh akses melalui patent pool terhadap sekitar 2.000 paten yang dinilai penting untuk standar 802.11ax atau Wi-Fi 6. Sisvel menyebut kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri gugatan yang diajukan Wilus Institute of Standards and Technology terhadap HP. Huawei dan Philips juga termasuk pihak yang sebelumnya mengajukan tindakan hukum terhadap HP melalui mekanisme terkait. Dengan lisensi tersebut, HP mendapatkan akses yang lebih terstruktur terhadap portofolio paten yang dibutuhkan untuk produk berkemampuan Wi-Fi 6.

Kehadiran Huawei dalam kesepakatan tersebut menjadi bagian yang paling menarik perhatian publik. Huawei merupakan salah satu pemegang paten yang dilisensikan melalui Sisvel, tetapi hubungan itu tidak sama dengan kemitraan produk langsung antara HP dan Huawei. Model patent pool memungkinkan perusahaan teknologi memperoleh lisensi dari banyak pemegang paten melalui satu mekanisme. Cara tersebut dapat mengurangi kompleksitas negosiasi ketika sebuah produk menggunakan teknologi yang tercakup dalam banyak paten. Bagi HP, penyelesaian lisensi juga membantu mengurangi ketidakpastian hukum terkait penggunaan teknologi Wi-Fi 6.

Mengapa Paten Huawei Penting bagi Wi-Fi?

Huawei telah lama mengembangkan teknologi yang berhubungan dengan standar komunikasi nirkabel. Perusahaan tersebut menyatakan memiliki kontribusi terhadap berbagai fitur penting Wi-Fi 6 dan Wi-Fi 7, termasuk OFDMA, Multi-User MIMO, Spatial Reuse, serta sejumlah teknologi lainnya. Huawei juga menjalankan program lisensi paten Wi-Fi sendiri dan saat ini mencantumkan tarif lisensi konsumen sebesar US$0,50 per unit untuk produk Wi-Fi 6 dan Wi-Fi 7. Posisi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan teknologi sebuah perusahaan tidak selalu terlihat dari produk yang dijual kepada konsumen. Paten yang masuk ke dalam standar global dapat menjadi sumber nilai ekonomi jangka panjang.

Teknologi Wi-Fi bersifat lintas negara karena perangkat dari berbagai merek harus dapat berkomunikasi menggunakan standar yang sama. Karena itu, perusahaan yang menyumbangkan teknologi penting ke dalam standar memiliki posisi strategis dalam rantai industri. Huawei sebelumnya juga telah mengumumkan kesepakatan lisensi Wi-Fi 6 dengan perusahaan Jepang Buffalo. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa kepemilikan paten dapat tetap menghasilkan nilai meskipun hubungan geopolitik antarnegara sedang tegang. Dunia teknologi pada akhirnya tetap membutuhkan mekanisme lisensi agar perangkat dari berbagai perusahaan dapat menggunakan standar yang sama.

Mengapa Kesepakatan Ini Menjadi Sorotan?

Perkara tersebut muncul dalam konteks persaingan teknologi Amerika Serikat dan China yang semakin kompleks. Huawei telah menghadapi berbagai pembatasan dari pemerintah AS selama bertahun-tahun, terutama terkait keamanan nasional dan akses terhadap teknologi tertentu. Di sisi lain, perusahaan China terus meningkatkan portofolio patennya di berbagai bidang teknologi komunikasi. Situasi ini membuat setiap hubungan lisensi antara perusahaan Barat dan pemegang paten China menjadi perhatian industri. Kesepakatan HP tersebut menunjukkan bahwa pembatasan perdagangan tidak otomatis menghapus kebutuhan terhadap hak kekayaan intelektual.

Persoalan paten juga memiliki dimensi hukum yang berbeda dari pembatasan ekspor teknologi. Sebuah perusahaan dapat dibatasi untuk mengakses produk atau teknologi tertentu, tetapi hak paten yang berkaitan dengan standar internasional tetap dapat menjadi persoalan tersendiri. Pengadilan Inggris pada 2026 juga menangani perkara terkait lisensi portofolio paten Wi-Fi Huawei dan prinsip RAND, yaitu lisensi dengan ketentuan yang wajar dan tidak diskriminatif. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya persoalan lisensi dalam industri perangkat yang menggunakan standar Wi-Fi. Persaingan teknologi modern ternyata tidak hanya berlangsung melalui chip dan perangkat keras, tetapi juga melalui kepemilikan paten.

Apa Dampaknya bagi Industri Teknologi?

Kesepakatan HP memperlihatkan bahwa perusahaan global membutuhkan kepastian hukum ketika menggunakan teknologi yang dilindungi paten. Tanpa lisensi yang jelas, produsen perangkat dapat menghadapi gugatan, biaya hukum, dan ketidakpastian terhadap produk yang sudah beredar. Patent pool seperti Sisvel menawarkan mekanisme yang lebih terpusat untuk memperoleh akses terhadap banyak paten. Bagi perusahaan besar seperti HP, model tersebut dapat membantu menyederhanakan proses lisensi. Pada saat yang sama, pemegang paten memperoleh jalur untuk mendapatkan royalti dari penggunaan teknologi mereka.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa kekuatan teknologi China tidak hanya terletak pada manufaktur atau produksi perangkat. Portofolio kekayaan intelektual Huawei menjadi salah satu aset yang dapat digunakan dalam negosiasi industri global. Huawei sendiri menyatakan komitmen untuk melisensikan paten esensial standar 802.11 dengan prinsip lisensi yang wajar berdasarkan kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya. Bagi industri global, perkembangan ini membuat paten semakin penting dalam menentukan posisi tawar perusahaan. Persaingan teknologi pun bergerak dari sekadar siapa yang membuat perangkat terbaik menuju siapa yang menguasai teknologi fundamental di balik perangkat tersebut.

Penutup

Kesepakatan HP melalui Sisvel menunjukkan bahwa hubungan teknologi Amerika Serikat dan China jauh lebih rumit daripada sekadar persaingan antarperusahaan. HP memang memperoleh lisensi yang mencakup paten Huawei, tetapi fakta tersebut tidak berarti HP dan Huawei membangun kerja sama produk secara langsung. Peristiwa ini justru memperlihatkan bagaimana paten dan standar teknologi dapat menjembatani industri yang berada di tengah ketegangan geopolitik. Di era ketika Wi-Fi menjadi bagian penting dari hampir setiap perangkat digital, penguasaan paten bisa sama strategisnya dengan penguasaan chip, software, dan jaringan.

Sumber Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /