Simon Grayson menjadi salah satu asisten pelatih Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman. Ia mengungkap proses sekaligus alasannya menerima tawaran jadi asisten, meski punya pengalaman sekitar 20 tahun sebagai pelatih kepala. Simon Grayson adalah satu dari empat asisten pelatih Timnas Indonesia. Juru taktik asal Inggris itu mendampingi John Herdman bersama dengan Steven Vitoria, Elliott Dickman, dan juga Nova Arianto.
Penunjukkan Simon Grayson ini cukup mengejutkan mengingat latar belakang sang pelatih tidak sembarangan. Ia sudah merasakan posisi itu sejak 2004, hampir dua tahun sebelum pensiun pada Januari 2006. Blackpool U-18 (2004-2005) jadi tim pertama yang ia latih. Kemudian berlanjut tim utama Blackpool hingga 2008. Setelahnya, tercatat ada 10 tim yang pernah merasakan sentuhannya dari 2008 sampai 2025, termasuk Leeds dan Sunderland serta sebagai advisor untuk Cork City.
Timnas Indonesia Jadi Timnas Pertamanya
Tapi sepanjang karier kepelatihannya Grayson tak pernah jadi bagian tim nasional. Timnas Indonesia jadi tim nasional negara pertama yang ia tangani, namun dengan status asisten pelatih, jabatan yang juga baru perdana ia rasakan.
“Ya, itu benar-benar menarik. Dan Anda tidak akan pernah berhenti belajar dalam sepak bola,” kata Grayson.
“Dan seperti yang sudah saya sebutkan, saya tidak pernah merasa lebih rendah dari siapapun, dan saya adalah bagian menarik dari apa yang ingin saya lakukan,” tambahnya.
Ingin Belajar dari John Herdman
Menurut Grayson, bekerja bersama John Herdman merupakan sebuah kehormatan. Ia sangat paham bagaimana eks pelatih Timnas Kanada baik putra maupun putri itu mampu bersaing di panggung sepak bola dunia.
“Saya ingin belajar dari seorang yang pernah menjadi pelatih kepala untuk Kanada untuk tim putra dan putri, dan membawa kedua tim itu ke Piala Dunia,” terang Grayson.
“Ia juga (sempat) berada di Selandia Baru, dan itu sangat menarik. Bagi saya, itu juga merupakan proses pembelajaran,” imbuh mantan manajer Sunderland itu.
Janji Tularkan Pengalaman 20 Tahun ke Timnas Indonesia
Lebih jauh, Simon Grayson bertekad untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya di tim kepelatihan Timnas Indonesia. Peracik strategi berusia 56 tahun itu yakin pengalamannya selama lebih dari 20 tahun di klub akan sangat berguna di Timnas Indonesia.
“Saya harap saya bisa membantu John (Herdman) dan pelatih lainnya dengan pengalaman saya lebih dari 20 tahun sebagai pelatih dan manajer di beberapa klub besar,” ucap Grayson.
“Jadi, menurut saya itu adalah kombinasi yang bagus. Tapi, saya akan menjalaninya dengan pikiran terbuka tentang bagaimana seharusnya semuanya berjalan,” tukasnya.
Penutup
Keputusan Simon Grayson menerima peran sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia menjadi langkah baru dalam kariernya. Ia tidak hanya datang dengan pengalaman panjang, tetapi juga semangat untuk terus belajar di level tim nasional. Kolaborasinya dengan John Herdman diharapkan mampu membawa dampak positif bagi perkembangan tim.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar sepak bola, Timnas Indonesia, pelatih Timnas Indonesia, asisten pelatih Timnas Indonesia, dan analisis pertandingan hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Alasan Jujur Simon Grayson Terima Tawaran Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia. Retrieved from https://www.liputan6.com/bola/read/6317656/alasan-jujur-simon-grayson-terima-tawaran-jadi-asisten-pelatih-john-herdman-di-timnas-indonesia
