Airbus berhasil menyelesaikan uji terbang Airbus A350-1000ULR selama 24 jam 24 menit tanpa henti dari Melbourne, Australia, menuju Toulouse, Prancis. Penerbangan tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi pesawat untuk maskapai Qantas dalam proyek Project Sunrise, yang menargetkan layanan komersial nonstop ultra-jauh mulai beroperasi pada 2027. (Reuters, 2026; Airbus, 2026).
Penerbangan sejauh sekitar 23.075 kilometer itu menjadi salah satu penerbangan nonstop terlama yang pernah dilakukan pesawat penumpang. Uji terbang tersebut juga melampaui rekor pengujian Boeing 777-200LR pada 2005 sekaligus menunjukkan kemampuan Airbus A350-1000ULR untuk melayani rute ultra-long-haul generasi berikutnya. (Reuters, 2026).
Airbus A350-1000ULR Diuji untuk Mendukung Project Sunrise Qantas
Airbus mengembangkan Airbus A350-1000ULR secara khusus untuk memenuhi kebutuhan maskapai Qantas melalui Project Sunrise. Program tersebut bertujuan membuka layanan penerbangan komersial nonstop dari Sydney menuju London dan New York tanpa transit sehingga mampu memangkas waktu perjalanan bagi penumpang. (Airbus, 2026).
Penerbangan pengujian kali ini bukan merupakan penerbangan komersial yang membawa penumpang umum. Airbus mengoperasikan pesawat tersebut bersama tim insinyur dan pilot uji untuk menguji performa pesawat, efisiensi bahan bakar, serta sistem operasional dalam kondisi penerbangan ekstrem berdurasi lebih dari 24 jam. (Reuters, 2026).
Beberapa fakta penting mengenai penerbangan uji tersebut meliputi:
- Durasi penerbangan mencapai 24 jam 24 menit tanpa transit.
- Rute penerbangan menghubungkan Melbourne, Australia, dengan Toulouse, Prancis.
- Jarak tempuh mencapai sekitar 23.075 kilometer.
- Penerbangan menjadi bagian dari proses sertifikasi Airbus.
- Pengujian mendukung pengembangan armada Project Sunrise milik Qantas. (Reuters, 2026; Airbus, 2026).
Airbus Menambahkan Tangki 20.000 Liter pada Airbus A350-1000ULR
Airbus melakukan sejumlah modifikasi khusus pada varian A350-1000ULR (Ultra Long Range) agar mampu menjalani penerbangan ultra-jauh. Salah satu perubahan terbesar adalah penambahan tangki bahan bakar ekstra berkapasitas 20.000 liter yang meningkatkan jangkauan terbang pesawat secara signifikan. (Airbus, 2026).
Selain kapasitas bahan bakar yang lebih besar, Airbus juga mengatur konfigurasi kabin menjadi 238 kursi. Pengaturan tersebut bertujuan memberikan keseimbangan antara kapasitas penumpang, kenyamanan, serta bobot pesawat sehingga mampu melayani penerbangan komersial nonstop hingga sekitar 22 jam. (Airbus, 2026).
Keunggulan Airbus A350-1000ULR meliputi:
- Tangki bahan bakar tambahan sekitar 20.000 liter.
- Konfigurasi kabin sebanyak 238 kursi.
- Dirancang untuk penerbangan nonstop hingga sekitar 22 jam.
- Dikembangkan khusus bagi armada Project Sunrise Qantas.
- Mengusung teknologi efisiensi bahan bakar generasi terbaru. (Airbus, 2026).
Rekor Airbus A350-1000ULR Membuka Era Baru Penerbangan Ultra Jauh
Keberhasilan Airbus menyelesaikan penerbangan selama 24 jam 24 menit menjadi pencapaian penting dalam pengembangan pesawat komersial jarak ultra-jauh. Durasi tersebut menjadikan penerbangan Melbourne–Toulouse sebagai salah satu penerbangan nonstop terlama yang pernah dilakukan oleh pesawat penumpang selama tahap pengujian. (Reuters, 2026).
Penerbangan ini juga melampaui rekor uji terbang Boeing 777-200LR yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pesawat dengan kemampuan jarak jauh terbaik. Airbus menggunakan pengujian tersebut untuk memverifikasi performa sistem pesawat, konsumsi bahan bakar, serta kenyamanan operasional dalam penerbangan berdurasi ekstrem. (Reuters, 2026).
Beberapa capaian penting dari uji terbang Airbus A350-1000ULR meliputi:
- Durasi penerbangan mencapai lebih dari 24 jam.
- Jarak tempuh mencapai sekitar 23.075 kilometer.
- Menjadi salah satu penerbangan uji nonstop terpanjang dalam sejarah penerbangan sipil.
- Mendukung proses sertifikasi untuk Project Sunrise Qantas.
- Membuktikan kemampuan teknologi ultra-long-range Airbus. (Reuters, 2026).
Project Sunrise Qantas Menargetkan Operasional Komersial pada 2027
Qantas menargetkan layanan komersial Project Sunrise mulai beroperasi pada tahun 2027 setelah seluruh proses sertifikasi dan pengujian pesawat selesai dilakukan. Program tersebut dirancang untuk menghadirkan penerbangan nonstop dari Australia menuju berbagai kota besar dunia yang sebelumnya membutuhkan satu atau lebih transit. (Airbus, 2026).
Rute utama yang dipersiapkan melalui Project Sunrise meliputi penerbangan dari Sydney ke London dan Sydney ke New York. Kehadiran layanan tersebut diperkirakan akan mengubah pola perjalanan internasional dengan memangkas waktu transit sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien bagi penumpang. (Airbus, 2026).
Qantas memilih Airbus A350-1000ULR karena pesawat tersebut menawarkan kombinasi antara jangkauan terbang yang sangat jauh, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan kabin modern. Airbus juga merancang tata letak kabin khusus yang memungkinkan penumpang tetap merasa nyaman selama penerbangan berdurasi lebih dari 20 jam. (Airbus, 2026).
Fasilitas yang dipersiapkan untuk armada Project Sunrise antara lain:
- Kelas First Suite generasi terbaru.
- Kabin Business Class dengan ruang lebih luas.
- Premium Economy yang dirancang untuk penerbangan ultra-jauh.
- Area khusus untuk peregangan dan aktivitas ringan penumpang.
- Sistem pencahayaan kabin yang membantu mengurangi efek jet lag. (Airbus, 2026).
Airbus dan Qantas Dorong Masa Depan Penerbangan Nonstop Global
Pengembangan Airbus A350-1000ULR menunjukkan bagaimana teknologi penerbangan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas global. Maskapai kini tidak hanya berfokus pada kapasitas penumpang, tetapi juga pada kemampuan menghubungkan kota-kota yang berjarak sangat jauh tanpa perlu transit. (Airbus, 2026).
Keberhasilan uji terbang terbaru ini memperkuat posisi Airbus sebagai salah satu produsen pesawat terdepan dalam segmen penerbangan jarak jauh. Sementara itu, Qantas berupaya menjadi maskapai pertama yang menghadirkan layanan komersial reguler dengan durasi penerbangan mendekati satu hari penuh. (Reuters, 2026; Airbus, 2026).
Keberhasilan Airbus A350-1000ULR menyelesaikan penerbangan nonstop selama 24 jam 24 menit menjadi langkah besar menuju realisasi Project Sunrise milik Qantas. Uji terbang tersebut membuktikan bahwa penerbangan komersial ultra-jauh tanpa transit semakin mendekati kenyataan dan berpotensi mengubah cara masyarakat bepergian antar-benua. (Reuters, 2026).
Ikuti terus berita terbaru seputar industri penerbangan, teknologi transportasi, dan inovasi aviasi dunia hanya di Garap Media. Jangan lewatkan juga berbagai artikel menarik lainnya mengenai pesawat generasi baru, maskapai global, dan perkembangan transportasi masa depan.
Referensi
