Garap Media – Di era digital, perusahaan tidak hanya berlomba menguasai teknologi, tetapi juga mengumpulkan dan mengelola data. Setiap pencarian, transaksi, klik hingga interaksi digital dapat menghasilkan informasi yang memiliki nilai ekonomi. OECD menyebut data telah berkembang menjadi aset strategis yang mampu mengubah pasar sekaligus memberikan keunggulan kompetitif. Bahkan, perkembangan pengukuran ekonomi digital mulai memperhitungkan data sebagai aset ekonomi, meskipun cara mengukur nilainya masih menghadapi sejumlah tantangan. Pertanyaannya, mengapa data bisa menjadi begitu berharga?
1. Data Bisa Menghasilkan Keuntungan Besar
Fakta pertama, data memiliki kemampuan untuk membantu perusahaan memahami pelanggan secara jauh lebih mendalam. Informasi mengenai perilaku konsumen dapat digunakan untuk mengetahui produk yang diminati, waktu pembelian dan pola penggunaan layanan. Dari informasi tersebut, perusahaan dapat membuat keputusan bisnis yang lebih tepat dan mengurangi ketidakpastian. McKinsey mencatat perusahaan berkinerja tinggi dapat memperoleh sekitar 11 persen pendapatannya dari monetisasi data, lebih dari lima kali perusahaan dengan kinerja lebih rendah. (McKinsey & Company) Artinya, data tidak lagi hanya menjadi bahan pendukung operasional perusahaan. Data dapat berubah menjadi sumber pendapatan dan keunggulan bisnis.
Nilai tersebut semakin besar ketika data dikombinasikan dengan teknologi analitik dan AI. Sistem dapat menemukan pola yang sulit terlihat jika jutaan informasi hanya diperiksa secara manual. Perusahaan kemudian dapat menggunakan temuan tersebut untuk membuat rekomendasi, memperkirakan permintaan atau meningkatkan layanan. McKinsey menyebut AI generatif membuka peluang bagi perusahaan untuk mengubah data menjadi produk dan layanan berbasis informasi yang lebih bernilai. (McKinsey & Company) Karena itu, perusahaan tidak sekadar mengumpulkan data dalam jumlah besar. Mereka berlomba memiliki data yang berkualitas, relevan dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan.
2. Data Menjadi Senjata Utama di Era AI
Fakta kedua, perkembangan AI membuat nilai data semakin tinggi. Model AI membutuhkan data untuk mengenali pola, menghasilkan prediksi dan meningkatkan kemampuan dalam menjalankan berbagai tugas. Perusahaan yang memiliki data eksklusif dan berkualitas dapat memiliki keunggulan yang sulit ditiru kompetitor. McKinsey menjelaskan bahwa data historis transaksi, perilaku pelanggan dan informasi operasional dapat menjadi competitive moat ketika digunakan untuk menghasilkan produk atau layanan yang lebih baik. (McKinsey & Company) Kondisi tersebut membuat kepemilikan data menjadi bagian dari strategi persaingan teknologi.
Efeknya terlihat pada perusahaan yang memiliki ekosistem digital besar. Setiap interaksi pengguna dapat menghasilkan data baru yang kemudian digunakan untuk memperbaiki rekomendasi, prediksi dan layanan. Perbaikan tersebut dapat menarik lebih banyak pengguna yang pada akhirnya menghasilkan lebih banyak data. Siklus tersebut menciptakan apa yang disebut McKinsey sebagai data flywheel, ketika interaksi menghasilkan data yang kemudian meningkatkan kualitas produk. (McKinsey & Company) Inilah alasan data dapat menjadi aset strategis yang semakin bernilai ketika dikelola dengan tepat.
3. Data Berharga, tetapi Tidak Bisa Dipisahkan dari Privasi
Fakta ketiga, nilai data juga membuat perlindungan privasi menjadi semakin penting. Data pribadi dapat memberikan manfaat ekonomi, tetapi penyalahgunaan informasi dapat menimbulkan kerugian bagi individu dan perusahaan. OECD menegaskan bahwa perlindungan privasi merupakan kondisi penting untuk membangun kepercayaan dalam ekonomi digital. (OECD) Tanpa kepercayaan, masyarakat dapat semakin enggan membagikan informasi kepada perusahaan dan layanan digital. Karena itu, nilai data tidak hanya ditentukan oleh jumlah informasi yang dimiliki.
Persoalan lainnya adalah data tidak selalu memiliki harga pasar yang sederhana. OECD menjelaskan bahwa sebagian besar data dibuat, dikumpulkan dan digunakan di dalam organisasi sehingga tidak diperdagangkan melalui satu pasar dengan harga tunggal. (OECD) Nilainya bergantung pada kualitas, konteks, kemampuan mengolah dan tujuan penggunaannya. Data yang terlihat biasa dapat menjadi sangat berharga ketika digabungkan dengan informasi lain dan dianalisis menggunakan teknologi yang tepat. Karena itu, perusahaan harus melihat data bukan sekadar tumpukan informasi, melainkan aset yang membutuhkan tata kelola serius.
Penutup
Data kini berada di pusat ekonomi digital karena mampu membantu perusahaan memahami pelanggan, meningkatkan produktivitas dan mengembangkan teknologi AI. OECD bahkan menempatkan data sebagai aset strategis yang dapat memberikan kekuatan ekonomi dan keunggulan kompetitif. (OECD) Sementara itu, perkembangan AI membuat data berkualitas semakin penting karena informasi tersebut dapat menjadi bahan bakar bagi produk dan layanan digital baru.
Namun, data tidak otomatis berharga hanya karena jumlahnya besar. Nilai sebenarnya muncul ketika data dikelola, dianalisis dan digunakan secara bertanggung jawab. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap privasi dan keamanan digital, perusahaan yang mampu menemukan keseimbangan antara inovasi dan perlindungan data berpotensi menjadi pemenang ekonomi digital berikutnya.
Sumber Referensi
- OECD – Data as a Strategic Asset
https://www.oecd.org/en/publications/going-digital-to-advance-data-governance-for-growth-and-well-being_e3d783b0-en/full-report/component-5.html - McKinsey – How Gen AI Is Reshaping Data Monetization
https://www.mckinsey.com/capabilities/business-building/our-insights/intelligence-at-scale-data-monetization-in-the-age-of-gen-ai - McKinsey – Building Competitive Strategic Moats With AI
https://www.mckinsey.com/capabilities/quantumblack/our-insights/from-ai-table-stakes-to-ai-advantage-building-competitive-moats
