Garap Media – Ada anggapan bahwa perusahaan teknologi besar seharusnya aman dari ancaman PHK karena memiliki valuasi tinggi dan akses modal besar. Kenyataannya, ukuran perusahaan tidak otomatis membuat jumlah karyawan terus bertambah. Sepanjang 2026, perusahaan teknologi besar masih melakukan pengurangan tenaga kerja ketika investasi bergeser ke AI, organisasi dirampingkan, atau strategi bisnis berubah. Data Crunchbase menunjukkan sedikitnya 94.046 pekerja teknologi di Amerika Serikat terkena PHK pada Januari–Agustus 2026, naik 16,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan bisa tumbuh secara teknologi sekaligus mengurangi jumlah tenaga kerja. Lalu, mengapa startup besar tetap bisa melakukan PHK dalam jumlah ribuan?
1. Uang Besar Bisa Mengubah Arah Investasi, Bukan Menjamin Lapangan Kerja
Alasan pertama adalah perusahaan teknologi harus terus memindahkan modal menuju teknologi yang dianggap paling strategis. AI membutuhkan investasi sangat besar untuk chip, data center, cloud, model AI dan infrastruktur komputasi. Reuters melaporkan Microsoft memangkas sekitar 4.800 posisi pada Juli 2026 ketika perusahaan melakukan restrukturisasi dan mengalihkan investasi menuju infrastruktur AI. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak selalu mengurangi pengeluaran secara keseluruhan ketika melakukan PHK. Sebagian biaya tenaga kerja dapat dikurangi agar sumber daya bisa dialihkan ke proyek teknologi yang dianggap lebih penting bagi strategi berikutnya.
Perubahan tersebut juga menciptakan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda dari sebelumnya. Pekerjaan tertentu dapat berkurang ketika otomatisasi AI mampu menangani sebagian tugas, sementara kebutuhan terhadap engineer AI, data scientist, keamanan siber dan spesialis infrastruktur justru meningkat. Reuters melaporkan Meta pernah mengeksplorasi restrukturisasi besar untuk menjadikan perusahaan lebih “AI native”, termasuk skenario pengurangan ukuran sejumlah tim secara drastis. Namun, rencana tersebut kemudian menghadapi persoalan implementasi dan tidak berjalan sesuai skenario awal. Kasus ini memperlihatkan bahwa hubungan antara AI dan PHK jauh lebih kompleks daripada sekadar mengganti manusia dengan mesin.
2. Startup Bisa Membesar Terlalu Cepat Saat Mengejar Pertumbuhan
Alasan kedua adalah ekspansi agresif yang dilakukan ketika sebuah startup sedang mengejar pertumbuhan. Perusahaan yang mendapatkan pendanaan besar biasanya memiliki dorongan untuk memperluas produk, pasar, tim penjualan dan operasi dalam waktu singkat. Masalah muncul ketika pertumbuhan pengguna atau pendapatan tidak mampu mengikuti peningkatan biaya organisasi. Jumlah karyawan yang sebelumnya dianggap penting untuk ekspansi akhirnya dapat terlihat terlalu besar ketika perusahaan memasuki fase efisiensi. Karena itu, PHK dapat terjadi bahkan ketika perusahaan masih memiliki produk populer dan basis pengguna yang besar.
Contoh pola tersebut terlihat pada Uber yang mengumumkan rencana mengurangi sekitar 3.300 pekerjaan atau 10 persen tenaga kerjanya pada September 2026. Reuters melaporkan langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi lapisan manajemen dan kompleksitas organisasi ketika perusahaan bersiap menghadapi perubahan industri serta meningkatkan investasi pada teknologi robotaxi. Artinya, PHK tidak selalu berarti perusahaan sedang bangkrut atau tidak memiliki peluang pertumbuhan. Dalam kasus tertentu, perusahaan justru mengurangi struktur lama agar modal dan tenaga kerja dapat diarahkan ke bisnis yang dianggap memiliki masa depan berbeda.
3. Perusahaan Besar Tetap Dikejar Target Efisiensi dan Profit
Alasan ketiga adalah perusahaan teknologi tetap harus menjaga efisiensi meskipun skala bisnisnya sudah sangat besar. Investor dan manajemen biasanya melihat bukan hanya pertumbuhan pengguna, tetapi juga produktivitas, margin, arus kas dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi teknologi. Ketika organisasi menjadi terlalu kompleks, penggabungan divisi dan pengurangan posisi dapat menjadi bagian dari restrukturisasi. Pada 2026, sejumlah perusahaan bahkan melakukan PHK ketika mereka sebenarnya masih berinvestasi besar pada AI dan produk baru. Fenomena ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan tidak otomatis berarti pertumbuhan jumlah karyawan.
AI membuat tekanan efisiensi tersebut semakin kuat karena perusahaan kini memiliki pilihan untuk mengotomatisasi sebagian pekerjaan. Crunchbase mencatat bahwa banyak PHK teknologi 2026 terjadi ketika perusahaan mengalihkan pengeluaran menuju AI dan melakukan restrukturisasi untuk mengurangi biaya. Namun, perusahaan juga masih merekrut untuk posisi tertentu, sehingga pasar kerja teknologi tidak hanya bergerak dalam satu arah. Gambaran tersebut penting karena masa depan pekerjaan teknologi kemungkinan bukan sekadar “manusia digantikan AI”, melainkan perpindahan kebutuhan tenaga kerja dari pekerjaan tertentu menuju keterampilan yang lebih relevan dengan teknologi baru.
Penutup
PHK ribuan karyawan tidak selalu berarti sebuah startup besar sedang gagal. Dalam banyak kasus, pengurangan tenaga kerja menjadi bagian dari perubahan strategi, efisiensi organisasi, otomatisasi dan perpindahan investasi menuju teknologi baru. AI memang menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan tersebut, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Perusahaan juga harus menghadapi masalah ekspansi berlebihan, struktur organisasi yang kompleks dan tuntutan profitabilitas. Karena itu, ukuran perusahaan atau besarnya valuasi tidak dapat dijadikan jaminan bahwa jumlah karyawan akan terus bertambah. Di era AI, perusahaan teknologi justru semakin dituntut mampu melakukan lebih banyak pekerjaan dengan struktur yang lebih efisien.
Sumber Referensi
- Reuters – Companies cutting jobs as investments shift toward AI
https://www.reuters.com/business/world-at-work/companies-cutting-jobs-investments-shift-toward-ai-2026-07-06/ - Reuters – Uber to lay off 10% of staff in biggest cuts since COVID
https://www.reuters.com/business/autos-transportation/uber-lay-off-10-staff-biggest-cuts-since-covid-2026-09-02/ - Crunchbase News – Tech Layoffs Outpace 2025 As Big Companies Shift Spending To AI
https://news.crunchbase.com/layoffs/2026-layoff-numbers-rise-ai-shift-orcl-meta-amzn/
