1.800 Orang Tarik Menara Kastil Hirosaki 400 Ton ke Posisi Semula

Last Updated: 3 September 2026, 09:11

Bagikan:

Tarik Menara Kastil Hirosaki
Sekitar 1.800 orang bergotong royong menarik menara utama Kastil Hirosaki seberat 400 ton kembali menuju posisi aslinya di Aomori, Jepang. Sumber gambar: AFP.
Table of Contents

Sekitar 1.800 orang di Hirosaki, Prefektur Aomori, Jepang, menarik menara utama Kastil Hirosaki seberat sekitar 400 ton untuk mengembalikannya ke posisi semula setelah proses restorasi dinding batu selesai. Para peserta menggunakan tali, rel, dan roller dalam teknik tradisional hikiya yang memungkinkan bangunan bergeser tanpa dibongkar. Hingga 26 Agustus 2026, proses pemindahan dengan tenaga manusia telah menggeser menara sejauh 3,64 meter menuju lokasi aslinya. (Reuters, 2026; AFP, 2026)

Kastil Hirosaki Dipindahkan untuk Memperbaiki Dinding Batu

Kastil Hirosaki memiliki sejarah panjang yang bermula dari pembangunan pada 1611. Menara utama pertama memiliki lima lantai, tetapi sambaran petir pada 1627 membakar bangunan tersebut. Pemerintah Hirosaki mencatat bahwa menara yang berdiri sekarang merupakan bangunan yang dibangun kembali pada 1810 dengan bentuk tiga lantai. (Hirosaki City, 2026)

Kerusakan dinding batu menjadi alasan utama pemindahan menara pada 2015. Struktur dinding batu menunjukkan kondisi menggembung dan miring setelah kerusakan yang berkaitan dengan gempa, sehingga pemerintah kota memindahkan menara untuk memberikan akses kepada pekerja restorasi. (Hirosaki City, 2026)

Proses restorasi dinding batu melibatkan pembongkaran dan pemasangan kembali 2.185 batu. Pemerintah Kota Hirosaki menyelesaikan pemasangan kembali seluruh batu tersebut pada Desember 2024 setelah pekerjaan berlangsung selama beberapa tahun. (Hirosaki City, 2026)

Beberapa alasan utama pemindahan menara pada 2015 meliputi:

  • Dinding batu membutuhkan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh.
  • Struktur dinding menunjukkan risiko kerusakan lebih lanjut.
  • Menara harus dipindahkan tanpa membongkar bangunan bersejarah.
  • Restorasi harus mempertahankan susunan batu dan struktur asli.

Teknik Hikiya Menggerakkan Menara Kastil Hirosaki

Teknik hikiya memungkinkan pekerja memindahkan bangunan secara utuh tanpa membongkar konstruksi utamanya. Pekerja mengangkat bangunan dari fondasi, memasang struktur pendukung, lalu menempatkan bangunan di atas rel dan roller sebelum menggesernya secara bertahap. (Hirosaki City, 2026)

Penggunaan hikiya menjadi penting karena menara Kastil Hirosaki berstatus sebagai bangunan penting yang dilindungi sebagai aset budaya. Pemerintah kota memilih metode tersebut untuk mempertahankan integritas struktur selama proses pengembalian ke fondasi aslinya. (Hirosaki City, 2026)

Proses pemindahan melibatkan beberapa komponen utama:

  • Tali: Peserta menggunakan tali panjang untuk memberikan gaya tarik secara bersama-sama.
  • Rel: Struktur rel mengarahkan pergerakan menara menuju lokasi tujuan.
  • Roller: Roller membantu mengurangi hambatan saat bangunan bergeser.
  • Mesin: Peralatan mekanis akan menangani sebagian besar jarak pemindahan setelah tahap tenaga manusia selesai.

Sekitar 80 peserta bergantian menarik tali dalam setiap sesi. Ribuan orang mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut, tetapi pemerintah kota memilih peserta melalui sistem undian karena jumlah pendaftar melebihi kuota. (AFP, 2026)

1.800 Orang Menggeser Kastil Hirosaki Secara Bertahap

Tahap pemindahan dengan tenaga manusia berlangsung secara bertahap agar pergerakan bangunan tetap terkendali. Peserta menarik tali secara serempak sambil mengikuti aba-aba untuk menghasilkan gerakan kecil pada struktur seberat ratusan ton. (AFP, 2026)

Pada dua hari pertama, menara bergerak sejauh 2,22 meter. Pergerakan kemudian mencapai 3,64 meter setelah rangkaian kegiatan tenaga manusia berlangsung hingga 26 Agustus. Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan kolektif peserta dapat menggerakkan struktur raksasa secara perlahan dengan dukungan sistem rel dan roller. (Reuters, 2026)

Pemerintah Hirosaki merencanakan pemindahan keseluruhan sejauh sekitar 78 meter menuju fondasi asli. Tahap tenaga manusia hanya mencakup sebagian kecil perjalanan, sedangkan peralatan mekanis akan menyelesaikan sebagian besar jarak yang tersisa. (Hirosaki City, 2026)

Restorasi Kastil Hirosaki Berlanjut Setelah Pemindahan

Pemindahan kembali menara menjadi bagian dari proyek pelestarian jangka panjang Kastil Hirosaki. Pemerintah kota merencanakan pekerjaan pemindahan dan penguatan struktur sebelum melanjutkan restorasi bangunan bersejarah tersebut. (Hirosaki City, 2026)

Kastil Hirosaki termasuk salah satu dari 12 menara kastil asli yang masih bertahan di Jepang. Bangunan tersebut juga menjadi salah satu peninggalan penting periode Edo yang masih berdiri di wilayah Tohoku. (Hirosaki City, 2026)

Pemerintah Kota Hirosaki menyebut beberapa tahapan lanjutan dalam proyek pelestarian, yaitu:

  • Penyelesaian pemindahan menara menuju fondasi asli.
  • Penguatan struktur dasar menara.
  • Pelaksanaan pekerjaan konservasi bangunan.
  • Pelaksanaan penguatan terhadap risiko gempa.
  • Pemantauan kondisi bangunan selama proyek berlangsung.

Pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa pemindahan bukan sekadar atraksi budaya, tetapi menjadi bagian dari strategi konservasi untuk menjaga bangunan bersejarah tetap utuh. Pemerintah Hirosaki juga membuka proses pekerjaan tertentu kepada masyarakat agar perkembangan proyek dapat disaksikan secara langsung. (Hirosaki City, 2026)

Kastil Hirosaki Menjadi Simbol Pelestarian Warisan Jepang

Keterlibatan masyarakat memberikan dimensi berbeda dalam proyek restorasi Kastil Hirosaki. Sekitar 1.800 orang mendapatkan kesempatan untuk ikut menarik bangunan bersejarah tersebut, sementara keseluruhan kegiatan juga menarik perhatian peserta dari berbagai wilayah Jepang dan luar negeri. (AFP, 2026)

Penggunaan teknik hikiya juga memperlihatkan hubungan antara teknologi tradisional dan kebutuhan konservasi modern. Metode tersebut memungkinkan bangunan bersejarah bergerak secara perlahan dengan tetap mempertahankan struktur utama, sedangkan sistem mekanis membantu mengendalikan pekerjaan dalam skala yang lebih besar.

Pemindahan menara Kastil Hirosaki akhirnya menjadi contoh bagaimana masyarakat, teknik tradisional, dan teknologi modern dapat bekerja dalam satu proyek pelestarian. Proses tersebut juga memperlihatkan pentingnya perawatan berkala terhadap bangunan bersejarah yang menghadapi risiko gempa dan kerusakan struktur.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan sejarah, budaya, dan berbagai peristiwa menarik dari Jepang, Garap Media menghadirkan artikel lain dengan pembahasan yang lebih beragam. Pembaca dapat melanjutkan informasi melalui artikel terkait yang tersedia di Garap Media.

Garap Media juga menyajikan berita dan informasi terbaru dari berbagai bidang, sehingga pembaca dapat menemukan topik lain yang relevan setelah membaca kisah pemindahan Kastil Hirosaki ini.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /