Dua wisatawan yang diduga berasal dari Indonesia menjadi sorotan setelah video mereka di Nara Park, Jepang, viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang warga Jepang menegur keduanya karena seekor rusa diduga memakan benda yang terlihat seperti bungkus plastik. Perempuan yang diduga berada dalam video kemudian memberikan klarifikasi bahwa ayahnya tidak berniat memberi makan plastik kepada rusa, tetapi terlambat mengambil kembali bungkus tersebut (detikTravel, 2026).
Video Wisatawan Nara Park Viral setelah Ditegur Warga Jepang
Video yang beredar di media sosial Threads memperlihatkan seorang pria dan seorang perempuan berhijab berada di dekat rusa di Nara Park. Seorang warga Jepang kemudian menghampiri mereka dan menegur tindakan yang dianggap membahayakan rusa tersebut.
Dalam rekaman itu, kedua wisatawan terlihat terkejut ketika warga setempat menegur mereka. Keduanya juga terlihat menyampaikan permintaan maaf setelah teguran tersebut.
Pengunggah video menuding kedua wisatawan memberikan benda mirip sampah kepada rusa. Namun, identitas mereka sebagai warga negara Indonesia masih didasarkan pada dugaan yang berkembang di media sosial, bukan keterangan resmi dari otoritas Jepang (tvOne, 2026).
Video tersebut kemudian memicu perbincangan mengenai perilaku wisatawan ketika berinteraksi dengan satwa di tempat wisata. Peristiwa itu juga mendorong perhatian publik terhadap aturan pemberian makanan kepada rusa di Nara Park.
Klarifikasi Perempuan dalam Video tentang Bungkus Plastik
Perempuan yang diduga berada dalam rekaman tersebut menyampaikan klarifikasi melalui akun Threads @gazelle.4843178. Ia menjelaskan bahwa pria yang terlihat bersama rusa merupakan ayahnya dan membantah adanya niat sengaja untuk memberi makan plastik kepada hewan tersebut.
Menurut penjelasannya, ayahnya membiarkan rusa mengambil bungkus yang dibawanya. Mereka kemudian terlambat menarik kembali bungkus tersebut ketika rusa mulai mengambil atau menjilat benda itu.
Perempuan tersebut juga mengakui kelalaian mereka karena tidak segera menghentikan kejadian itu. Ia menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud memberikan plastik kepada rusa (detikTravel, 2026).
Klarifikasi tersebut memberikan konteks dari pihak yang diduga terlibat. Meski begitu, penjelasan itu tidak menghapus persoalan mengenai kelalaian menjaga benda asing agar tidak tertelan satwa.
Beberapa poin utama dalam klarifikasi tersebut meliputi:
- Hubungan kedua orang: perempuan tersebut menyebut pria dalam video sebagai ayahnya.
- Tidak ada niat yang disengaja: ia membantah bahwa ayahnya sengaja memberikan plastik sebagai makanan.
- Keterlambatan mengambil bungkus: ia mengakui mereka terlambat menarik kembali bungkus yang diambil rusa.
- Permintaan maaf: ia meminta maaf atas kejadian yang memicu perhatian publik.
- Kurangnya pemahaman aturan: ia mengaku baru memahami bahwa rusa di kawasan tersebut hanya boleh diberi makanan khusus.
Aturan Memberi Makan Rusa di Nara Park Jepang
Nara Park dikenal sebagai destinasi wisata yang memungkinkan pengunjung melihat rusa berkeliaran bebas. Namun, pengunjung tidak boleh memberikan makanan sembarangan kepada hewan tersebut.
Pengunjung hanya diperbolehkan memberikan shika senbei, yaitu biskuit khusus rusa yang dijual di kawasan wisata. Pengunjung juga perlu menjaga barang bawaan karena rusa dapat menggigit atau menelan benda yang mereka temukan, termasuk kantong plastik, peta, dan pamflet.
Aturan tersebut penting karena benda asing yang tertelan dapat membahayakan kesehatan satwa. Oleh karena itu, wisatawan perlu memperhatikan sejumlah langkah ketika berkunjung ke kawasan rusa, antara lain:
- Gunakan pakan khusus: berikan hanya shika senbei yang diperuntukkan bagi rusa.
- Simpan bungkus makanan: jauhkan plastik dan kemasan lain dari jangkauan satwa.
- Amankan barang bawaan: simpan kantong belanja, peta, dan benda kecil di tempat tertutup.
- Hindari tindakan berisiko: jangan membiarkan rusa menggigit benda yang bukan makanan.
- Patuhi arahan setempat: ikuti petunjuk pengelola dan teguran petugas atau warga apabila diperlukan.
Kebiasaan tersebut membantu pengunjung menjaga keselamatan satwa sekaligus mengurangi risiko insiden selama berada di kawasan wisata.
Viral di Media Sosial Menjadi Pengingat bagi Wisatawan
Peristiwa di Nara Park memperlihatkan pentingnya memahami aturan lokal sebelum mengunjungi destinasi wisata di luar negeri. Interaksi dengan satwa memang menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi interaksi tersebut tetap membutuhkan tanggung jawab dan kehati-hatian.
Kasus ini juga menunjukkan bahwa video singkat dapat menyebar luas dan membentuk persepsi publik sebelum semua konteks diketahui. Karena itu, pembaca perlu membedakan rekaman kejadian, tudingan pengunggah, dan klarifikasi pihak yang diduga terlibat.
Garap Media mengajak pembaca mengikuti perkembangan berita ini serta membaca artikel lain mengenai pariwisata, budaya, dan peristiwa internasional. Informasi yang lengkap dapat membantu pembaca memahami kejadian viral tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan.
Selain berita viral, pembaca dapat menemukan informasi terbaru tentang destinasi wisata, kebiasaan masyarakat setempat, dan panduan perjalanan melalui Garap Media. Ikuti terus pembaruan artikel agar perjalanan berikutnya berlangsung lebih aman, tertib, dan menghormati lingkungan yang dikunjungi.
Referensi
