Grup K-pop TWS resmi merilis video musik (MV) “SODA SODA”, lagu utama dari single Jepang kedua mereka yang dijadwalkan meluncur pada 4 Agustus. Video musik tersebut menghadirkan kisah persahabatan enam member yang berlatar sebuah kios pantai yang akan segera dibongkar, sekaligus menyuguhkan suasana musim panas yang hangat melalui balutan musik city pop. Perilisan MV ini menjadi pembuka rangkaian promosi TWS untuk comeback Jepang kedua mereka sekaligus memperlihatkan warna musik yang lebih matang dibanding rilisan sebelumnya (The Chosun Daily, 2026).
TWS “SODA SODA” Angkat Kisah Persahabatan Musim Panas
Video musik “SODA SODA” menampilkan kisah kebersamaan Shinyu, Dohoon, Youngjae, Hanjin, Jihoon, dan Kyungmin. Keenam anggota menghabiskan waktu bersama di sebuah kios pantai yang menyimpan banyak kenangan. Namun, kios tersebut akhirnya harus ditutup. Latar tersebut menjadi simbol perjalanan masa muda yang dipenuhi tawa, perpisahan, dan harapan baru. Karena itu, video musik menghadirkan nuansa emosional di balik visual musim panas yang cerah (The Chosun Daily, 2026).
Selain menghadirkan cerita yang hangat, video musik ini juga menampilkan visual yang menarik. Warna-warna cerah, panorama pantai, dan sinematografi hangat memperkuat karakter lagu. Alih-alih hanya menampilkan koreografi, “SODA SODA” lebih banyak menyoroti interaksi alami antaranggota. Dengan demikian, chemistry yang menjadi identitas TWS sejak debut semakin terlihat. Pendekatan tersebut juga membuat video terasa seperti film pendek bertema persahabatan remaja dengan sentuhan nostalgia musim panas (The Chosun Daily, 2026).
Beberapa daya tarik utama video musik “SODA SODA” meliputi:
- Latar kios pantai yang menjadi pusat cerita.
- Nuansa musim panas dengan visual cerah dan hangat.
- Alur yang mengangkat persahabatan enam anggota TWS.
- Sinematografi bergaya film remaja (coming-of-age).
- Perpaduan cerita emosional dan koreografi yang ringan.
TWS SODA SODA Tawarkan Musik City Pop Bernuansa Hangat
Selain menghadirkan visual yang memikat, “SODA SODA” juga menawarkan warna musik yang berbeda melalui sentuhan city pop yang lembut dan menyegarkan. Aransemen lagu memadukan ritme ringan, melodi yang mudah diingat, serta instrumen bernuansa retro sehingga menciptakan atmosfer yang sesuai dengan tema musim panas. Pendekatan musikal tersebut memperlihatkan upaya TWS untuk menghadirkan karya yang dekat dengan pendengar Jepang sekaligus tetap mempertahankan identitas musik mereka (The Chosun Daily, 2026).
Makna lagu “SODA SODA” menggambarkan perasaan jatuh cinta yang diibaratkan seperti sensasi meminum minuman bersoda. Perasaan tersebut digambarkan sebagai sesuatu yang menyegarkan, berdebar, sekaligus meninggalkan kesan manis. Tiga anggota TWS, yakni Kyungmin, Youngjae, dan Jihoon, turut berpartisipasi dalam proses penciptaan lagu sehingga memberikan sentuhan personal terhadap lirik maupun pesan yang ingin disampaikan (Star News Korea, 2026).
Keterlibatan para anggota dalam proses kreatif menjadi salah satu nilai tambah lagu ini. Selain menunjukkan perkembangan musikal grup, partisipasi tersebut juga memperlihatkan bahwa TWS semakin aktif menuangkan pengalaman dan emosi mereka ke dalam karya yang dirilis untuk para penggemar (Star News Korea, 2026).
Single Jepang Kedua TWS Hadir dengan Tiga Lagu Baru
Single Jepang kedua bertajuk “SODA SODA” tidak hanya menghadirkan lagu utama dengan judul yang sama, tetapi juga menyertakan dua lagu lain yang melengkapi konsep album. Informasi resmi yang dirilis melalui media Jepang USEN menyebutkan bahwa album tersebut memuat tiga lagu, yaitu:
- SODA SODA (Title Track)
- Palm Tree
- If I’m S, Can You Be My N? (Japanese Ver.)
Kehadiran lagu “Palm Tree” memperkuat tema musim panas yang diusung album, sedangkan versi Jepang dari “If I’m S, Can You Be My N?” memberikan kesempatan bagi penggemar Jepang untuk menikmati salah satu lagu populer TWS dalam bahasa lokal. Susunan lagu tersebut menunjukkan strategi TWS untuk memperluas jangkauan mereka di pasar Jepang melalui kombinasi materi baru dan lagu favorit yang diaransemen ulang (USEN, 2026).
TWS Perkuat Aktivitas di Jepang Lewat Single Kedua “SODA SODA”
Perilisan single Jepang kedua menjadi langkah lanjutan TWS dalam memperkuat eksistensi mereka di pasar musik Jepang. Sebelumnya, grup besutan PLEDIS Entertainment tersebut telah memperoleh respons positif melalui debut Jepang mereka. Kini, TWS kembali menghadirkan karya yang disesuaikan dengan selera pendengar lokal tanpa meninggalkan identitas musik yang telah dibangun sejak debut. Selain itu, konsep musim panas yang ringan dipadukan dengan nuansa city pop untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan yang dekat dengan budaya musik Jepang (USEN, 2026).
Single “SODA SODA” dirancang sebagai karya yang menggambarkan momen-momen berharga di masa muda. Tak hanya itu, perpaduan musik, visual, dan cerita dalam video musik memperkuat pesan bahwa kenangan sederhana bersama teman dapat menjadi pengalaman yang terus dikenang. Dengan demikian, konsep tersebut tetap selaras dengan citra TWS yang mengangkat tema remaja, persahabatan, dan pertumbuhan (USEN, 2026).
Beberapa hal yang menjadi daya tarik single Jepang kedua TWS meliputi:
- Lagu utama “SODA SODA” dengan nuansa city pop yang hangat.
- Kisah persahabatan enam anggota dalam video musik.
- Keterlibatan Kyungmin, Youngjae, dan Jihoon dalam proses penulisan lagu.
- Lagu baru “Palm Tree” yang melengkapi konsep musim panas.
- Versi Jepang “If I’m S, Can You Be My N?” untuk penggemar di Jepang.
Partisipasi Anggota Perlihatkan Perkembangan Musikal TWS
Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah keterlibatan Kyungmin, Youngjae, dan Jihoon dalam proses penciptaan lagu “SODA SODA”. Melalui partisipasi tersebut, TWS menunjukkan perkembangan sebagai grup yang tidak hanya tampil di atas panggung. Mereka juga mulai berkontribusi dalam proses kreatif di balik karya musiknya.
Ketiga anggota tersebut memberikan sentuhan personal pada lagu. Mereka menggambarkan perasaan jatuh cinta seperti sensasi minuman bersoda yang manis, menyegarkan, sekaligus penuh debaran (Star News Korea, 2026). Oleh karena itu, lagu tersebut terasa lebih dekat dengan pengalaman yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Di sisi lain, kontribusi anggota dalam penulisan lagu juga memperlihatkan arah perkembangan musikal TWS yang semakin matang. Dengan menyampaikan ide dan emosi secara langsung, grup ini berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar. Hasilnya, lagu-lagu yang mereka bawakan terasa lebih autentik dan personal (Star News Korea, 2026).
MV “SODA SODA” Lengkapi Promosi Menuju Perilisan Single
Perilisan video musik lebih dahulu menjadi bagian dari strategi promosi menjelang peluncuran fisik single Jepang pada 4 Agustus. Langkah ini memberi kesempatan kepada penggemar untuk mengenal konsep lagu lebih awal. Selain itu, penggemar juga dapat menikmati visual yang menjadi identitas utama “SODA SODA”.
Melalui cerita yang hangat, musik yang mudah dinikmati, dan visual sinematik, TWS berupaya membangun antusiasme menjelang perilisan resmi album (The Chosun Daily, 2026). Pada akhirnya, perpaduan kisah persahabatan, suasana musim panas, dan musik city pop membuat “SODA SODA” menjadi salah satu rilisan yang menunjukkan perkembangan konsep TWS di pasar Jepang.
Dengan demikian, single ini semakin memperkuat identitas TWS sebagai boy group generasi baru. Grup tersebut tetap konsisten mengangkat tema masa muda melalui karya yang ringan, emosional, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan pendengar (USEN, 2026).
Sebagai penutup, ikuti terus informasi terbaru mengenai comeback K-pop, rilisan album, konser, dan perkembangan industri hiburan Asia hanya di Garap Media. Kami akan terus menghadirkan berita yang akurat, aktual, dan bersumber dari referensi tepercaya.
Jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya di Garap Media untuk memperoleh informasi seputar TWS, HYBE Labels, PLEDIS Entertainment, hingga kabar terbaru dari dunia musik Korea dan Jepang.
Referensi
