Fenomena space jellyfish menghiasi langit pagi di pesisir timur Amerika Serikat pada Selasa (13/10/2026) setelah roket Falcon 9 milik SpaceX meluncur dari Cape Canaveral, Florida. Jejak gas buang roket membentuk pola bercahaya menyerupai ubur-ubur raksasa karena terkena sinar Matahari ketika daratan di bawahnya masih gelap. Pemandangan tersebut menarik perhatian masyarakat karena memperlihatkan bentuk unik di langit menjelang matahari terbit (Space.com, 2026).
Space Jellyfish Muncul Setelah Peluncuran Falcon 9 SpaceX
Fenomena space jellyfish muncul setelah roket Falcon 9 membawa wahana Cargo Dragon dalam misi CRS-35 milik NASA. Peluncuran tersebut bertujuan mengirimkan pasokan dan perlengkapan penelitian menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS).
Misi CRS-35 mendukung kebutuhan logistik awak dan pelaksanaan eksperimen ilmiah di laboratorium yang mengorbit Bumi. SpaceX menggunakan roket Falcon 9 untuk mengantarkan wahana Cargo Dragon menuju stasiun tersebut sebagai bagian dari program pengiriman kargo antariksa NASA (NASA, 2026).
NASA Menjelaskan Penyebab Space Jellyfish Bercahaya
Fenomena space jellyfish terjadi ketika gas buang roket mengembang di atmosfer bagian atas dan terkena sinar Matahari. Pada saat yang sama, wilayah pengamat di permukaan Bumi masih berada dalam kegelapan karena Matahari belum terbit.
Perbedaan kondisi pencahayaan tersebut membuat gas buang terlihat bercahaya di langit. Gas yang menyebar pada ketinggian tertentu membentuk pola menyerupai kepala dan tentakel ubur-ubur raksasa.
Beberapa faktor yang mendukung kemunculan fenomena space jellyfish meliputi:
- Waktu peluncuran: Roket meluncur menjelang matahari terbit atau setelah matahari terbenam.
- Ketinggian roket: Gas buang mencapai lapisan atmosfer yang masih terkena sinar Matahari.
- Ekspansi gas: Gas buang mengembang ketika memasuki lingkungan dengan tekanan udara lebih rendah.
- Kontras pencahayaan: Langit yang gelap membuat jejak gas bercahaya terlihat lebih jelas.
Kombinasi faktor tersebut menghasilkan pemandangan yang menyerupai ubur-ubur raksasa di angkasa. Bentuk dan tingkat kecerahan jejak roket dapat berubah sesuai kondisi atmosfer, waktu peluncuran, dan sudut pandang pengamat (NASA, 2026).
Space Jellyfish Menjadi Fenomena Visual Peluncuran Roket
Fenomena space jellyfish memperlihatkan dampak visual dari aktivitas penerbangan antariksa yang dapat diamati dari permukaan Bumi. Jejak bercahaya tersebut bukan objek misterius, melainkan gas buang roket yang terkena sinar Matahari pada kondisi pencahayaan tertentu.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa waktu peluncuran dapat memengaruhi penampakan roket di langit. Peluncuran menjelang fajar atau setelah senja memungkinkan gas buang di ketinggian tetap menerima cahaya Matahari ketika permukaan Bumi mulai gelap.
Pembaca dapat menemukan informasi menarik lainnya mengenai perkembangan teknologi antariksa, eksplorasi luar angkasa, dan misi ilmiah internasional melalui artikel lain di Garap Media.
Jangan lewatkan berita terbaru tentang sains, teknologi, dan fenomena alam yang membantu pembaca memahami berbagai peristiwa di sekitar mereka. Kunjungi Garap Media untuk mengikuti informasi terkini dengan pembahasan yang informatif dan mudah dipahami.
Referensi
